Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dari KWT hingga Kampus, Ruas Tol Bakter Hadirkan Dampak Berkelanjutan

Dari KWT hingga Kampus, Ruas Tol Bakter Hadirkan Dampak Berkelanjutan
Pengelola ruas Tol Bakter melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan CSR. (Dok. PT BTB)
Intinya Sih
  • Pengelola Tol Bakauheni–Terbanggi Besar menjalankan program ESG berkelanjutan, mencakup pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi lokal di sekitar koridor tol.
  • Program KWT binaan berhasil meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui pendampingan, pelatihan, serta pengembangan produk bernilai tambah yang memperkuat ekosistem sosial produktif dan inklusif.
  • Inisiatif HKA Goes to Campus menjembatani dunia industri dan akademik lewat riset, magang, serta inovasi teknologi yang mendukung keselamatan jalan dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Lampung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times - Pengelola Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter) tak hanya berfokus pada pembangunan dan pengoperasian infrastruktur jalan tol. Dalam tiga tahun terakhir, perusahaan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, penguatan pendidikan, hingga pelestarian lingkungan sebagai bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) telah dijalankan secara berkelanjutan menyasar sektor pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, keagamaan, penanggulangan bencana, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar koridor jalan tol.

1. KWT binaan berkembang jadi model pemberdayaan ekonomi keluarga

IMG-20260620-WA0005.jpg
Pengelola ruas Tol Bakter melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan CSR. (Dok. PT BTB)

Manager Public Affairs HKA, M Alkautsar mengatakan, salah satu program yang menjadi fokus pengelola Tol Bakter adalah pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di sejumlah wilayah sekitar ruas tol.

Menurutnya, program yang awalnya dirancang sebagai implementasi aspek sosial dan lingkungan tersebut kini berkembang menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas yang mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Melalui pendampingan berkelanjutan, transfer pengetahuan, bantuan sarana produksi, hingga penguatan kapasitas, kelompok-kelompok KWT binaan kini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

"Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur strategis nasional dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekosistem sosial yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ucapnya, Sabtu (20/6/2026).

2. Dukung pembangunan desa hingga pengendalian banjir

IMG-20260620-WA0006.jpg
Pengelola ruas Tol Bakter melaksanakan kegiatan pengawasan. (Dok. PT BTB)

Selain pemberdayaan masyarakat, Alkautsar menjelaskan, perusahaan juga terus memperkuat dukungan terhadap pembangunan infrastruktur sosial di desa-desa sekitar ruas Tol Bakter.

Dukungan itu diwujudkan melalui pembangunan dan perbaikan fasilitas umum, sarana pendidikan, rumah ibadah, infrastruktur lingkungan, hingga akses jalan desa guna mendukung percepatan pembangunan wilayah.

Di bidang lingkungan, pengelola tol turut mendukung upaya pemerintah daerah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur pengendalian banjir melalui kegiatan normalisasi, rehabilitasi, dan penataan sejumlah aliran sungai di sekitar wilayah operasional.

"Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko banjir sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman dan produktif bagi masyarakat sekitar," katanya.

3. HKA Goes to Campus jembatani kampus dan dunia industri

IMG-20260327-WA0041.jpg
Aktivitas ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (Bakter). (DOK PT BTB Toll).

Di sektor pendidikan dan inovasi, Alkautsar melanjutkan, Tol Bakter juga menghadirkan program HKA Goes to Campus yang mempertemukan dunia industri dengan perguruan tinggi.

Melalui program tersebut, mahasiswa dan akademisi diberi kesempatan melakukan penelitian, pengembangan teknologi, studi lapangan, magang, hingga pengabdian kepada masyarakat bersama pengelola jalan tol.

Kolaborasi itu membuka ruang lahirnya berbagai inovasi di bidang keselamatan jalan, komunikasi publik, pengelolaan lingkungan, rekayasa lalu lintas, pemberdayaan masyarakat, hingga transformasi digital.

"Selain itu, keberadaan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar juga dinilai memberikan dampak ekonomi yang signifikan melalui percepatan distribusi logistik, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta dukungan terhadap mobilitas masyarakat di Pulau Sumatra, khususnya Lampung," ucap dia.

4. Infrastruktur harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat

IMG-20260331-WA0016.jpg
Potret udara penetapan delay system di rest area ruas Bakter. (Dok. PT BTB).

Alkautsar menambahkan, selama tiga tahun terakhir Tol Bakter telah bertransformasi tidak hanya sebagai operator jalan tol, tetapi juga mitra strategis pembangunan daerah.

"Kami meyakini keberhasilan sebuah infrastruktur tidak hanya diukur dari panjang jalan yang dibangun atau volume lalu lintas yang dilayani, tetapi juga dari seberapa besar manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dapat dirasakan masyarakat," ujarnya.

Menurut dia, pengelola tol berupaya memastikan keberadaan jalan tol mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar melalui berbagai program pemberdayaan, pembangunan infrastruktur desa, kolaborasi dengan perguruan tinggi, hingga dukungan terhadap pengendalian banjir. Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur modern harus mampu menghasilkan nilai tambah yang berkelanjutan.

"Tol tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya. Tol harus mampu menghubungkan ilmu pengetahuan dengan praktik industri, menghubungkan pertumbuhan ekonomi dengan kesejahteraan masyarakat, serta menghubungkan pembangunan fisik dengan pembangunan sumber daya manusia," katanya.

Ke depan, pengelola Tol Bakter berkomitmen memperkuat implementasi ESG, memperluas program pemberdayaan masyarakat, meningkatkan kolaborasi riset dengan perguruan tinggi, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung pengelolaan infrastruktur yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More