Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Alasan Warga Balam Diminta Cegah Kasus DBD Dimulai dari Rumah

Alasan Warga Balam Diminta Cegah Kasus DBD Dimulai dari Rumah
Ilustrasi DBD. (IDN Times/Aditya Pratama).
Intinya Sih
  • Dinas Kesehatan Bandar Lampung menegaskan pencegahan DBD paling efektif dimulai dari rumah dengan peran aktif warga sebagai jumantik mandiri.
  • Warga diimbau rutin menjalankan gerakan 3M dan menggunakan larvasida pada tempat air yang sulit dikuras untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
  • Fogging hanya dilakukan saat ada kasus terkonfirmasi, sementara langkah utama tetap pemberantasan sarang nyamuk agar rantai penularan DBD terputus.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat pencegahan demam berdarah dengue (DBD) paling efektif dimulai dari lingkungan rumah masing-masing.

Kepala Dinkes Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung, meminta warga untuk aktif menjadi juru pemantau jentik (jumantik) secara mandiri.

"Warga harus aktif secara mandiri untuk melakukan pengecekan dan membersihkan tempat yang menjadi sarang nyamuk," katanya, Minggu (1/7/2026).

1. Mulai dari sampah kecil

ilustrasi sampah plastik
ilustrasi sampah plastik (pexels.com/@Jaybeey __photos)

Muhtadi menyanpaikan, nyamuk Aedes aegypti bisa berkembang biak di genangan air bersih, termasuk pada wadah kecil yang sering luput dari perhatian.

“Bekas botol atau gelas plastik yang terisi air hujan pun bisa menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” ujarnya.

2. Terapkan gerakan 3M

WhatsApp Image 2025-11-06 at 12.38.55.jpeg
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Temenggung Arsyad. (IDN Times/Muhaimin)

Muhtadi menjelaskan masyarakat perlu rutin menjalankan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Selain itu, penggunaan larvasida atau abate bisa dilakukan pada tempat penampungan air yang sulit dikuras. “Kalau airnya bisa dibuang, sebaiknya dibuang dan dibersihkan,” jelasnya.

3. Fogging bukan solusi utama

Ilustrasi Fogging
Ilustrasi Fogging (pexels.com/Garda Pest Control Indonesia)

Dinkes Bandar Lampung juga menerapkan fogging fokus ketika ditemukan kasus DBD yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

Meski begitu, Muhtadi menegaskan fogging bukan langkah utama untuk mencegah penyebaran DBD.

"Cara paling efektif untuk mencegah DBD tetap dengan memutus siklus hidup nyamuk melalui pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan sekitar," jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca pancaroba yang sulit diprediksi karena berpotensi meningkatkan kasus DBD.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More