5 Kiat Mengatasi Stres Kuliah dengan Santai dan Efektif

Jangan sampai stres menghambat prestasimu

Intinya Sih...

  • Membuat rencana studi yang teratur dan realistis
  • Manfaatkan teknik manajemen waktu seperti teknik Pomodoro
  • Jaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan sosial

Studi di perguruan tinggi sering kali menjadi periode bisa memicu tingkat stres tinggi bagi mahasiswa. Tidak hanya tuntutan akademik yang berat, tetapi juga tekanan sosial dan ekonomi dapat memengaruhi kesejahteraan mental.

Namun, mengatasi stres kuliah tidak harus selalu terasa menyulitkan. Dengan beberapa kiat sederhana, kamu dapat mengelola stres yang ada dengan lebih santai dan efektif.

Itu memungkinkan untuk tetap produktif dan bahagia selama masa studi di perguruan tinggi.

1. Tetapkan prioritas dan buat rencana studi teratur

5 Kiat Mengatasi Stres Kuliah dengan Santai dan Efektifilustrasi mengatasi stres kuliah (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Langkah pertama mengatasi stres kuliah adalah menetapkan prioritas dan membuat rencana studi yang teratur. Tentukan mata kuliah atau tugas memiliki deadline mendekati dan tentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan bobotnya.

Buatlah jadwal harian atau mingguan yang memadai untuk menyelesaikan setiap tugas atau mempersiapkan diri untuk ujian. Penting untuk membuat rencana yang realistis agar tidak memberikan tekanan tambahan pada diri sendiri.

Pisahkan waktu untuk setiap mata kuliah dan jangan lupa sisihkan waktu untuk istirahat dan rekreasi agar otak tetap segar dan kalian tidak mudah lelah. Memiliki rencana studi terstruktur, kalian akan merasa lebih terorganisir dan dapat menghindari perasaan kewalahan saat menghadapi jadwal kuliah padat.

2. Gunakan teknik manajemen waktu efektif

5 Kiat Mengatasi Stres Kuliah dengan Santai dan Efektifilustrasi mengatasi stres kuliah (pexels.com/MART PRODUCTION)

Manajemen waktu yang baik adalah kunci untuk mengurangi stres dan meningkatkan produktivitas selama kuliah. Salah satu teknik bisa kalian terapkan adalah teknik Pomodoro.

Konsepnya, bekerja selama 25 menit intensif dan kemudian istirahat selama 5 menit, kemudian diulang beberapa kali sebelum kalian memberikan istirahat lebih panjang. Selain itu, manfaatkan kalender atau aplikasi manajemen waktu untuk menjadwalkan tugas-tugas penting dan mengingatkan kalian pada deadline yang mendekat.

Memanfaatkan waktu dengan efisien, dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat, meninggalkan waktu untuk aktivitas lain yang menyenangkan dan mengurangi stres secara signifikan.

Baca Juga: Artikel Ilmiah Tembus Sinta 2, Mahasiswi UIN RIL Lulus Tanpa Skripsi

3. Jaga keseimbangan antara kuliah dan kehidupan sosial

5 Kiat Mengatasi Stres Kuliah dengan Santai dan Efektifilustrasi mengatasi stres kuliah (pexels.com/Armin Rimoldi)

Sering kali, mahasiswa cenderung terlalu fokus pada akademik sehingga mengabaikan aspek sosial kehidupan mereka. Namun, menjaga keseimbangan antara kuliah dan kehidupan sosial sangat penting untuk kesejahteraan mental dan emosional.

Sisihkan waktu untuk bertemu dengan teman-teman, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, atau melakukan hobi yang kalian nikmati. Interaksi sosial yang sehat dapat membantu mengurangi tingkat stres, memberikan dukungan emosional, dan memperluas jaringan pertemanan.

Ketika merasa terhubung dengan lingkungan sekitar, akan merasa lebih bahagia dan termotivasi untuk menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengan lebih baik. Ingatlah, keseimbangan adalah kunci untuk mengatasi stres dengan santai dan efektif selama masa kuliah.

4. Manfaatkan sumber daya kampus dan dukungan akademik

5 Kiat Mengatasi Stres Kuliah dengan Santai dan Efektifilustrasi mengatasi stres kuliah (pexels.com/MART PRODUCTION)

Banyak perguruan tinggi menawarkan berbagai sumber daya dan dukungan akademik untuk membantu mahasiswa mengatasi stres dan meningkatkan kinerja akademik mereka. Manfaatkan fasilitas seperti pusat bimbingan dan konseling, perpustakaan atau program mentoring tersedia di kampus kalian.

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan tutor atau konselor jika mengalami kesulitan memahami materi kuliah atau merasa tertekan dengan tugas-tugas akademik. Berdiskusi dengan dosen atau asisten pengajar juga dapat memberikan pencerahan baru dan memperjelas konsep sulit dipahami.

Memanfaatkan sumber daya kampus dengan baik, kalian akan merasa lebih didukung dan memiliki lebih banyak alat untuk menghadapi tantangan akademik.

5. Tetap jaga kesehatan fisik dan mental

5 Kiat Mengatasi Stres Kuliah dengan Santai dan Efektifilustrasi mengatasi stres kuliah (pexels.com/Natalie Bond)

Kesehatan fisik dan mental yang baik sangat penting dalam mengatasi stres selama kuliah. Pastikan untuk menjaga pola makan yang seimbang dengan mengonsumsi makanan bergizi dan menghindari makanan cepat saji yang kurang sehat.

Sertakan juga olahraga atau aktivitas fisik secara teratur dalam rutinitas harian kalian untuk meningkatkan energi dan mood secara keseluruhan. Selain itu, penting juga untuk menjaga kesehatan mental dengan mengelola stres secara efektif.

Gunakan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau aktivitas yang memberikan ketenangan pikiran. Temukan cara untuk melepaskan tekanan secara konstruktif seperti menulis jurnal, mendengarkan musik yang menenangkan, atau berbicara dengan teman dekat.

Penting untuk mengenali stres adalah bagian dari pengalaman kuliah, tetapi bagaimana kalian merespon dan mengatasinya adalah kunci untuk menjaga keseimbangan dan kesejahteraan diri sendiri. Menggunakan teknik-teknik seperti perencanaan waktu yang baik, menjaga keseimbangan antara akademik dan kehidupan sosial, serta melakukan aktivitas relaksasi dapat membantu mengurangi tekanan yang dirasakan. Dengan mengadopsi pendekatan yang terstruktur, tetapi santai terhadap kuliah, dapat meraih hasil lebih baik serta menikmati perjalanan lebih bermakna dan menyenangkan.

Baca Juga: 4 Universitas Bergengsi di London, Yuk Daftar!

YOOL Photo Community Writer YOOL

i am me

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya