Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Mereda, Kini Hanya Letusan Kecil

- Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Minggu pagi mulai mereda, dengan letusan yang masih berlangsung tetapi berupa letupan kecil dibandingkan malam sebelumnya.
- Pengamatan visual dari Desa Hargopancuran terkendala kabut, meski material erupsi terkadang terlihat saat letusan sebelum kembali tertutup.
- PVMBG mencatat aktivitas seismik berlanjut dan erupsi kembali terjadi pukul 07.10 WIB; status tetap Level III dengan larangan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Lampung Selatan, IDN Times - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda mulai menurun, Minggu (6/9/2026) pagi.
Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau, Suwarno mengatakan, letusan masih terjadi hingga pagi ini. Namun, intensitasnya sudah jauh menurun dibandingkan aktivitas erupsi sebelumnya.
"Letusan masih berlanjut, tapi sekarang sudah mulai mereda," kata Suwarno saat dikonfirmasi, Minggu (6/9/2026).
1. Letusan kecil

Erupsi Gunung Anak Krakatau semburkan lava pijar (X.com/badangeologi_) Suwarno menyampaikan, letusan terjadi saat ini cenderung berupa letupan-letupan kecil dan tidak lagi sedahsyat aktivitas erupsi pada malam sebelumnya.
"Masih, cuma sekarang sudah kecil banget. Gak seperti yang kemarin-kemarin," ujarnya.
Ia menjelaskan, aktivitas letusan GAK saat ini juga berlangsung secara kontinu. Jika terjadi jeda dan kemudian kembali muncul letusan, hal tersebut dapat dicatat sebagai satu kejadian letusan.
2. Visual gunung tertutup kabut

Erupsi Gunung Anak Krakatau dari pantauan CCTV (X.com/badangeologi_) Kondisi visual Gunung Anak Krakatau dari wilayah Desa Hargopancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, masih sulit diamati karena tertutup kabut. "Kalau visual di sini selalu tertutup kabut. Jadi nggak jelas kadang-kadang," jelas Suwarno.
Kabut juga masih terlihat pada malam hari. Saat terjadi letusan, material atau aktivitas gunung terkadang sempat terlihat, sebelum kembali tertutup kabut.
Suwarno menduga kondisi tersebut turut dipengaruhi uap air laut yang naik ke atmosfer saat musim kemarau.
3. Erupsi berhenti menerus pukul 00.04 WIB

Gunung Anak Krakatau erupsi (magma.esdm.go.id) Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan 6 September 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, tercatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi 30 detik.
Selain itu, tercatat dua kali gempa hembusan, 14 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa hybrid/fase banyak, dan satu kali gempa vulkanik dangkal. Tremor menerus juga masih terekam dengan amplitudo 8-45 milimeter, dominan 15 milimeter. Laporan PVMBG menyebut erupsi menerus berhenti pada 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.
Namun, aktivitas vulkanik masih berlanjut. Pada pukul 07.10 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi yang terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi sekitar 16 detik. Tinggi kolom abu tidak teramati.
Hingga saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga). PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau maupun melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.



















