Ekspor Tembus US$582 Juta, Neraca Perdagangan Lampung Surplus

- Lampung mencatat surplus perdagangan luar negeri US$437,29 juta pada Juli 2026, didorong ekspor US$582,54 juta yang lebih dari empat kali nilai impor US$145,25 juta.
- Ekspor Januari-Juli 2026 turun tipis 0,15 persen menjadi US$3.591,80 juta; lemak dan minyak hewan atau nabati mendominasi dengan kontribusi 44,16 persen.
- Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar Lampung senilai US$561,74 juta sekaligus asal impor terbesar US$174,65 juta; impor kumulatif tujuh bulan turun 24,22 persen.
Bandar Lampung, IDN Times - Lampung kembali membukukan surplus perdagangan luar negeri pada Juli 2026. Selisih antara ekspor dan impor mencapai US$437,29 juta, dengan nilai barang yang dikirim ke luar negeri lebih dari empat kali lipat dibandingkan barang yang masuk ke Lampung (impor).
Perbandingan ekspor US$582,54 juta dan impor US$145,25 juta pada Juli inilah yang menghasilkan surplus perdagangan Lampung sebesar US$437,29 juta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, nilai ekspor pada Juli 2026 mencapai US$582,54 juta. Angka tersebut tumbuh 5,93 persen dibandingkan Juli 2025 yang berada di level US$549,93 juta.
Namun, jika dilihat sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor Lampung justru turun tipis 0,15 persen menjadi US$3.591,80 juta dari US$3.597,29 juta pada periode yang sama tahun lalu.
1. Lemak dan minyak masih mendominasi ekspor Lampung

ilustrasi ekspor (pexels.com/Kai Pilger) Sepanjang Januari-Juli 2026, lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi komoditas ekspor terbesar Lampung. Nilainya mencapai US$1.586,01 juta atau menyumbang 44,16 persen dari total ekspor.
Di bawahnya ada bahan bakar mineral dengan nilai US$547,34 juta atau 15,24 persen. Kemudian kopi, teh, dan rempah-rempah sebesar US$532,58 juta atau 14,83 persen.
Dari sisi pelabuhan muat, sebagian besar ekspor dikirim melalui pelabuhan di Lampung dengan nilai US$2.482,64 juta atau 82,50 persen. Sementara ekspor melalui pelabuhan di luar Lampung mencapai US$526,62 juta atau 17,50 persen.
2. Amerika Serikat jadi pasar ekspor dan impor terbesar

Ilustrasi aktivitas ekspor impor (unsplash.com/Andy Li) Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor terbesar Lampung selama Januari-Juli 2026. Nilainya mencapai US$561,74 juta atau sekitar 15,64 persen dari total ekspor.
Tiongkok menyusul dengan nilai US$437,73 juta atau 12,19 persen, kemudian Belanda sebesar US$302,15 juta atau 8,41 persen. Komoditas yang dikirim Lampung ke ketiga negara tersebut didominasi lemak dan minyak hewan atau nabati.
Amerika Serikat juga menjadi negara asal impor terbesar dengan nilai US$174,65 juta atau 17,94 persen, terutama berupa kereta api, trem dan bagiannya. Jerman menyusul US$158,40 juta atau 16,27 persen dengan komoditas utama kapal, perahu, dan struktur terapung.
Sedangkan Australia US$114,60 juta atau 11,77 persen dengan komoditas utama binatang hidup.
3. Impor Lampung turun 24,22 persen sepanjang tujuh bulan

ilustrasi impor barang (pexels.com/Chanaka) BPS mencatat, nilai impor Lampung US$145,25 juta pada Juli 2026. Angka ini sebenarnya naik 10,33 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$131,66 juta.
Namun secara kumulatif, impor Januari-Juli 2026 justru turun 24,22 persen menjadi US$973,40 juta dari US$1.284,42 juta pada periode yang sama 2025.
Secara keseluruhan, kapal, perahu, dan struktur terapung menjadi komoditas impor terbesar dengan nilai US$149,50 juta atau 15,36 persen. Berikutnya ampas dan sisa industri makanan US$141,50 juta atau 14,54 persen serta binatang hidup US$111,68 juta atau 11,47 persen.


















