Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

GAK Siaga III, Penyeberangan Bakauheni-Merak Normal?

Kab. Lampung Selatan
GAK Siaga III, Penyeberangan Bakauheni-Merak Normal?
Aktivitas arus balik H+6 Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Penyeberangan Bakauheni-Merak tetap normal dengan 28 kapal dan hampir 100 perjalanan, meski Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga.
  • Abu vulkanik di Bakauheni mulai menipis dibandingkan sehari sebelumnya, meski masih menempel pada kendaraan dan permukaan lain tanpa mengganggu penyeberangan secara signifikan.
  • KSOP Bakauheni mewajibkan petugas memakai masker serta terus memantau abu dan jarak pandang; erupsi menerus berhenti pukul 00.04 WIB, tetapi aktivitas kegempaan masih tercatat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berstatus Level III Siaga. Kondisi status gunung tersebut belum mengganggu aktivitas penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, menuju Merak, Banten, Minggu (6/9/2026).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Bakauheni, Capt. Suratno, mengatakan operasional penyeberangan masih berjalan normal. Jarak pandang di sekitar pelabuhan juga masih dinilai aman untuk aktivitas pelayaran.

"Operasi normal, 28 kapal. Trip masih sama, hampir 100 dan masih tercapai," kata Suratno.

  1. 1. Abu vulkanik mulai menipis

    IMG_20260905_221914.jpg
    Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

    Meski masih berstatus Siaga, aktivitas Gunung Anak Krakatau sebelumnya berdampak pada munculnya abu vulkanik di kawasan sekitar Bakauheni.

    Suratno mengatakan, intensitas abu yang terlihat pada Minggu pagi mulai menipis dibandingkan sehari sebelumnya. "Kalau pagi ini sudah mulai tipis. Masih ada, tetapi tidak setebal kemarin," ujarnya.

    Menurutnya, abu vulkanik juga masih ditemukan menempel pada sejumlah permukaan, termasuk kendaraan yang berada di kawasan pelabuhan. "Mobil saya tadi saya lap. Masih ada yang menempel," ujarnya.

    Namun, keberadaan abu tersebut belum menyebabkan gangguan signifikan terhadap aktivitas penyeberangan.

    "Untuk penyeberangannya masih normal, tidak ada gangguan yang signifikan. Paling dampaknya terkait debu saja," jelasnya.

  2. 2. Petugas tetap diminta waspada

    IMG-20260325-WA0052.jpg
    Suasana pelabuhan Bakauheni Lampung. (IDN Times/Muhaimin)

    Meskipun operasional pelayaran berjalan normal, kewaspadaan di kawasan Pelabuhan Bakauheni tetap ditingkatkan. Seluruh petugas yang berada di lapangan diwajibkan menggunakan masker untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

    "Seluruh operasional diwajibkan pakai masker. Kami juga melakukan hal yang sama untuk tim yang berada di lapangan," katanya.

    Pemantauan terhadap kondisi abu dan jarak pandang juga terus dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran. "Kita tetap pemantauan dan kewaspadaan. Jarak pandang sejak tadi malam masih aman untuk pelayaran Bakauheni-Merak," ujarnya.

  3. 3. GAK masih Level III atau Siaga

    IMG_20260905_115231.jpg
    Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Sabtu (5/9/2026) dini hari. (Dok. Eghie Febriansyah).

    Berdasarkan laporan Magma Indonesia periode Minggu (6/9/2026) pukul 00.00-06.00 WIB, erupsi menerus Gunung Anak Krakatau dilaporkan berhenti pada pukul 00.04 WIB. Meski erupsi menerus berhenti, status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

    Dalam periode pengamatan tersebut tercatat satu gempa letusan dengan amplitudo 46 milimeter dan durasi 30 detik. Selain itu, masih terdapat aktivitas kegempaan lainnya serta tremor menerus.

    Kondisi tersebut membuat aktivitas GAK dan penyebaran abu vulkanik tetap menjadi perhatian. Namun, hingga Minggu pagi, KSOP Bakauheni memastikan penyeberangan Bakauheni-Merak masih berlangsung normal dengan tetap mengedepankan pemantauan dan kewaspadaan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More