Avtur Naik, Pemprov Lampung Sebut Penyesuaian Tarif Haji Masih Dikaji

- Pemprov Lampung memastikan keberangkatan jemaah haji 2026 tetap sesuai jadwal 26 April meski harga avtur naik akibat situasi geopolitik global.
- Kenaikan biaya penerbangan yang diajukan Garuda Indonesia sedang dikaji pemerintah bersama BPKP agar sesuai regulasi dan tidak mengganggu pelayanan jemaah.
- Sebanyak 5.962 jemaah asal Lampung akan diberangkatkan melalui sekitar 80 penerbangan, dengan Pemprov menjamin kenaikan biaya tak menghambat pelaksanaan haji.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memastikan keberangkatan jemaah haji 2026 tetap berjalan sesuai jadwal tanpa hambatan di tengah kenaikan harga avtur akibat dinamika geopolitik global.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan mengatakan, hasil rapat bersama sejumlah pihak termasuk Kanwil Kemenhaj Provinsi Lampung dan maskapai Garuda Indonesia, disepakati proses pemberangkatan jemaah haji tetap dilaksanakan pada 26 April 2026.
“InsyaAllah kita pastikan bersama dengan berbagai pihak, keberangkatan haji 26 April siap dilaksanakan. Pemerintah menjadikan kenyamanan dan kelancaran jemaah sebagai prioritas utama,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
1. Jamin pelaksanaan haji berjalan sesuai skema telah ditetapkan

Marindo menyebutkan, pemerintah hadir untuk menjamin seluruh proses pelaksanaan ibadah haji berjalan sesuai skema telah ditetapkan, tanpa mengganggu hak jemaah yang sudah lama menunggu keberangkatan hingga puluhan tahun.
Menurutnya, kenaikan biaya angkutan udara dipicu lonjakan harga avtur cukup signifikan sejak awal April 2026. Berdasarkan data PT Pertamina, harga avtur domestik di Bandara Soekarno-Hatta meningkat hingga 72,45 persen, sementara untuk penerbangan internasional naik hingga 80,32 persen.
"Kondisi ini dipengaruhi situasi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah dan dikategorikan sebagai keadaan kahar (force majeure)," ucapnya.
2. Kenaikan biaya perjalanan masih dikaji sesuai regulasi

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Marindo melanjutkan, Garuda Indonesia selaku pemenang tender pengangkutan udara jemaah haji Lampung sudah mengajukan penyesuaian harga dari nilai kontrak awal sebesar Rp28,79 miliar.
Permintaan tersebut tengah dikaji oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk BPKP guna memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku.
“Semua kenaikan harus melalui perhitungan dan pengecekan. Kita pastikan sesuai regulasi, ada ambang batasnya dan tetap akuntabel. Tapi di sisi lain, pelayanan kepada jemaah tidak boleh terganggu,” katanya.
3. Pastikan dinamika kenaikan biaya tak akan hambat pelaksanaan haji

Marindo melanjutkan, jumlah jemaah haji asal Provinsi Lampung 2026 tercatat sekitar 5.962 orang yang akan diberangkatkan melalui 13 kloter penuh dan 1 kloter gabungan. Dengan kapasitas pesawat 162 orang, total penerbangan mencapai sekitar 80 kali, termasuk keberangkatan dan pemulangan dari Bandara Radin Inten II menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Terkait potensi selisih biaya akibat penyesuaian tarif, ia menyebut mekanisme pembiayaan akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah kabupaten/kota. Sebab, jemaah haji merupakan tanggung jawab daerah masing-masing.
Selain itu, Pemprov Lampung akan memastikan dinamika kenaikan biaya tidak akan menghambat pelaksanaan ibadah haji tahun ini dan seluruh jemaah tetap diberangkatkan sesuai jadwal yang telah ditentukan.
“Yang pasti kita pastikan regulasi ditegakkan, tapi pelayanan kepada jemaah tetap menjadi prioritas. Mereka sudah menunggu lama, jadi harus kita pastikan berangkat dengan nyaman,” imbuhnya.


















