TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Guru Cabuli 5 Anak di Way Kanan Berdalih Jarang Dilayani Istri

Guru PNS mengajar sejak 2008

Perbuatan bejat tersangka pencabulan terhadap lima anak sekolah dasar kelas 3 di Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan inisal DR (56). (IDN Times/Istimewa)

Way Kanan, IDN Times - Perbuatan bejat tersangka pencabulan terhadap lima anak sekolah dasar kelas 3 di Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan inisal DR (56) diakui lantaran jarang mendapat jatah berhubungan badan dari sang istri.

Pengakuan tersebut disampaikan tersangka dalam proses pemeriksaan di hadapan Tim Penyidik Satreskrim Polres Way Kanan, saat dimintai keterangan pascaditangkap atas laporan orang salah satu korban inisal D (8).

"Dari pengakuan tersangka, katanya karena jarang dikasih jatah (hubungan badan) dari istrinya," ujar Kasatreskrim Polres Way Kanan, AKP Andre Try Putra saat diminta keterangan, Senin (10/10/2022).

Baca Juga: Bejat! Ayah di Mesuji Tega Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 9 Bulan

1. Mengajar di sekolah tersebut sejak 2008

Ilustrasi Pelajar (SD) (IDN Times/Mardya Shakti)

Merujuk proses pemeriksaan tersebut, Andre menyatakan, tersangka berstatus sebagai salah satu guru PNS di sekolah dasar terletak di kecamatan setempat. DR juga disebut telah mengabdi sejak 2008, dengan masa kerja 11 tahun sebagai tenaga pengajar.

"Benar, tersangka merupakan pegawai negeri guru. Informasinya 4 tahun lagi akan pensiun," ungkap Andre.

2. DPRD minta semua pihak sikapi serius kekerasan seksual

Satreskrim Polres Way Kanan menangkap seorang guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) inisial DR, berdomisili di Kecamatan Gunung Labuhan, Way Kanan. (IDN Times/Istimewa).

Menyoroti peristiwa pencabulan terhadap anak di bawah umur tersebut, Ketua DPRD Way Kanan, Nikman Karim mengatakan, pihaknya merasa amat prihatin menyikapi kasus ini. Terlebih, tindak pidana itu berlangsung di lingkungan pendidikan dan dilakukan tenaga pendidik.

Oleh karenanya, ia mengingatkan agar semua pihak dapat serius menyikapi ancaman kekerasan seksual menimpa anak, itu sekalipun di lingkungan sekolah. Misalnya, setiap guru memberikan imbauan dan edukasi kekerasan seksual di kelas-kelas.

"Semua perlu ekstra turun ke bawah dan memohon diberikan waktu, untuk memberikan imbauan di upacara setiap sekolah pada Senin pagi," ucap dia.

3. Dinas bakal gelar tes psikologi ke semua guru di Way Kanan

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Way Kanan, Machiavelli Herman Tarmizi menambahkan, peristiwa pencabulan pukulan telak bagi insan dunia pendidikan. Ia pun amat menyayangkan seorang guru sejatinya memberikan ilmu kepada peserta didik, ini justru menodai muridnya sendiri.

Maka dari itu, dinas pendidikan setempat bakal mendukung penuh dan menyerahkan seluruh upaya proses hukum terhadap tersangka DR kepada Polres Way Kanan. "Untuk langkah preventif sudah dilakukan pembinaan-pembinaan di tiap sekolah, tetapi memang kejadian tersebut masih belum bisa dihindarkan," imbuh dia.

Lebih lanjut dinas juga akan menggelar tes psikologi kepada seluruh guru bertugas di kabupaten setempat. "Ini sebagai upaya kami mencegah terjadinya kasus tindak pidana serupa di kemudian hari," sambung Herman.

Baca Juga: Polisi Tangkap Guru Predator Anak di Way Kanan! HP Berisi Foto Senonoh

Berita Terkini Lainnya