Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bencana Juni 2026 di Lampung Turun, BPBD: Dampak Kemarau dan El Nino
Ilustrasi kemarau (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)
  • BPBD Lampung mencatat hanya sembilan laporan bencana pada Juni 2026, turun drastis dari Januari yang mencapai 126 kasus akibat curah hujan rendah dan pengaruh El Nino.
  • Fenomena El Nino diperkirakan berlanjut hingga Agustus, membuat cuaca lebih kering dan berpotensi memengaruhi sektor pertanian serta pasokan air di Provinsi Lampung.
  • BPBD mengimbau masyarakat hemat air, petani menyesuaikan pola tanam, serta menjaga kesehatan untuk mencegah dehidrasi dan gangguan pernapasan selama musim kemarau.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat jumlah laporan kejadian bencana alam sepanjang Juni 2026 menurun signifikan. Kondisi ini dipengaruhi berkurangnya curah hujan seiring mulai menguatnya musim kemarau dan fenomena El Nino.

Analis Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Lampung, Faresha Revanza mengatakan, berdasarkan data Pusdalops, jumlah laporan bencana yang diterima selama Juni menjadi terendah sepanjang 2026.

"Sepanjang Juni kemarin laporan bencana yang masuk hanya sembilan kejadian. Angka ini turun cukup drastis dibanding Januari yang mencapai 126 laporan. Penurunan terutama terjadi pada kejadian banjir, tanah longsor, dan angin kencang karena curah hujan di Lampung selama Juni sangat rendah," ujarnya dimintai keterangan, Sabtu (11/7/2026).

1. El Nino diperkirakan berlanjut hingga Agustus

Peta curah hujan di Lampung selama Juni 2026. (Dok. BMKG Lampung).

Meski jumlah kejadian bencana menurun, Faresha mengingatkan masyarakat tidak lengah. Menurutnya, penurunan tersebut merupakan dampak peralihan ke musim kemarau yang dipengaruhi tren El Nino.

Faresha menambahkan, kondisi tersebut berpotensi besar memengaruhi sektor pertanian maupun aktivitas masyarakat Provinsi Lampung yang bergantung terhadap ketersediaan dan pasokan air.

"Berdasarkan hasil forecasting atau prediksi cuaca, pengaruh El Nino diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang Juli hingga Agustus. Kondisi ini membuat cuaca menjadi lebih kering dibanding biasanya," katanya.

2. Masyarakat diminta hemat air dan petani sesuaikan pola tanam

Ilustrasi hemat air (unsplash.com/Photo by Luis Tosta)

Menghadapi kondisi tersebut, BPBD Lampung mengimbau masyarakat mulai melakukan langkah-langkah antisipasi dan mitigasi secara mandiri, salah satunya dengan menghemat penggunaan air.

Faresha juga mengingatkan, para petani untuk menyesuaikan jadwal tanam maupun memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kekeringan.

"Kami mengimbau masyarakat mulai melakukan efisiensi penggunaan air di rumah. Untuk petani, sebisa mungkin sesuaikan jadwal tanam atau memilih varietas yang lebih tahan kering, serta memaksimalkan penampungan air mandiri yang tersedia," imbaunya.

3. Waspadai dehidrasi dan gangguan pernapasan

Ilustrasi Dehidrasi Selama Tidur (https://www.magnific.com/freepik)

Selain menjaga ketersediaan air, Faresha menambahkan, BPBD Lampung juga meminta masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan selama musim kemarau. Cuaca kering dan berdebu disebut dapat meningkatkan risiko dehidrasi hingga gangguan saluran pernapasan.

"Pastikan kebutuhan cairan harian terpenuhi dan gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan yang berdebu. Masyarakat juga diharapkan terus memantau informasi resmi dari BPBD Provinsi Lampung terkait perkembangan kondisi cuaca maupun potensi bencana," imbuhnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article