Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diteriaki Rasis, Kronologi Tendangan Kungfu Alberto Versi Bhayangkara
Tangkap layar aksi tendang kungfu pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. (IDN Times/Istimewa).
  • Kericuhan bermula dari gol Dewa United yang dianggap offside oleh Bhayangkara, memicu protes dan ketegangan di lapangan pada menit ke-81 pertandingan Elite Pro Academy 2025/2026.
  • Situasi memanas setelah pemain Bhayangkara bernama Juan diduga dipukul pemain Dewa United, hingga terjadi kejar-kejaran dan kerumunan di area bench kedua tim.
  • Aksi tendangan ‘kungfu’ Fadly Alberto terjadi di puncak kericuhan, dipicu teriakan bernada rasis yang membuatnya terpancing emosi sebelum laga akhirnya dilanjutkan dan berakhir 2-1 untuk Dewa United.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Manajemen Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 membeberkan kronologi insiden kericuhan diwarnai aksi “tendang kungfu” Fadly Alberto Hengga dalam laga kontra Dewa United U-20 pada pekan ke-20 Elite Pro Academy (EPA) 2025/2026.

Manajer Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20, Yongky Pamungkas mengatakan, insiden bermula dari keputusan kontroversial wasit pada menit ke-81. Itu tepatnya saat Dewa United mencetak gol yang dinilai pihaknya dalam posisi offside.

“Pada menit 81 itu ada gol dari Dewa yang kami anggap offside. Pemain, pelatih, dan ofisial kami memprotes ke wasit, tapi akhirnya keputusan tetap gol dan kami terima,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).

1. Protes wasit hingga cekcok antarpemain

Tangkap layar aksi tendang kungfu pemain Bhayangkara FC U-20, Fadly Alberto Hengga. (IDN Times/Istimewa).

Yongky menegaskan, protes dilakukan oleh timnya hanya ditujukan kepada wasit dan bukan kepada pemain lawan. Namun kondisi di lapangan mulai memanas beberapa saat setelah situasi tersebut.

Menurutnya, satu hingga dua menit setelah gol dimaksud terjadi pelanggaran yang dilakukan pemain Bhayangkara. Saat timnya ingin segera melanjutkan pertandingan, justru terjadi adu mulut dengan pemain Dewa United yang dinilai sengaja mengulur waktu.

“Di situ, kami minta segera dilakukan tendangan ini, tapi ternyata pemain Dewa istilahnya cekcok sama pemain kami. Mengulur waktu lah," katanya.

2. Pemain Bhayangkara dipukul, situasi memanas

Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga saat menjalani latihan bersama tim. (Instagram/@bhayangkarafc).

Kericuhan kemudian memuncak saat salah satu pemain Dewa United diduga melayangkan pukulan kepada pemain Bhayangkara bernama Juan.

“Pemain kami dipukul, lalu pelaku lari ke arah bench Dewa. Anak-anak kami refleks mengejarnya,” jelas Yongky.

Dalam situasi tersebut, Fadly Alberto berada di area bench pemain mencoba melerai. Namun situasi semakin tidak terkendali, ketika pemain lain dari Dewa United berlari dari tengah lapangan dan melakukan tendangan keras ke arah Juan.

“Dari situ sudah ramai, pemain berkumpul, ada yang di tengah, di ujung lapangan, sampai di bench. Sudah tidak bisa terkontrol,” ungkapnya.

3. Aksi “tendang kungfu” terjadi di ujung kericuhan

Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga saat mengenakan seragam Timnas Indonesia. (Instagram/@albrtoo_10).

Yongky menyebutkan, aksi tendangan “kungfu” dilakukan Fadly Alberto terjadi di penghujung kericuhan. Bahkan, menurutnya, banyak pihak tidak langsung menyadari kejadian tersebut karena berlangsung sangat cepat

Berdasarkan pengakuan Alberto, aksi tersebut dipicu oleh teriakan bernada rasis yang didengarnya saat hendak kembali ke bench. “Alberto mengaku diteriaki ‘hitam’ dan ‘monyet’. Dia tidak tahu siapa yang meneriakkan, tapi emosinya terpancing,” kata Yongky.

4. Laga dilanjutkan hingga selesai

Pemain Bhayangkara FC, Fadly Alberto Hengga saat mengenakan seragam Timnas Indonesia. (Instagram/@albrtoo_10).

Setelah kericuhan mereda, Yongky menambahkan, pertandingan sempat dilanjutkan kembali dengan sisa waktu sekitar sembilan menit. Wasit juga mengeluarkan kartu merah kepada pemain yang terlibat dalam insiden tersebut.

Alhasil, pertandingan antara kedua tim akhirnya berakhir dengan kekalahan bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC U-20 dengan skor 2-1. Yongky menegaskan, usai laga kedua tim sempat kembali kondusif.

“Setelah selesai, pemain dan ofisial saling bersalaman, bahkan sempat foto bersama. Kami anggap sudah selesai, tapi ternyata kemudian viral,” imbuhnya.

Editorial Team