Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau Belum Berubah Signifikan

Bandar Lampung
Sebaran Abu Gunung Anak Krakatau Belum Berubah Signifikan
Masker N95 atau KN95 disarankan saat terpapar abu, terutama abu akibat letusan gunung anak krakatau.(IDN Times/Foto : ilustrasi)
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih terpantau, Senin (7/9/2026). Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pukul 07.00 WIB, abu terdeteksi pada dua lapisan ketinggian dengan arah pergerakan berbeda.

Sebaran pertama berada dari permukaan hingga 15.000 kaki atau sekitar 4,57 kilometer dan bergerak ke arah tenggara-barat laut. Sementara sebaran kedua berada dari permukaan hingga 50.000 kaki atau sekitar 15,24 kilometer dengan arah pergerakan barat daya-barat.

  1. 1. Abu lapisan rendah berpotensi ganggu kualitas udara

    IMG_20260906_081923.jpg
    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sampai Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

    Sebaran abu pada lapisan permukaan hingga 15.000 kaki mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Lampung, Jawa Barat serta perairan di sekitarnya. Pada ketinggian tersebut, abu berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang di wilayah terdampak.

    Sementara pada lapisan yang lebih tinggi, sebaran abu mengarah ke Samudra Hindia di sebelah barat-barat daya Bengkulu, Lampung, dan Banten hingga menjauhi wilayah Indonesia. Pada ketinggian ini, dampak utamanya berkaitan dengan penerbangan karena berada pada jalur lintasan pesawat udara.

  2. 2. Intensitas diperkirakan belum berubah signifikan

    Opg3z.jpg
    Visualisasi data tentang abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau yang sangat berbahaya bagi dunia penerbangan.(IDN Times/Foto : Ilustrasi)

    Untuk perkembangan ke depan, intensitas abu vulkanik diperkirakan berstatus No Change (NC) atau belum mengalami perubahan signifikan dibandingkan pengamatan sebelumnya. Status tersebut menunjukkan belum ada perubahan signifikan pada luas maupun intensitas abu dari periode sebelumnya.

    Prakiraan sebaran abu dari permukaan hingga 15.000 kaki bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 15 knot atau 28 kilometer per jam. Wilayah yang berpotensi terdampak yakni sebagian Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Bengkulu, Sumatera Selatan, Selat Sunda serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu-Lampung-Banten.

  3. 3. Gubernur Lampung imbau warga tetap tenang dan waspada

    ilustrasi pakai masker (pixabay.com/OrnaW)
    ilustrasi pakai masker (pixabay.com/OrnaW)

    Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kembali mengalami erupsi.

    "Yang paling penting masyarakat tetap tenang, tetapi juga waspada. Kami terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan memastikan informasi yang diterima masyarakat adalah informasi yang akurat," ujar Mirza sapaan akrabnya.

    Sehubungan dengan erupsi dan sebaran abu vulkanik, masyarakat diimbau tidak keluar rumah apabila tidak mendesak, menjauhi area dalam radius minimal 5 km dari Gunung Anak Krakatau, menggunakan masker atau kain basah apabila harus beraktivitas di luar ruangan, serta menutup jendela, pintu, dan ventilasi agar abu tidak masuk ke dalam rumah.

    Masyarakat juga diminta membersihkan abu dengan air dan menghindari menyapu abu secara kering, menjaga kesehatan dan segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan pernapasan atau iritasi.

    Selain itu, menjauhi daerah pantai dan pesisir, menyiapkan tas siaga bencana berisi berkas, peralatan, dan obat-obatan penting, serta memantau informasi resmi dari BMKG, PVMBG, dan BPBD Lampung.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More