Bandara Radin Inten II Kembali Beroperasi, Ditandai Penerbangan Garuda

- Bandara Radin Inten II kembali melayani penerbangan pada 8 September 2026 setelah pemantauan memastikan ruang udara bebas partikel abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
- Pengelola melakukan pemantauan berkala, paper test, pembersihan, dan pemeriksaan fasilitas bersama instansi terkait untuk memastikan standar keselamatan sebelum operasional dibuka.
- Operasional kembali ditandai penerbangan Garuda Indonesia GA 077 menuju Jakarta pukul 10.15 WIB; penumpang diminta memeriksa jadwal karena dapat berubah sesuai aktivitas vulkanik.
Lampung Selatan, IDN Times - Bandara Radin Inten II kembali beroperasi dan melayani penerbangan setelah sebelumnya terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9/2026).
General Manager Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti mengatakan, hasil pemantauan sejak Senin (7/9/2026) malam hingga Selasa (8/9/2026) pagi, kondisi menunjukkan tidak ditemukan partikel abu vulkanik di ruang udara Bandara Radin Inten II.
"Setelah dilakukan pemantauan dan pemeriksaan secara menyeluruh bersama seluruh instansi terkait, Bandara Radin Inten II kembali beroperasi pada hari ini. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan operasional penerbangan dapat berjalan dengan aman, lancar dan tetap mengutamakan keselamatan," ujarnya.
1. Pemantauan dilakukan setiap jam

Aktivitas penumpang Bandara Internasional Radin Inten II terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Kiki menjelaskan, keputusan untuk kembali membuka operasional bandara dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi sebaran abu vulkanik. Pemeriksaan dilakukan secara berkala, termasuk menggunakan paper test untuk memastikan keberadaan partikel abu vulkanik di sekitar area bandara.
Selain pemantauan ruang udara, pengelola juga melakukan pembersihan dan pemeriksaan fasilitas bandara, baik di sisi udara maupun sisi darat.
"Seluruh proses ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama instansi dan pemangku kepentingan terkait, untuk memastikan kondisi bandara memenuhi aspek keselamatan sebelum penerbangan kembali dilayani," katanya.
2. Penumpang terdampak pembatalan mendapat layanan pemulihan

Aktivitas penumpang Bandara Internasional Radin Inten II terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna). Selama periode operasional penerbangan terdampak abu vulkanik, pengelola Bandara Radin Inten II juga mengaktifkan prosedur Service Recovery Activation (SRA) untuk menangani calon penumpang yang mengalami pembatalan penerbangan.
Melalui prosedur tersebut, penumpang terdampak mendapatkan sejumlah layanan, di antaranya pemberian makanan ringan, air mineral, dan masker.
"Kami memahami bahwa kondisi seperti ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa. Melalui SRA, kami berupaya hadir secara langsung untuk memberikan perhatian dan pelayanan kepada penumpang yang terdampak," kata Kiki.
3. Penerbangan Garuda Indonesia jadi penanda operasional kembali dibuka

Bandara Internasional Radin Inten II, Lampung. (Dok. Bandara Radin Inten II). Layanan tersebut merupakan bentuk empati sekaligus komitmen InJourney Airports dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa dengan tetap mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan.
Selain itu, kembali beroperasinya Bandara Radin Inten II ditandai dengan keberangkatan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 077 rute Tanjungkarang (TKG)-Jakarta (CGK) pada pukul 10.15 WIB.
Meski operasional bandara telah kembali dibuka, pengguna jasa diminta tetap memperhatikan perkembangan terbaru terkait jadwal penerbangan dari maskapai masing-masing. Pengelola mengingatkan kondisi operasional penerbangan dapat berubah menyesuaikan perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau serta faktor keselamatan penerbangan.
"Kami mengimbau kepada seluruh calon penumpang untuk tetap memperhatikan informasi terbaru terkait jadwal dari maskapai masing-masing dan memastikan status penerbangan melalui contact center maskapai ataupun InJourney Airports guna menghindari penumpukan di bandara," imbuh Kiki.

















