Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Emak-emak di Lampung Aksi Dukung MBG, Bantu Ekonomi Keluarga?
Massa menggelar aksi dukungan pemerintah dan program MBG di Tugu Adipura. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
  • Sejumlah emak-emak di Bandar Lampung turun ke jalan mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena merasa terbantu dalam pemenuhan gizi anak dan penghematan biaya harian keluarga.
  • Program MBG dinilai membuka peluang kerja baru bagi masyarakat, seperti pekerja tim ompreng yang memperoleh penghasilan tetap dan mampu memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.
  • Para peserta aksi berharap program MBG terus dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya, sebab penghentian program dikhawatirkan berdampak pada kesejahteraan penerima manfaat serta pekerja terkait.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Kelompok massa emak-emak turun ke jalan mengikuti aksi mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut bagi keluarganya.

Salah satu peserta aksi, Elok Rahmawati menilai program MBG memiliki dampak positif terutama bagi kesehatan dan pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Menurutnya, keberadaan program andalan Presiden Prabowo tersebut membantu para orang tua memenuhi kebutuhan makan anak saat berada di sekolah.

"Programnya bagus untuk kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Kalau anak belum sempat sarapan di rumah, setidaknya mereka tetap mendapat makanan di sekolah. Jadi perut mereka tidak kosong," ujarnya dimintai keterangan di tengah aksi, Senin (22/6/2026).

1. Efisiensi uang jajan anak

Massa menggelar aksi dukungan pemerintah dan program MBG di Tugu Adipura. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Elok melanjutkan, program MBG juga disebut cukup membantu mengurangi pengeluaran harian keluarga. Adanya makanan disediakan di sekolah, orang tua tidak perlu memberikan uang jajan dalam jumlah besar kepada anak-anak mereka.

Meski demikian, ia berharap kualitas pelaksanaan program terus diperbaiki. Salah satunya terkait penyediaan susu yang dinilai menjadi salah satu menu paling ditunggu para siswa.

"Anak-anak berharap kalau bisa ada susu setiap hari. Itu yang menurut saya perlu dibenahi ke depannya," kata dia.

2. Sebut hadirkan peluang kerja

Massa menggelar aksi dukungan pemerintah dan program MBG di Tugu Adipura. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Selain penerima manfaat, dukungan terhadap MBG juga datang dari para pekerja terlibat dalam operasional program tersebut. Kriyani, salah satu pekerja tim ompreng di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karang Maritim, Kecamatan Panjang.

Kriyani mengaku program MBG tidak hanya membantu pemenuhan gizi anak-anak sebagai penerima manfaat, melainkan juga membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Sebagai contoh, ia menyebut sejak bekerja di MBG sekitar empat bulan terakhir, kondisi ekonomi keluarganya berangsur membaik lewat penghasilan Rp100 ribu per hari. "Dari bekerja di MBG, saya bisa mengumpulkan uang untuk sekolah anak, bayar les, bayar ngaji, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata dia.

3. Wanti-wanti keluhan penutupan MBG

Massa menggelar aksi dukungan pemerintah dan program MBG di Tugu Adipura. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Lebih dari itu, Kriyani mengaku berhasil melunasi seluruh utangnya setelah memperoleh penghasilan dari program tersebut. Sebelumnya, ia sempat memiliki pinjaman yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Menurutnya, penghentian program MBG akan berdampak luas, tidak hanya bagi para pekerja, tetapi juga masyarakat lain yang terlibat dalam rantai pasok kebutuhan pangan program tersebut.

"Banyak yang mengeluh kalau program ini berhenti. Kami berharap MBG tetap dilanjutkan, banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan adanya program ini," imbuhnya.

Editorial Team

Related Article