Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Rendam Empat Kecamatan, Apa Solusi Pemkab Lamsel?
Ilustrasi banjir (IDN Times/Arief Rachman)
  • Banjir melanda empat kecamatan di Lampung Selatan akibat hujan berintensitas tinggi, merendam ribuan rumah dan merusak infrastruktur seperti jembatan serta tanggul sungai di beberapa desa.
  • Pemkab Lampung Selatan bersama instansi terkait bergerak cepat melakukan penanganan darurat, membuka posko kesehatan, menyalurkan bantuan logistik, dan membersihkan material sisa banjir bersama warga.
  • Pemerintah daerah berkoordinasi dengan Pemprov Lampung dan BBWS untuk langkah pemulihan serta penataan kawasan agar risiko banjir serupa dapat diminimalisir ke depannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menyiapkan langkah strategis untuk penanganan pasca dan pemulihan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

1. Banjir dipicu hujan intensitas sedang hingga tinggi

Ilustrasi banjir (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (6/3/2026). Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit air pada sejumlah sungai, drainase, dan saluran irigasi hingga meluap ke permukiman warga.

Sejumlah kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar. Di beberapa titik, genangan air dilaporkan mencapai ketinggian antara satu hingga tiga meter.

Data sementara mencatat sekitar 1.341 kepala keluarga (KK) terdampak banjir tersebut. Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, seperti retaknya fondasi jembatan, robohnya pagar fasilitas umum, hingga jebolnya tanggul Sungai Way Sekampung di lima titik di Desa Malangsari dan Desa Kertosari.

2. Pemkab lakukan penanganan darurat di lapangan

Ilustrasi banjir (IDN Times/Esti Suryani)

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Darmawan. mengatakan, sejak awal kejadian pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait telah melakukan langkah penanganan darurat di lapangan.

“Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait telah bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan, mulai dari peninjauan lokasi, pembukaan posko kesehatan, distribusi bantuan logistik, hingga pembersihan material sisa banjir,” ujarnya.

Selain itu, penanganan juga dilakukan melalui kegiatan gotong royong bersama warga untuk membersihkan lumpur tersisa di permukiman, serta penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak. Di sektor kesehatan, dinas kesehatan bersama puskesmas di wilayah terdampak turut memberikan pelayanan kesehatan kepada warga serta menyiagakan tim medis guna mengantisipasi potensi penyakit pascabanjir.

3. Pemkab koordinasi dengan provinsi dan BBWS

ilustrasi kerjasama tim yang solid (pexels.com/fauxels)

Darmawan menambahkan, pemerintah daerah juga akan terus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pihak terkait lainnya untuk menangani penyebab banjir secara lebih menyeluruh.

Menurutnya, penanganan banjir tidak hanya berhenti pada tahap darurat, tetapi juga akan dilanjutkan dengan langkah pemulihan serta penataan kawasan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

“Penanganan banjir ini tidak hanya pada tahap darurat saja, tetapi juga akan dilanjutkan dengan langkah pemulihan serta penataan kawasan agar kejadian serupa dapat diminimalisir di masa mendatang,” kata Darmawan.

Editorial Team