- Samudra Hindia Barat Lampung: sekitar 3,3 meter
- Perairan Barat Lampung: sekitar 3,0–3,1 meter
- Selat Sunda Selatan Lampung: sekitar 2,8 meter
- Teluk Lampung Utara: sekitar 1,7–2,0 meter
- Teluk Lampung Selatan: sekitar 0,8–1,4 meter
- Perairan Timur Lampung Utara: sekitar 0,9–1,1 meter
- Perairan Timur Lampung Selatan: sekitar 0,8–1,1 meter
Prakiraan Perairan Lampung 23 Agustus 2026, Awas Gelombang Tinggi

- Samudra Hindia Barat Lampung diprakirakan mengalami gelombang tertinggi 3,3 meter pada 23 Agustus 2026, diikuti Perairan Barat Lampung 3,0–3,1 meter dan Selat Sunda Selatan 2,8 meter.
- Perairan timur Lampung relatif tenang dengan gelombang 0,8–1,1 meter, sedangkan Teluk Lampung Utara berada pada kategori menengah sekitar 1,7–2,0 meter.
- Angin timur hingga selatan berkecepatan 2–25 knot memperkuat gelombang di wilayah barat dan selatan; nelayan kecil, kapal wisata, serta pelayaran diminta memantau peringatan BMKG.
Bandar Lampung, IDN Times - Prakiraan cuaca perairan Lampung, Minggu (23/8/ 2026) tidak sepenuhnya aman. Kondisi paling berbahaya terdapat di Samudra Hindia Barat Lampung, Perairan Barat Lampung, dan Selat Sunda Selatan Lampung berpotensi mengalami gelombang tinggi sekitar 2,8 meter–3,3 meter.
Sebaliknya, perairan timur Lampung relatif lebih tenang dengan gelombang sekitar 0,8–1,1 meter. Teluk Lampung berada pada kondisi menengah, khususnya bagian utara dengan gelombang sekitar 1,7–2 meter.
Untuk nelayan dan pengguna kapal kecil, wilayah barat dan selatan Lampung sebaiknya menjadi perhatian khusus pada 23 Agustus. Angin tenggara yang cukup kencang dan gelombang di atas 2,5 meter dapat meningkatkan risiko pelayaran.
Berikut IDN Times sajikan prakiraan cuaca perairan Lampung hari ini.
1. Kondisi gelombang

Ilustrasi gelombang tinggi (Pexels.com/George Desipris) Jika diurutkan berdasarkan tinggi gelombang pada 23 Agustus 2026, perhatian utama tertuju pada:
2. Angin menjadi faktor utama pembentukan gelombang

ilustrasi angin laut (pexels.com/kellie-churchman) BMKG mencatat pola angin di perairan Lampung umumnya bergerak dari timur hingga selatan, dengan kecepatan 2–25 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan Teluk Lampung bagian Selatan.
Artinya, kondisi gelombang tinggi di laut barat dan selatan Lampung bukan berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan penguatan angin di wilayah tersebut. Aktivitas pelayaran menggunakan kapal kecil memiliki risiko lebih tinggi, terutama apabila bersamaan dengan angin yang menguat.
Untuk itu, nelayan kecil, kapal wisata, dan pengguna jasa pelayaran di wilayah barat dan selatan Lampung perlu mengikuti pembaruan peringatan BMKG sebelum melaut.
3. Data perairan Lampung
Wilayah Perairan
Cuaca
Suhu
Kelembapan
Angin
Gelombang
Perairan Barat Lampung
Hujan ringan–berawan
26–28°C
80–83%
Tenggara 11–17 knot
3,0–3,1 m (tinggi)
Samudra Hindia Barat Lampung
Hujan ringan
27°C
76–78%
Tenggara 17 knot
3,3 m (tinggi)
Selat Sunda Selatan Lampung
Udara kabur
26–27°C
78–82%
Timur–tenggara 10 knot
2,8 m (tinggi)
Teluk Lampung Bagian Utara
Cerah berawan–berawan tebal
27–30°C
72–85%
Timur laut–selatan 6–12 knot
1,7–2,0 m (sedang)
Teluk Lampung Bagian Selatan
Cerah berawan–berawan tebal
27–28°C
76–83%
Timur–tenggara 6–8 knot
0,8–1,4 m (rendah–sedang)
Perairan Timur Lampung Bagian Utara
Cerah berawan–berawan
28–29°C
72–75%
Timur 8–11 knot
0,9–1,1 m (rendah)
Perairan Timur Lampung Bagian Selatan
Cerah berawan–berawan tebal
27–29°C
72–83%
Timur–tenggara 6–9 knot
0,8–1,1 m (rendah)




















