Peresmian simbolis injeksi perdana Chemical Enhance Oil Recovery (CEOR) berbasis polimer di Lapangan Rama PHE OSES (Dok PHE OSES)
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, menjelaskan sebelum masuk tahap implementasi, proyek CEOR PHE OSES telah melalui serangkaian kajian dan persiapan. Tahap tersebut mencakup studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional lepas pantai, kajian keekonomian, hingga manajemen risiko.
“Selain itu, proyek juga menjalani proses assessment dan review oleh para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina. Rangkaian kajian tersebut dilakukan untuk memastikan proyek memiliki kesiapan dari sisi teknis, operasional, keekonomian, serta aspek keselamatan,” paparnya.
Simon berharap, dengan persiapan tersebut, implementasi CEOR di Lapangan Offshore Rama diharapkan tidak hanya memberikan tambahan produksi, tetapi juga menghasilkan data dan pengalaman teknis yang dapat menjadi pembelajaran untuk penerapan teknologi serupa di lapangan lainnya.
PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek CEOR ini dapat direalisasikan hingga 2030. Dalam tahap awal, proyek diharapkan menghasilkan data operasional dan pembelajaran teknis yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja teknologi polymer flooding di Lapangan Offshore Rama.
Data tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk melakukan validasi teknologi sekaligus mempertimbangkan pengembangan implementasi CEOR secara full field. Artinya, keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari dampaknya terhadap produksi dalam jangka pendek, tetapi juga dari kemampuannya menjadi model pengembangan EOR yang dapat diterapkan secara lebih luas.