Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cara Pemkab Lampung Selatan Antisipasi El Nino Godzilla 2026

Cara Pemkab Lampung Selatan Antisipasi El Nino Godzilla 2026
ilustrasi kekeringan (unsplash.com/@wolfgang_hasselmann)
Intinya Sih
  • Pemkab Lampung Selatan mempercepat masa tanam padi dan memperkuat pasokan air pertanian untuk menghadapi ancaman El Nino 'Godzilla' 2026 yang diprediksi memicu kemarau panjang dan kering.
  • Keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama, sehingga pemerintah mendorong penggunaan varietas padi adaptif agar produksi pangan tetap stabil meski terjadi kekeringan ekstrem.
  • Fenomena El Nino ekstrem diperkirakan berdampak luas pada cuaca, risiko kekeringan, karhutla, serta gangguan produksi pangan, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor menjaga ketahanan wilayah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Lampung Selatan, IDN Times - Strategi percepatan tanam hingga penguatan pasokan air pertanian menjadi fokus utama guna menjaga ketahanan pangan daerah di Lampung Selatan. Itu langkah antisipatif Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menghadapi ancaman fenomena El Nino “Godzilla” yang diperkirakan memicu musim kemarau lebih panjang, panas, dan kering 2026.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M Syaiful Anwar menjelaskan, pihaknya mempercepat masa tanam padi. Pada Februari 2026, realisasi tanam telah mencapai 5.000 hektare, disusul Maret sebesar 2.800 hektare, dan April ditargetkan 3.000 hektare.

Selain itu, pemerintah daerah juga menyusun target tanam berkelanjutan sebagai strategi menjaga ritme produksi, dengan peningkatan bertahap hingga mencapai 3.000 hektare pada Agustus.

1. Keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama

ilustrasi air bersih (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi air bersih (pexels.com/Pixabay)

Di sisi lain, keterbatasan sumber air menjadi tantangan utama. Selama ini, Lampung Selatan masih mengandalkan sumur bor dan aliran sungai untuk kebutuhan irigasi, namun kapasitasnya dinilai belum memadai jika terjadi kekeringan ekstrem.

Untuk mengatasi hal tersebut, Pemkab Lampung Selatan mendorong penggunaan varietas padi yang lebih adaptif terhadap kondisi minim air. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus meminimalkan dampak kekeringan.

Upaya antisipatif ini menjadi bagian dari strategi yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Lampung bersama kabupaten/kota dalam memperkuat mitigasi menghadapi perubahan iklim ekstrem.

2. Sektor pertanian paling rentan terdampak

ilustrasi kekeringan (pixabay.com)
ilustrasi kekeringan (pixabay.com)

Syaiful menegaskan, sektor pertanian menjadi salah satu yang paling rentan terdampak. Meski musim tanam kedua biasanya menghasilkan produksi lebih baik, ancaman kemarau panjang dinilai dapat mengganggu produktivitas secara signifikan.

“Untuk musim tanam kedua, biasanya produksinya lebih bagus. Tapi kalau kondisi kemaraunya terlalu panjang, itu yang mengkhawatirkan. Karena kondisi kemarau biasanya kering luar biasa,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

3. Tidak hanya berdampak perubahan cuaca

ilustrasi kekeringan (pixabay.com/Moshe Harosh)
ilustrasi kekeringan (pixabay.com/Moshe Harosh)

Menurut wakil bupati, fenomena El Nino ekstrem ini diproyeksikan tidak hanya berdampak pada perubahan cuaca. Tetapi juga meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan produksi pangan di wilayah Lampung.

Melalui sinergi lintas sektor, pemerintah daerah berharap mampu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap ancaman El Nino. Sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai penopang utama pangan masyarakat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More