Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rekayasa Cuaca dan Sarana Udara Disiapkan Padamkan Karhutla Way Kambas

Kab. Lampung Timur
Rekayasa Cuaca dan Sarana Udara Disiapkan Padamkan Karhutla Way Kambas
Proses water bombing oleh tim satgas Udara Karhutla Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Helikopter water bombing dari Palembang disiapkan untuk menjangkau titik karhutla sulit diakses di TN Way Kambas, sementara rekayasa cuaca dikoordinasikan bersama BPBD Provinsi.
  • TNI mengerahkan personel Yonif TP 943, mobil pemadam, tangki air, truk NPS, dan drone; Forkopimda turut turun ke lokasi untuk mempercepat pemadaman serta mencegah api meluas.
  • Karhutla telah berdampak pada 673,4 hektare di TN Way Kambas. Tim gabungan memadamkan titik api secara intensif, dengan belum ada laporan gajah atau satwa lain terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Lampung Timur, IDN Times - Helly Water Bombing dari Palembang disiapkan untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur. Dukungan pemadaman dari udara tersebut disiapkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit diakses.

Hal tersebut disampaikan Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, Sabtu (22/8/2026). "Helly Water Bombing dari Palembang sedang dikoordinasikan segera mungkin," tambahnya.

  1. 1. Rekayasan cuaca dan pengerahan sarana udara

    Ilustrasi Water Bombing memadamkan api akibat karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Ilustrasi Water Bombing memadamkan api akibat karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Kristomei mengatakan, penanganan darurat karhutla TN Way Kambas juga melibatkan rekayasa cuaca serta pengerahan sarana udara. Langkah-langkah tersebut kini tengah digenjot melalui koordinasi intensif bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi.

    "Sedang dikoordinasikan dengan BPBD Provinsi hujan buatan yang akan dilaksanakan hari Senin," terangnya.

    Ia menambahkan, personel TNI Angkatan Darat dari Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 943/Darah Putih Cakti telah dikerahkan ke lokasi kebakaran. Personel dilengkapi dua mobil pemadam kebakaran, satu mobil tangki Air, truk NPS, drone untuk membantu pemadaman di bawah kendali operasi Dandim 0429/LT.

  2. 2. Perlu kolaborasi

    Personel TNI membantu memadakan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kodam XXI Radin Inten).
    Personel TNI membantu memadakan Karhutla di Taman Nasional Way Kambas, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Kodam XXI Radin Inten).

    Kristomei menyatakan, penanganan bencana lingkungan ini memerlukan kolaborasi erat dari berbagai unsur kepemimpinan di daerah. Kodam Radin Inten bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memastikan kehadiran langsung di lokasi kejadian guna mengawal efektivitas pemadaman.

    "Terus berkoordinasi dengan pihak terkait, dan jajaran forkopimda untuk mendukung upaya pemadaman dan mencegah api meluas. Dan saat ini sudah turun ke TKP bersama-sama," ungkapnya.

    Pangdam mengimbau kepada masyarakat luas agar meningkatkan kepedulian lingkungan serta menghindari segala tindakan yang berpotensi memicu percikan api baru di kawasan konservasi. "Mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran dan bersama-sama menjaga Way Kambas," jelasnya.

  3. 3. Belum ada satwa terdampak

    DSC01391.JPG
    Wisatawan sedang melihat gajah di Taman Nasional Way Kambas, Rabu (20/8/2025). (IDN Times/Martin L Tobing).

    Langkah taktis di lapangan juga diperkuat langsung oleh unsur pimpinan militer lainnya. Kapoksahli Pangdam XXI/Radin Inten, Brigjen TNI Sriyanto selaku Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di TN Way Kambas juga sudah mendatangi lokasi kebakaran.

    "Saya bersama tim turun langsung ke lapangan untuk mendatangi titik-titik krusial serta memimpin langsung proses pemadaman bersama para prajurit," ujar Brigjen TNI Sriyanto.

    Ia merinci, area terdampak karhutla di TN Way Kambas saat ini mencapai 673,4 hektare. Meski kebakaran telah mencapai ratusan hektar, Kapoksahli memastikan belum ada satwa yang terdampak.

    "Meskipun area yang terdampak cukup luas, bersyukur sementara ini belum ada laporan gajah maupun satwa lain yang terdampak kebakaran. Hampir seluruh titik api saat ini tengah dipadamkan secara intensif oleh tim gabungan," kata Sriyanto.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More