Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

11 Kelompok Gajah Liar Berjarak 25 Km dari Titik Karhutla Way Kambas

Kab. Lampung Timur
11 Kelompok Gajah Liar Berjarak 25 Km dari Titik Karhutla Way Kambas
Karhutla di kawasan TN Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. Balai TNWK).
  • Sebanyak 11 kelompok gajah liar di Taman Nasional Way Kambas berjarak minimal 25 kilometer dari titik kebakaran 21-22 Agustus 2026, sementara gajah di Pusat Latihan Gajah aman.
  • Tim gabungan terus memantau dan menangani kebakaran agar tidak meluas ke hutan TNWK; satu titik padam Sabtu malam, tetapi titik api baru ditemukan Minggu siang di ladang alang-alang.
  • Pemerintah juga memperkuat perlindungan dan penataan kawasan konservasi yang ditargetkan selesai dalam satu-dua bulan; kebakaran kali ini dinilai lebih cepat ditangani karena dekat sumber air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, kondisi gajah berada di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dipastikan masih aman. Berdasarkan pemantauan, sebanyak 11 kelompok gajah liar yang berada di kawasan tersebut berjarak paling dekat sekitar 25 kilometer dari titik kebakaran yang terjadi 21-22 Agustus 2026.

"Gajah-gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) juga dilaporkan dalam kondisi aman dan belum terdampak kebakaran," jelas Mirza sapaan akrab gubernur saat meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di TNWK, Minggu (23/8/2026).

Ia menambahkan, tim gabungan hingga kini masih terus melakukan pemantauan dan penanganan untuk memastikan api tidak meluas ke kawasan hutan TNWK. Satu titik kebakaran dilaporkan berhasil dipadamkan pada Sabtu malam oleh tim gabungan.

Namun, pada Minggu siang kembali ditemukan titik api baru di sekitar lokasi penanganan. Kebakaran tersebut terjadi di area ladang alang-alang sehingga tim saat ini berupaya melakukan mitigasi agar api tidak meluas dan merambah kawasan hutan.

Menurut Mirza, penanganan kebakaran juga dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat perlindungan dan penataan kawasan konservasi di TNWK. Pemerintah pusat dalam beberapa bulan terakhir sedang melakukan penataan kawasan secara masif yang ditargetkan dapat rampung dalam satu hingga dua bulan ke depan.

"Upaya tersebut diharapkan dapat menekan berbagai risiko yang selama ini mengancam kawasan TNWK, termasuk kebakaran yang kerap terjadi setiap tahun," jelas gubernur.

Mirza mengklaim, kondisi kebakaran kali ini juga dinilai lebih mudah ditangani dibandingkan kejadian sebelumnya. Itu karena titik api berada di area alang-alang dan lokasinya relatif dekat dengan sumber air. Hal tersebut membuat proses mitigasi dan pemadaman dapat dilakukan dengan lebih cepat.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More