Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Catat! Info BMKG Ada Peringatan Dini Banjir di Bandar Lampung
Banjir melanda pemukiman warga di Bandar Lampung. (IDN Times/Muhaimin)
  • BMKG Lampung keluarkan peringatan dini waspada untuk Kota Bandar Lampung akibat curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan petir.
  • 14 kecamatan di Bandar Lampung diimbau waspada dan berhati-hati mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi, dengan potensi dampak genangan air, banjir, banjir bandang, longsor, angin kencang, dan petir.
  • Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari daerah rawan banjir dan longsor, serta memperbarui informasi cuaca melalui
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Lampung mengeluarkan peringatan dini status waspada untuk wilayah Kota Bandar Lampung, Kamis (27/2/2025).

Prakirawan cuaca BMKG Lampung, Yoyo Dewantoro mengatakan, curah hujan yang tercatat mencapai 10,6 mm pada pukul 16.03 WIB berpotensi menyebabkan banjir. "Selain banjir potensi lainnya adalah banjir bandang, longsor, serta gangguan akibat angin kencang dan petir," katanya.

1. Wilayah rawan banjir dan longsor

Sungai di Tanjung Senang, tampak dari kamera drone. (IDN Times/Istimewa)

Yoyo membeberkan beberapa kecamatan yang berpotensi terdampak dari banjir yakni Rajabasa, Labuhan Ratu, Tanjung Senang, Langkapura, Kemiling, Kedamaian, Way Halim, Kedaton, Tanjungkarang Barat, Tanjungkarang Timur, Telukbetung Utara, Telukbetung Timur, Panjang dan Tanjungkarang Pusat.

"Untuk 14 kecamatan tersebut kita minta untuk waspada dan berhati-hati mengingat intensitas hujan masih cukup tinggi," bebernya.

2. Potensi dampak

Tembok sekolah yang roboh di SDN 01 Way Lunik Panjang. (IDN Times/Muhaimin)

Yoyo menyampaikan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang ini dapat menimbulkan berbagai dampak.

"Genangan air di perkotaan yang dapat menghambat aktivitas warga. Banjir dan banjir bandang di daerah rendah atau sekitar aliran sungai. Lalu, longsor di wilayah berbukit dengan struktur tanah yang labil serta angin kencang dan petir yang berpotensi merusak atap, menumbangkan pohon, serta mengganggu jaringan listrik," jelasnya.

3. Masyarakat diminta waspada

Hujan deras dan angin kencang masih melanda kota Kupang dan sekitarnya

BMKG mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah antisipasi, seperti memastikan saluran air tidak tersumbat, menghindari daerah rawan banjir dan longsor, serta menyiapkan perlengkapan darurat jika terjadi situasi yang mengharuskan evakuasi.

"Jika terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada pihak berwenang atau BPBD setempat," ujar imbaunya.

Yoyo berharap, warga selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan instansi terkait.

Editorial Team

Related Article