Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BPS Lampung dan Pemkot Balam Perkuat UMKM lewat Sensus Ekonomi 2026

BPS Lampung dan Pemkot Balam Perkuat UMKM lewat Sensus Ekonomi 2026
Ilustrasi pendataan masyarakat. (Polmankab)
Intinya Sih
  • BPS Lampung menegaskan pentingnya data akurat melalui Sensus Ekonomi 2026 sebagai dasar kebijakan penguatan UMKM dan usaha digital di daerah.
  • Sebanyak 697 petugas sensus diterjunkan untuk mendata lebih dari 421 ribu pelaku usaha di Bandar Lampung dengan sistem pengawasan berlapis demi menjaga kualitas dan kerahasiaan data.
  • Pemkot Bandar Lampung mendukung penuh sensus ini karena hasilnya akan menjadi pijakan strategis dalam mendorong investasi, pertumbuhan industri, serta transformasi ekonomi berbasis data.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandar Lampung, IDN Times — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menegaskan pentingnya data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan ekonomi, khususnya terkait perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga usaha digital.

Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution mengatakan, pembangunan ekonomi saat ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan asumsi, melainkan harus berbasis data yang objektif dan dapat dipercaya.

“Untuk menyatakan suatu kondisi benar atau tidak, tentu harus didukung oleh data yang valid. Itulah tugas BPS sebagai lembaga statistik resmi negara,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

1. Sensus ekonomi jadi dasar kebijakan pemerintah

IMG-20260627-WA0000.jpg
Kepala BPS Provinsi Lampung Ahmadriswan Nasution. (IDN Times/Muhaimin)

Ahmadriswan menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 kembali dilaksanakan sebagai agenda rutin BPS setiap 10 tahun sekali.

"Hasil pendataan tersebut nantinya menjadi acuan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan ekonomi nasional maupun daerah," katanya.

Ia mencontohkan, hasil Sensus Ekonomi 2006 menunjukkan sekitar 99,8 persen pelaku usaha di Indonesia merupakan UMKM. Data itu kemudian menjadi salah satu dasar lahirnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang UMKM, termasuk penguatan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selanjutnya pada Sensus Ekonomi 2016, BPS mencatat sebagian UMKM berkembang menjadi usaha menengah hingga besar. Data tersebut kemudian menjadi salah satu rujukan penyusunan kebijakan penyederhanaan perizinan usaha berbasis daring.

2. Fokus data usaha digital dan bisnis rumahan

Ilustrasi bisnis online pakaian (freepik.com/freepik)
Ilustrasi bisnis online pakaian (freepik.com/freepik)

Pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, BPS juga ingin memotret berbagai fenomena ekonomi baru yang berkembang di masyarakat. Mulai dari toko online, usaha digital, hingga bisnis rumahan akan masuk dalam proses pendataan.

Seluruh jenis usaha akan didata, baik yang beroperasi di kawasan permukiman maupun yang menjalankan aktivitas secara digital.

“Hasil pendataan ini nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai dasar penyusunan kebijakan yang sesuai dengan perkembangan dunia usaha saat ini, termasuk penguatan sektor usaha digital,” jelasnya.

3. Libatkan ratusan petugas sensus

Ilustrasi petugas sensus menjumpai langsung pelaku usaha
Ilustrasi petugas sensus menjumpai langsung pelaku usaha secara langsung (pexels.com/Firman Mare)

Ahmadriswan menjelaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kota Bandar Lampung melibatkan sebanyak 697 petugas sensus dari berbagai latar belakang profesi.

Para petugas nantinya akan mendata sekitar 421.380 muatan keluarga dan pelaku usaha yang menjadi target sensus.

"Untuk menjaga kualitas data, BPS menerapkan sistem pengawasan berlapis mulai dari rekrutmen petugas, pelatihan, hingga evaluasi berkala selama proses pendataan berlangsung," jelasnya.

Ahmadriswan mengakui tantangan terbesar dalam pelaksanaan sensus adalah membangun kepercayaan masyarakat agar bersedia memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.

Meski demikian, ia memastikan seluruh data responden dijamin kerahasiaannya sesuai ketentuan statistik resmi.

"Sebagai bentuk ajakan kepada masyarakat, BPS mengusung slogan TIR, yakni Terima petugas dengan baik, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga," ucapnya.

4. Pemkot Bandar Lampung dukung pelaksanaan sensus

IMG-20260330-WA0000.jpg
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. (IDN Times/Muhaimin)

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya akan menjadi pijakan penting dalam meningkatkan investasi, mendorong pertumbuhan industri, mengembangkan UMKM, menciptakan lapangan kerja, hingga mempercepat transformasi ekonomi daerah.

Menurut Eva, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi investasi informasi untuk masa depan daerah.

“Hari ini kita memulai sebuah langkah penting untuk memastikan bahwa pembangunan ekonomi yang kita jalankan benar-benar berdasarkan data yang akurat, objektif, dan dapat dipercaya,” ujarnya

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing

Latest News Lampung

See More