Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pantauan Terbaru Anak Krakatau, Belum Ada Erupsi Lanjutan

Kab. Lampung Selatan
Pantauan Terbaru Anak Krakatau, Belum Ada Erupsi Lanjutan
IDN Times/Pos pantau Gunung Anak Krakatau Lampung
Share Article

Lampung Selatan, IDN Times - Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) masih menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, hingga Senin (7/9/2026) belum terdapat laporan erupsi lanjutan.

Pemantauan aktivitas gunung api tetap dilakukan dan perkembangannya dilaporkan secara berkala kepada pihak terkait. Di lapangan, abu vulkanik masih ditemukan di sejumlah wilayah.

Abu yang menempel pada atap rumah, pepohonan, dan lingkungan sekitar menjadi perhatian karena berpotensi kembali terbawa angin. Warga juga diingatkan memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungan serta menjaga makanan dan minuman agar tidak terpapar abu.

  1. 1. Pemkab Lamsel waspadai video lama GAK yang kembali beredar

    ilustrasi lava yang mengalir saat letusan gunung berapi (pexels.com/Brent Keane)
    ilustrasi lava yang mengalir saat letusan gunung berapi (pexels.com/Brent Keane)

    Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto meminta seluruh perangkat daerah tetap bergerak sesuai tugas dan kewenangannya. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi yang sesuai dengan kondisi terbaru.

    Setiap data atau perkembangan dari perangkat daerah diminta dikoordinasikan dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebelum disampaikan kepada publik.

    “Yang paling penting kita harus memastikan informasi yang kita sampaikan kepada masyarakat ini benar-benar sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan. Jangan sampai informasi yang kita sampaikan justru menimbulkan penafsiran yang berbeda,” ujarnya, Senin (7/9/2026).

    Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai video atau informasi mengenai GAK yang beredar di media sosial. Video lama dapat kembali beredar dan dianggap sebagai kejadian terbaru, sehingga waktu kejadian dan sumber informasi perlu diperiksa.

  2. 2. Pemkab Lamsel waspadai dampak erupsi dan hentikan wisata sementara

    Pemandangan Gunung Anak Krakatau dari Pulau Sebesi. (Dok. Masyarakat Pulau Sebesi)
    Pemandangan Gunung Anak Krakatau dari Pulau Sebesi. (Dok. Masyarakat Pulau Sebesi)

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan menambahkan, berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, aktivitas erupsi saat ini berpotensi menimbulkan dampak berupa abu vulkanik.

    Kendati demikian, Hendry menegaskan kondisi saat ini berbeda dengan peristiwa erupsi tahun 2018 yang disertai longsoran tubuh Gunung Anak Krakatau dan memicu tsunami.

    “Berdasarkan hasil pemantauan yang ada, potensi dampak yang perlu diwaspadai saat ini adalah hujan abu vulkanik. Kondisi ini berbeda dengan kejadian tahun 2018. Tapi pemerintah daerah tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan langkah-langkah antisipatif untuk melindungi masyarakat,” ujar Hendry.

    Menurutnya, Pemkab Lampung Selatan juga berkoordinasi dengan Polres Lampung Selatan untuk menghentikan sementara aktivitas wisata menuju Pulau Sebesi dan kawasan Gunung Anak Krakatau hingga kondisi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

    Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan bersama ASDP dan KSOP melakukan pemantauan terhadap kemungkinan dampak aktivitas vulkanik terhadap keselamatan penyeberangan, baik di Pelabuhan Bakauheni maupun Dermaga Canti.

  3. 3. Pemkab mulai cek titik rawan banjir dan longsor

    ilustrasi bencana alam (pexels.com/Wilson Malone)
    ilustrasi bencana alam (pexels.com/Wilson Malone)

    Kesiapsiagaan Pemkab Lampung Selatan turut diarahkan pada potensi bencana setelah periode kemarau panjang. Memasuki musim hujan, pemerintah daerah mulai mengantisipasi kemungkinan munculnya genangan, banjir, dan longsor di sejumlah wilayah.

    “Mitigasi ini bukan hanya ketika ada kejadian. Kita harus melihat apa yang mungkin terjadi ke depan, termasuk menghadapi musim hujan. Titik-titik yang berpotensi menimbulkan masalah harus mulai kita cek dan kita siapkan,” kata Supriyanto.

    Pemkab Lampung Selatan juga memastikan pelayanan masyarakat tetap berjalan, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan aktivitas pariwisata. Setiap kebijakan dan langkah penanganan dikoordinasikan dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi serta keselamatan masyarakat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More