- Gelombang masuk kategori tinggi, 2,5–4 meter.
- Data BMKG menunjukkan pada periode prakiraan ini angin dapat mencapai sekitar 25 knot dari arah tenggara, dengan cuaca cerah berawan hingga berawan dan terdapat peluang hujan ringan pada beberapa jam.
Kondisi Perairan Lampung 6 September 2026, Gelombang Tinggi 4 Meter

- BMKG Maritim memprakirakan gelombang tinggi 2,5–4 meter di Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan pada 6 September 2026.
- Selat Sunda Selatan diperkirakan memiliki gelombang sekitar 3,1 meter dan angin hingga 28 knot, sementara Teluk Lampung Selatan berstatus gelombang sedang.
- Nelayan kapal kecil, kapal wisata, dan pelayaran laut terbuka diminta meningkatkan kewaspadaan; lintasan feri Bakauheni–Merak diprakirakan bergelombang rendah 0,5–1,25 meter.
Bandar Lampung, IDN Times - Kondisi perairan Lampung, Minggu (6/9/2026) perlu mendapat perhatian berdasarkan pembaruan BMKG Maritim. Perhatian terutama di perairan barat Lampung dan Selat Sunda bagian selatan.
Pasalnya, dua wilayah tersebut masuk kategori gelombang tinggi 2,5 meter–4 meter. Sedangkan Teluk Lampung Selatan dan perairan timur bagian selatan berada pada kategori gelombang sedang 1,25 meter–2,5 meter.
Sementara itu, beberapa perairan yang lebih terlindung seperti Teluk Lampung Utara dan perairan timur bagian utara relatif lebih tenang. Berikut IDN Times sajikan prakiraan kondisi perairan Lampung hari ini.
1. Perairan paling perlu diwaspadai

ilustrasi gelombang laut (unsplash.com/splashabout) 1. Perairan Barat Lampung
2. Selat Sunda Selatan Lampung
- Ini menjadi salah satu wilayah paling berisiko.
- Gelombang diprakirakan mencapai sekitar 3,1 meter, dengan angin 28 knot dari tenggara pada salah satu periode pengamatan.
- Cuaca dapat berupa berawan tebal dan hujan ringan pada dini hari hingga pagi.
3. Teluk Lampung bagian Selatan
- Gelombang lebih rendah dibandingkan dua wilayah tersebut, tetapi tetap masuk kategori sedang, yakni sekitar 1,25–2,5 meter.
- BMKG mencatat gelombang sekitar 1,5 meter, angin 18 knot dari timur, dengan cuaca cerah berawan hingga berawan.
2. Implikasi untuk pelayaran

ilustrasi seseorang mengikuti pelatihan pelayaran (freepik.com/alexey_seafarer) Adanya potensi gelombang 2,5 meter–4 meter, nelayan dengan kapal kecil, kapal wisata, dan aktivitas pelayaran di laut terbuka perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya di barat Lampung dan Selat Sunda Selatan.
Untuk kapal feri lintasan Bakauheni–Merak, kondisi Selat Sunda bagian utara relatif lebih rendah; BMKG mengklasifikasikan gelombangnya sekitar 0,5–1,25 meter (rendah) dalam prakiraan yang tersedia.
3. Data perairan Lampung
Wilayah Perairan
Gelombang
Angin
Kondisi
Perairan Barat Lampung
2,5–4 m (Tinggi)
hingga 30 knot
Waspada
Selat Sunda Selatan Lampung
2,5–4 m (Tinggi)
hingga 30 knot
Waspada
Teluk Lampung bagian Selatan
1,25–2,5 m (Sedang)
hingga 30 knot
Perlu perhatian
Perairan Timur Lampung bagian Selatan
1,25–2,5 m (Sedang)
hingga 30 knot
Perlu perhatian
Teluk Lampung bagian Utara
sekitar 0,5–1,25 m
sekitar 15 knot
Rendah
Perairan Timur Lampung bagian Utara
sekitar 0,5–1,25 m
sekitar 15 knot
Rendah






![[BREAKING] Erupsi GAK, Bandara Radin Inten Hentikan Operasional 3 Jam](https://image.idntimes.com/post/20260905/img_20260905_224154_1a713ecf-8ae0-4c77-9122-8cee321bb7aa.jpg)













