Media Gathering Sumbagsel di Bandar Lampung, Jumat (23/10/2026). (IDN Times/Martin L Tobing).
Di antara seluruh mitra tersebut, media memiliki peran strategis untuk menjembatani informasi jaminan sosial dengan kebutuhan masyarakat. Melalui Media Gathering Sumbagsel, BPJS Ketenagakerjaan mendorong pendekatan komunikasi yang lebih relevan dan mudah dipahami melalui strategi Reframe, Relevansi, dan Resonansi (3R).
Pendekatan ini mencakup perubahan cara penyampaian pesan, penyesuaian informasi dengan kebutuhan dan kondisi pekerja, serta penguatan cerita nyata yang membangun empati dan kepercayaan. Dengan pendekatan tersebut, komunikasi mengenai jaminan sosial diharapkan tidak sekadar menyampaikan kewajiban dan regulasi, tetapi menjelaskan manfaat perlindungan sebagai kebutuhan untuk menjaga keberlangsungan penghasilan dan ketahanan ekonomi keluarga.
“Kami berharap rekan-rekan media terus menjadi mitra strategis dalam memperluas literasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Ketika sebuah pemberitaan mampu membuat seorang pekerja memahami pentingnya jaminan sosial dan memutuskan untuk melindungi dirinya, maka pemberitaan tersebut sesungguhnya telah ikut melindungi masa depan satu keluarga,” tambah Erfan.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Kuncoro Budi Winarno, menegaskan pentingnya memperkuat sinergi dengan insan pers untuk meningkatkan literasi jaminan sosial ketenagakerjaan. Menurutnya, media berperan strategis dalam menjembatani informasi perlindungan pekerja dengan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaat jaminan sosial semakin dipahami dan menjangkau lebih banyak pekerja.
“Harapan kami, rekan-rekan media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam mengedukasi masyarakat. Melalui pemberitaan yang akurat, relevan, dan dekat dengan kebutuhan pekerja, kami ingin semakin banyak masyarakat memahami pentingnya jaminan sosial dan tergerak untuk melindungi diri serta keluarganya,” tutup Kuncoro.