XLSMART Mulai Manfaatkan Spektrum Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

- XLSMART mulai memanfaatkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap untuk memperluas jangkauan serta meningkatkan kualitas layanan 5G di Indonesia.
- Spektrum 700 MHz mendukung jangkauan dan penetrasi sinyal, sedangkan 2,6 GHz menambah kapasitas data; hingga semester I 2026, 5G XLSMART hadir di 52 kota.
- Perluasan 5G ditujukan membuka akses pembelajaran, layanan publik, kesehatan, dan UMKM, serta mendukung cloud, IoT, AI, dan otomasi bagi industri.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) mulai memanfaatkan spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz secara bertahap untuk mendukung perluasan jangkauan dan peningkatan kualitas layanan 5G di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen XLSMART untuk mendukung agenda pemerintah dalam memperkuat konektivitas digital nasional dan memperluas manfaat teknologi bagi masyarakat.
Bagi XLSMART, tambahan spektrum bukan semata mengenai peningkatan kapasitas jaringan, tetapi menjadi salah satu fondasi penting untuk menghadirkan manfaat konektivitas digital kepada semakin banyak masyarakat Indonesia.
1. Keberhasilan 5G bukan hanya diukur dari berapa banyak kota atau BTS yang terhubung

Ilustrasi teknisi sedang memeriksa BTS operator seluler. (Dok. XLSMART). Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, mengatakan, keberhasilan 5G bukan hanya diukur dari berapa banyak kota atau BTS yang terhubung, tetapi dari seberapa besar konektivitas yang lebih baik dapat membuka kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, menjalankan usaha, mengakses layanan publik, dan meningkatkan produktivitas.
Menurut Merza, ketersediaan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz membuka ruang yang semakin besar bagi industri telekomunikasi untuk bersama-sama mempercepat pemerataan konektivitas dan pengembangan ekosistem 5G nasional.
“Kami mengapresiasi langkah Komdigi menghadirkan spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz sebagai fondasi penting bagi industri untuk bersama-sama memperluas manfaat konektivitas berkualitas kepada semakin banyak masyarakat Indonesia. XLSMART siap mengambil bagian dalam mendukung agenda pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan ekosistem digital nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (16/8/2026).
2. Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki karakteristik saling melengkapi

ilustrasi gelombang spektrum (unsplash.com/ Mulyadi) Merza mengatakan, spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz memiliki karakteristik yang saling melengkapi. Spektrum 700 MHz memungkinkan jangkauan jaringan yang lebih luas dan penetrasi sinyal yang lebih baik.
Sementara spektrum 2,6 GHz memberikan kapasitas lebih besar untuk mendukung kebutuhan data yang tinggi, terutama di wilayah dengan aktivitas digital yang padat. Kombinasi keduanya memungkinkan pengembangan 5G dengan jangkauan yang semakin luas sekaligus kapasitas yang semakin kuat.
Pemanfaatan spektrum baru tersebut melanjutkan pengembangan jaringan 5G XLSMART. Tercatat, hingga semester I 2026 telah hadir di 52 kota dengan dukungan sekitar 15 ribu BTS 5G dan cakupan populasi nasional mencapai 23 persen.
Penguatan spektrum diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas dan kualitas jaringan sekaligus membuka ruang bagi perluasan 5G secara bertahap ke semakin banyak wilayah.
3. Perluasan 5G bukan semata kecepatan internet lebih tinggi

ilustrasi 5G (pixabay.com/torstensimon) Merza menjelaskan, bagi masyarakat, perluasan 5G bukan semata mengenai kecepatan internet yang lebih tinggi. Konektivitas yang semakin luas dan berkualitas dapat membuka akses yang lebih besar terhadap pembelajaran digital, layanan kesehatan dan pemerintahan, sekaligus membantu UMKM memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Bagi dunia usaha dan industri, kapasitas jaringan yang semakin kuat juga membuka peluang lebih besar bagi pemanfaatan cloud, Internet of Things (IoT), kecerdasan artifisial (AI), otomasi, serta berbagai solusi digital lainnya. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing berbagai sektor ekonomi Indonesia.
Namun, perluasan jaringan dan ketersediaan spektrum hanyalah satu bagian dari perjalanan pengembangan 5G. Agar manfaat teknologi tersebut dapat dirasakan semakin luas, dibutuhkan ekosistem yang mendukung, mulai dari ketersediaan perangkat 5G yang semakin beragam dan terjangkau, pengembangan use case yang relevan, hingga kesiapan berbagai sektor dalam mengadopsi teknologi 5G.
Merza menambahkan, fase berikutnya bukan lagi hanya tentang seberapa luas 5G tersedia, tetapi seberapa besar teknologi ini dapat digunakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.




















