Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prakiraan Cuaca Lampung Timur Hari Ini Pasca Karhutla TN Way Kambas

Kab. Lampung Timur
Prakiraan Cuaca Lampung Timur Hari Ini Pasca Karhutla TN Way Kambas
Karhutla di kawasan TN Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur, Jumat (21/8/2026). (Dok. Balai TNWK).
  • Pemadaman karhutla di Taman Nasional Way Kambas yang berlangsung sejak Jumat masih berlanjut, terkendala medan gambut, akses sulit, dan sumber air jauh dari titik api.
  • Lampung Timur diprakirakan cerah hingga udara kabur pada 23 Agustus, bersuhu 24–32 derajat Celsius; BMKG tidak mencatat potensi hujan lebat, petir, atau angin kencang.
  • Musim kering, 55 hari tanpa hujan di Batanghari, serta banyaknya hotspot meningkatkan risiko karhutla; udara kabur belum tentu berasal dari asap tanpa data kualitas udara atau observasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Upaya pemadaman kebakaran hutan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Taman Nasional Way Kambas terjadi sejak Jumat siang dan hingga Sabtu masih terus dilakukan. Kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya penanganan kebakaran karena lokasi kebakaran berada di kawasan dengan medan bergambut, akses yang sulit, serta sumber air yang cukup jauh dari titik api.

Tim pemadam harus menempuh sebagian akses dengan berjalan kaki untuk mencapai lokasi kebakaran. Kepala Balai Taman Nasional Way Kambas, MHD Zaidi mengatakan, kondisi medan dan karakteristik lahan gambut membutuhkan penanganan yang lebih intensif dan kehati-hatian.

Selain pemadaman api, tim juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi titik api dan penyebaran kebakaran di sekitar lokasi. Bagaimana dengan kondisi cuaca, Minggu (23/8/2026)?

  1. 1. Diprakirakan cuaca cerah

    ilustrasi cuaca cerah (unsplash.com/Sam Schooler)
    ilustrasi cuaca cerah (unsplash.com/Sam Schooler)

    Mengutip informasi dari BMKG Lampung, diprakirakan Lampung Timur pada 23 Agustus didominasi cuaca cerah hingga udara kabur, dengan suhu sekitar 24–32 derajat Celcius dan kelembapan relatif 56–96 persen, tergantung lokasi kecamatan.

    BMKG tidak memasukkan Lampung Timur dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang-lebat, petir, atau angin kencang pada 23 Agustus. Daftar potensi tersebut untuk tanggal 23 Agustus tercatat nihil. BMKG memang memprakirakan musim kemarau masih mendominasi, tetapi hujan lokal tetap mungkin terjadi.

    Pada saat yang sama, kondisi kering dan tingginya jumlah hotspot membuat risiko karhutla tetap tinggi. Merujuk informasi BMKG pusat dalam prospek 21–27 Agustus 2026m juga secara eksplisit meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan kebakaran hutan/lahan, terutama di lahan gambut, semak belukar, dan hutan.

  2. 2. Udara kabur tidak otomatis dipicu asap karhutla

    Ilustrasi Udara Sejuk di Ketinggian Gunung (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi Udara Sejuk di Ketinggian Gunung (freepik.com/freepik)

    Sebelum kebakaran meluas, BMKG Lampung mencatat Lampung Timur termasuk wilayah dengan periode hari tanpa hujan yang panjang. Pos Buana Sakti, Kecamatan Batanghari, tercatat mengalami 55 hari tanpa hujan hingga pembaruan 10 Agustus 2026 dan masuk kategori sangat panjang.

    Sedangkan kondisi asap, prakiraan tingkat kabupaten tidak seluruhnya menunjukkan "kabut/asap". Tetapi beberapa kecamatan Lampung Timur sudah diprakirakan mengalami udara kabur. Contohnya Labuhan Maringgai pada 23 Agustus.

    Namun, udara kabur tidak otomatis berarti seluruhnya disebabkan asap karhutla. Kondisi tersebut bisa dipengaruhi partikel di udara, kelembapan, aerosol, maupun faktor atmosfer lainnya. Jadi, untuk menyebut kabut/asap sebagai dampak langsung karhutla diperlukan data kualitas udara atau observasi lapangan.

    3. Kondisi cuaca perlu diperhatikan di Lampung Timur

    Faktor

    Kondisi 23 Agustus

    Dampak terhadap karhutla

    Suhu

    Sekitar 24–32°C

    Pemanasan siang hari dapat mengeringkan vegetasi

    Cuaca

    Cerah/udara kabur

    Minim tutupan awan hujan

    Hujan signifikan

    Tidak diprakirakan

    Tidak ada bantuan pembasahan alami yang berarti

    Kelembapan

    Sekitar 56–96%

    Lebih tinggi malam/pagi, menurun saat siang

    Angin

    Tidak ada indikasi angin kencang signifikan

    Pergerakan api tetap bergantung kondisi lokal

    Kondisi lahan

    Vegetasi kering dan sebagian bergambut

    Api lebih sulit dipadamkan dan berpotensi menyala kembali

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More