Bandar Lampung, IDN Times - Sebanyak 42 mahasiswa dari sembilan negara mengikuti Coastal and Tropical Infrastructure Development International Course (COSTROP-ID) 2026 digelar Fakultas Teknologi Infrastruktur dan Kewilayahan (FTIK) Institut Teknologi Sumatera (Itera). Program summer course yang berlangsung 29 Juni–9 Juli 2026 itu menjadi ajang pembelajaran sekaligus kolaborasi mahasiswa internasional untuk mengkaji pembangunan infrastruktur di kawasan pesisir dan tropis.
Peserta berasal dari Indonesia, Malaysia, Pakistan, Tanzania, Afghanistan, Korea Selatan, Mesir, Zimbabwe, dan Rwanda. Selama 11 hari, mereka akan mengikuti perkuliahan, diskusi lintas budaya, hingga kunjungan lapangan untuk mempelajari tantangan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di wilayah pesisir dan tropis.
42 Mahasiswa dari 9 Negara Belajar Infrastruktur Pesisir di Itera

1. Belajar langsung di kawasan pesisir Lampung
Ketua COSTROP-ID 2026, Nur Faizaturrohmah, mengatakan program tahun ini mengusung pendekatan multidisiplin melibatkan dosen dari berbagai program studi di Itera. Mulai dari Teknik Geomatika, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Teknik Kelautan, Teknik Perkeretaapian, Perencanaan Wilayah dan Kota, Pengelolaan Sumber Daya Air, Pariwisata, Arsitektur, Arsitektur Lanskap, hingga Desain Komunikasi Visual.
Selain mengikuti perkuliahan, peserta akan mengunjungi sejumlah kawasan di Lampung, seperti Pantai Dermaga Bom, Desa Ogan di Kabupaten Pesawaran, dan Kawasan Mangrove Cuku Nyinyi.
Menurut Nur Faizaturrohmah, kunjungan tersebut memberi kesempatan bagi peserta untuk mengamati langsung karakteristik wilayah pesisir dan ekosistem tropis sekaligus mempelajari berbagai tantangan pengelolaannya.
"COSTROP-ID tidak hanya menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga wadah pertukaran budaya, pengalaman, dan jejaring internasional," katanya.
2. Sumatra dinilai punya potensi besar untuk pembelajaran
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum Itera, Arif Rohman mengatakan, Sumatra memiliki garis pantai yang panjang serta ekosistem tropis beragam sehingga menjadi lokasi relevan untuk mempelajari pembangunan infrastruktur berkelanjutan.
Menurutnya, berbagai tantangan seperti perubahan iklim, kerentanan wilayah pesisir, pengurangan risiko bencana, pengelolaan sumber daya alam, hingga pembangunan perkotaan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara.
"Karena itu, COSTROP-ID menjadi salah satu upaya Itera memperkuat jejaring akademik internasional sekaligus mendorong lahirnya solusi terhadap persoalan tersebut," ujarnya.
3. Diharapkan melahirkan kolaborasi internasional
Arif menjelaskan, program ini tidak hanya berfokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga mendorong lahirnya kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan inovasi. Menurutnya, selain mengikuti rangkaian akademik, peserta internasional juga diajak mengenal budaya, alam, dan kehidupan masyarakat Lampung.
Ia berharap, interaksi selama kegiatan berlangsung dapat menjadi ruang bertukar pengetahuan sekaligus memperluas jejaring antarpeserta dari berbagai negara. Serta menjadi awal terbentuknya kerja sama jangka panjang antara Itera dengan berbagai perguruan tinggi dan institusi dari luar negeri.
Curated For You
- Taman Cendawan Itera, Pusat Riset dan Konservasi Biodiversitas Jamur20 Jun 2026, 08:03 WIB
- QRIS TAP Hadir di BRT ITERA, Lampung Perluas Ekosistem Digital19 Jun 2026, 16:01 WIB
- PMB ITERA Buka Jalur Afirmasi SMT 2026 Khusus Lulusan SMA Lampung18 Jun 2026, 14:02 WIB