Hadapi Tekanan Fiskal, Pemprov Lampung Tetap Salurkan Hibah ke Veteran

- Pemprov Lampung tetap menyalurkan hibah Rp50 juta kepada LVRI pada 2026, meski nilainya turun dari Rp200 juta tahun sebelumnya akibat penurunan kemampuan fiskal daerah.
- Lampung mendapat kuota Kemensos bagi empat janda perintis kemerdekaan, masing-masing menerima tunjangan Rp2 juta per tahun pada 2026.
- Dinas Sosial Lampung menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan veteran, seperti kursi roda, biaya pengobatan, pendampingan rumah sakit, dan sembako, serta menekankan keteladanan perjuangan bagi generasi muda.
Bandar Lampung, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengklaim memperhatikan kesejahteran para veteran dan perintis kemerdekaan tetap diberikan di tengah tekanan kondisi fiskal daerah sedang mengalami penurunan.
Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Lampung, Aswarodi mengatakan, salah satu bentuk perhatian tersebut diwujudkan melalui pemberian hibah kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Lampung.
"Setiap tahunnya pemerintah daerah dalam hal ini Provinsi Lampung, pak gubernur itu selalu memberikan perhatian. Di antaranya hampir setiap tahun pemerintah selalu memberikan hibah untuk LVRI," ujarnya dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).
1. Alokasi hibah Rp50 juta ke LVRI

Mayor (Purn) Subardi (75) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Lampung. (IDN Times/Istimewa). Aswarodi menjelaskan, nilai hibah untuk LVRI pada 2026 menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Pemprov Lampung mengalokasikan hibah sebesar Rp50 juta untuk LVRI.
Menurutnya, penurunan tersebut tidak hanya terjadi pada LVRI tetapi juga sejumlah organisasi dan lembaga lainnya. Kondisi itu merupakan dampak dari kemampuan fiskal daerah yang sedang menurun.
"Tahun ini pemerintah mengalokasikan hibah untuk LVRI senilai 50 juta. Tahun kemarin 200 juta, tahun sebelumnya 250 juta. Jadi menurun memang karena kondisi fiskalnya lagi tidak baik," jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan LVRI tetap menjadi salah satu organisasi dipertahankan untuk mendapatkan dukungan dari Pemprov Lampung.
2. Bantuan bagi janda perintis kemerdekaan

ilustrasi bantuan makanan (pexels.com/RDNE Stock project) Selain hibah organisasi, Pemprov Lampung turus mengusulkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) bagi janda perintis kemerdekaan.
Pada 2026, Lampung mendapatkan kuota bantuan untuk empat janda perintis kemerdekaan masing-masing penerima memperoleh tunjangan sebesar Rp2 juta per tahun dari Kemensos.
"Walaupun tidak banyak, kondisi fiskalnya lagi tidak baik, kita dapat kuotanya empat orang janda perintis," ujarnya.
3. Santuni kursi roda hingga sembako

Ilustrasi kursi roda (pixabay.com/stux) Aswarodi melanjutkan, perhatian Pemprov Lampung terhadap veteran juga diberikan melalui bantuan sosial disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima. Kondisi sebagian veteran sudah berusia lanjut membuat kebutuhan cukup beragam, sehingga Pemprov Lampung melalui Dinas Sosial berupaya memfasilitasi kebutuhan tersebut selama tersedia dalam program telah dianggarkan.
Bantuan diberikan antara lain berupa kursi roda bagi veteran yang membutuhkan, bantuan biaya pengobatan atau pendampingan ke rumah sakit, hingga pemenuhan kebutuhan dasar berupa sembako. Bantuan tersebut biasanya semakin diperkuat menjelang momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia jatuh pada 17 Agustus.
"LVRI ini kan personelnya sudah sepuh-sepuh, sudah tua-tua. Ada yang sudah tidak bisa jalan. Di momen-momen hari kemerdekaan, kalau butuh pengobatan dan segala macam, perhatian pak gubernur sangat besar," ucap dia.
4. Perjuangan veteran jadi teladan generasi muda

Ilustrasi nasionalisme (Pexels.com/Rosyid Arifin) Aswarodi menambahkan, perhatian pemerintah terhadap veteran tidak hanya berkaitan dengan bantuan material. Para veteran dan perintis kemerdekaan juga dipandang sebagai sosok memiliki nilai perjuangan dan keteladanan bagi generasi muda.
Oleh karenanya, Pemprov Lampung setiap tahun juga berupaya mendorong munculnya tokoh-tokoh daerah yang dapat diusulkan sebagai pahlawan daerah maupun pahlawan nasional. "Kita tentunya setiap tahun bukan hanya veteran, kita menghargai jasa-jasa para perintis kemerdekaan," ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap semangat perjuangan, cinta Tanah Air, dan pengabdian ditunjukkan para pejuang dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Bentuk perjuangan disebut berubah seiring mengikuti zaman.
"Jika dahulu para pejuang mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata, generasi saat ini memiliki tantangan berbeda dalam menjaga kedaulatan dan membangun bangsa. Contoh teladan dari para perintis, semangat mereka dan sebagainya, ini tetap harus kita hargai," imbuh Aswarodi.



















