Bandar Lampung, IDN Times - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) turut berdampak terhadap aktivitas nelayan dan pasokan ikan di pesisir Kota Bandar Lampung.
Adi Mukhlis, nelayan Pulau Pasaran sekaligus warga Bronjong Sukabanjar, Telukbetung Timur, mengatakan hujan abu vulkanik sempat dirasakan cukup tebal di Pulau Pesawaran.
Ia menyebut, abu mulai turun pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 18.30 hingga 19.00 WIB, setelah magrib. Fenomena tersebut diawali dengan munculnya kabut dan apa yang disebut warga sebagai "rambut hitam" di udara.
Meski merasakan dampak abu vulkanik, Adi mengatakan kondisi air laut saat itu masih terlihat normal. Menurutnya, kendala yang lebih berpengaruh terhadap aktivitas nelayan adalah cuaca dan angin kencang.
"Normalnya, kami biasa berangkat melaut jam 16:00 sampai 18:00 WIB dan pulang besok pagi. Tapi, kalo erupsi kaya gini banyak nelayan yang tidak melaut demi keamanan," katanya, Kamis (10/9/2026).
