Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Daerah di Lampung Pengeluaran per Kapita Warga Tertinggi

5 Daerah di Lampung Pengeluaran per Kapita Warga Tertinggi
Illustrasi Belanja (Pexel/Kampus Production)
Intinya Sih
  • BPS Lampung merilis data lima daerah dengan pengeluaran per kapita tertinggi sebagai indikator kesejahteraan dan daya beli masyarakat di provinsi tersebut.
  • Kota Bandar Lampung menempati posisi pertama dengan total pengeluaran Rp1.859.722 per bulan, disusul Kota Metro di posisi kedua sebesar Rp1.733.945.
  • Lampung Barat, Pesisir Barat, dan Way Kanan melengkapi daftar lima besar, menunjukkan variasi ekonomi antara wilayah agraris dan perkotaan di Lampung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandar Lampung, IDN Times - Data rata-rata pengeluaran per kapita jadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi suatu daerah. Angka ini menggambarkan rata-rata pengeluaran tiap orang dalam sebulan, mulai dari kebutuhan makanan sampai non-makanan seperti transportasi, pendidikan, dan gaya hidup.

Gak cuma soal belanja, data ini juga mencerminkan daya beli masyarakat. Semakin tinggi pengeluaran per kapita, biasanya menandakan masyarakat punya kemampuan ekonomi yang lebih baik.

Sebaliknya, kalau masih rendah dan didominasi kebutuhan makanan, artinya masyarakat masih fokus pada kebutuhan dasar.

Sebab itu, Badan Pusat Statistik menggunakan data ini sebagai acuan untuk melihat tingkat kesejahteraan dan menyusun kebijakan. Berdasarkan data terbaru BPS Lampung, berikut lima daerah dengan rata-rata pengeluaran per kapita tertinggi di Lampung.

1. Kabupaten Lampung Barat

Illustrasi Belanja (Pexel/Ninthgrid)
Illustrasi Belanja (Pexel/Ninthgrid)

Kabupaten Lampung Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.142 km² dengan kondisi geografis didominasi perbukitan dan pegunungan, karena berada di kawasan Bukit Barisan. Wilayah ini dikenal dengan udara sejuk dan sektor perkebunan kuat, di mana mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani, khususnya kopi dan sayuran.

Dari data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan tercatat sebesar Rp716.609. Sementara untuk non-makanan mencapai Rp655.318. Total pengeluaran per kapita di daerah ini berada di angka Rp1.371.927.

Dengan angka tersebut, Lampung Barat menempati posisi kelima sebagai daerah dengan rata-rata pengeluaran per kapita tertinggi di Lampung. Hal ini menunjukkan meskipun berbasis agraris, daya beli masyarakatnya cukup tinggi.

2. Kabupaten Pesisir Barat

Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)
Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)

Kabupaten Pesisir Barat memiliki luas wilayah sekitar 2.889 km² dengan bentang alam pesisir indah dan berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Selain sektor perikanan, daerah ini juga dikenal dengan pariwisata baharinya. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan dan petani.

Berdasarkan data BPS, pengeluaran per kapita untuk makanan mencapai Rp771.489, sedangkan non-makanan sebesar Rp492.905. Total rata-rata pengeluaran per kapita per bulan berada di angka Rp1.264.394.

Dengan capaian tersebut, Pesisir Barat berada di posisi keempat dalam daftar ini. Tingginya pengeluaran makanan menunjukkan kebutuhan konsumsi cukup besar di wilayah ini.

3. Kabupaten Way Kanan

Illustrasi Belanja (Pexel/Kampus Production)
Illustrasi Belanja (Pexel/Kampus Production)

Kabupaten Way Kanan memiliki luas wilayah sekitar 3.921 km² dengan kondisi geografis berupa dataran rendah hingga perbukitan. Wilayah ini memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan, sehingga mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani.

Data BPS mencatat pengeluaran per kapita untuk makanan sebesar Rp682.642 dan non-makanan Rp525.159. Total rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai Rp1.207.802.

Angka tersebut menempatkan Way Kanan di posisi ketiga sebagai daerah dengan pengeluaran per kapita tertinggi di Lampung. Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara kebutuhan konsumsi dasar dan non-dasar masyarakat.

4. Kota Metro

Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)
Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)

Kota Metro memiliki luas wilayah sekitar 68 km² dan dikenal sebagai kota pendidikan di Lampung. Secara geografis, wilayah ini relatif datar dan berkembang sebagai kawasan perkotaan. Mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor jasa, pendidikan, dan perdagangan.

Menurut data BPS, pengeluaran per kapita untuk makanan mencapai Rp776.808, sementara non-makanan mencapai Rp957.137. Total pengeluaran per kapita per bulan berada di angka Rp1.733.945.

Dengan angka tersebut, Kota Metro menempati posisi kedua. Tingginya pengeluaran non-makanan mencerminkan gaya hidup masyarakat perkotaan lebih beragam.

5. Kota Bandar Lampung

Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)
Illustrasi Belanja (Pexel/Gustavo Fring)

Sebagai ibu kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah sekitar 197 km² dengan kondisi geografis memadukan dataran rendah dan perbukitan. Kota ini menjadi pusat ekonomi, perdagangan, dan jasa, sehingga mayoritas masyarakatnya bekerja di sektor formal dan bisnis.

Berdasarkan data BPS, pengeluaran per kapita untuk makanan mencapai Rp848.298, sedangkan non-makanan sebesar Rp1.011.424. Total rata-rata pengeluaran per kapita per bulan mencapai Rp1.859.722.

Dengan angka tersebut, Bandar Lampung berada di posisi pertama sebagai daerah dengan rata-rata pengeluaran per kapita tertinggi di Lampung. Hal ini menegaskan perannya sebagai pusat ekonomi dengan tingkat kesejahteraan masyarakat relatif lebih tinggi dibanding daerah lainnya.

Itulah lima daerah dengan rata-rata pengeluaran per kapita tertinggi di Lampung. Data ini memperlihatkan bagaimana perbedaan karakter wilayah, mulai dari perkotaan hingga agraris ikut memengaruhi pola konsumsi dan tingkat kesejahteraan masyarakatnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Lampung

See More