Aksi Dukung MBG di Lampung, Massa Bantah Disebut Gerakan Tandingan

- Aliansi Masyarakat Lampung Dukung MBG menggelar aksi di Tugu Adipura, menegaskan dukungan agar program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
- Koordinator aksi Isnan Subkhi menyebut massa sekitar dua hingga tiga ribu orang berasal dari berbagai daerah di Lampung dan membantah tudingan aksi tersebut sebagai gerakan tandingan.
- Isnan menilai dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG tidak seharusnya menjadi alasan penghentian program, sebab manfaatnya penting bagi ibu-ibu dan anak-anak penerima bantuan gizi.
Bandar Lampung, IDN Times - Aliansi Masyarakat Lampung Dukung MBG (AMAL MBG) membantah aksi dukungan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kawasan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung sebagai gerakan tandingan terhadap gelombang penolakan dan pemberhentian program andalan Presiden Prabowo tersebut.
Koordinator aksi, Isnan Subkhi mengatakan, kehadiran massa mayoritas kelompok emak-emak ini bukan untuk melakukan aksi tandingan terhadap kelompok tertentu, melainkan menyampaikan aspirasi masyarakat merasakan langsung manfaat program MBG.
"Hari ini kita turun sama-sama untuk menyuarakan kepada pemerintah agar MBG tetap dilanjutkan. Kita tidak mau kalau program ini dihentikan, karena program ini berkaitan langsung dengan ibu-ibu yang punya anak sekolah, juga ibu yang memiliki balita maupun baru melahirkan," ujarnya dimintai keterangan di sela aksi, Senin (22/6/2026).
1. Massa gabungan sekitar 2.000-3.000 orang

Isnan melanjutkan, peserta aksi berasal dari berbagai daerah di Provinsi Lampung. Selain warga Kota Bandar Lampung, massa juga datang dari Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur, hingga Lampung Selatan.
"Massa gabungan dari beberapa daerah. Estimasi jumlahnya sekitar dua sampai tiga ribu orang," ucapnya.
2. Bantah aksi tandingan

Lebih lanjut Isnan menjelaskan, peserta aksi merupakan gabungan antara penerima manfaat program dan para relawan berkerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama ini mendukung pelaksanaan MBG di berbagai tingkat daerah.
Disinggung ihwal anggapan aksi ini merupakan aksi tandingan terhadap pihak yang mengkritisi pelaksanaan program MBG, ia menegaskan sekalian membantah opini maupun pandangan tersebut.
"Bukan tandingan. Kita hanya ingin menyampaikan agar pemerintah pusat tetap melanjutkan program ini, karena manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat kelas bawah," tegasnya.
3. Sebut proses hukum bukan alasan pemberhentian

Isnan juga menyinggung adanya isu dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, persoalan hukum sedang diproses aparat penegak hukum tidak seharusnya menjadi alasan, untuk menghentikan program yang dinilai memberi dampak langsung kepada masyarakat.
"Kita berharap jangan sampai program yang betul-betul dirasakan masyarakat ini tidak berjalan sebagaimana mestinya, akibat ulah oknum yang menyalahgunakan anggaran," imbuhnya.
Pantauan IDN Times, aksi berlangsung tertib dengan massa membawa sejumlah spanduk berisi dukungan terhadap keberlanjutan program MBG. Mereka berharap pemerintah tetap menjalankan program tersebut.



















