Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Aksi Aliansi Lampung Menggugat Ada Bakaran Ban dan Vandalisme Menohok
Penampakan vandalisme, selembaran, hingga bakaran ban usai aksi Aliansi Lampung Menggugat. (IDN Times/Martin L Tobing).).

Bandar Lampung, IDN Times - Aksi unjuk rasa Aliansi Lampung Menggugat di gedung DPRD Provinsi Lampung menyisakan bakaran ban hingga sejumlah vandalisme dan selembar bernarasi menohok terhadap pemerintah sampai Presiden RI Joko 'Jokowi' Widodo.

Bekas pembakaran ban tersebut ditinggalkan para peserta demonstran tepat di depan gerbang utama kantor DPRD Provinsi Lampung.

Sedangkan sejumlah tulisan vandalisme itu diukir kelompok mahasiswa menggugat cat semprot jenis pilox warna merah dan hitam di dinding tembok gerbang utama.

Disela-sela vandalisme tersebut, turut tertempel beberapa selembar juga bernarasi monohok menyindir pemerintah maupun aparat kepolisian.

"Penggal Jokowi," tulis salah satu vandalisme. "DPR Ginting Sinte," narasi vandalisme lainnya.

Narasi monohok serupa juga tertulis pada selembaran ditempelkan pada gerbang utama DPRD Provinsi Lampung.

"Dewan Pembohong Rakyat," tulis pada selembaran.

"Aku tak takut karma, tidak takut neraka, tak bisa dipidana. Semua demi keluarga," tulis selembaran lainnya berlatarbelakang Presiden Jokowi didampingi anaknya Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep, serta sang menantu Bobby Nasution.

"Wajib pakai masker rawan polisi," ditulis pada selembaran lainnya.

Editorial Team

Related Article