Comscore Tracker

Cerita Mia Wisudawan Terbaik UM Metro, Bekerja, Urus Anak dan Kuliah

Bagi waktu antara pekerjaan rumah, anak dan pendidikan

Metro, IDN Times -Perempuan kerap diberi pilihan ketika sudah memiliki status sebagai seorang istri. Biasanya perempuan lebih dibebankan pada urusan domestik sehingga tak diberi kesempatan mengembangkan potensi diri diluar itu.

Padahal setiap perempuan berhak mencapai mimpinya tanpa harus memilih ingin meniti karir atau mengurus pekerjaan rumah. Hal itu dibuktikan oleh Mia Cholvistaria berhasil menjadi lulusan terbaik pada Wisuda Magister ke-10, Sarjana ke-40, dan Ahli Madya, Senin (22/11/2021) lalu.

Wisudawati Pendidikan Biologi, Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Mia Cholvistaria menceritakan strategi menggapai pendidikan sekaligus menjadi seorang istri dan ibu bagi anaknya.

Berikut IDN Times rangkum selengkapnya.

Baca Juga: Cerita Dosen IIB Darmajaya Karya Seni Tembus Pameran Internasional

1. Tak mudah jalani multiperan

Cerita Mia Wisudawan Terbaik UM Metro, Bekerja, Urus Anak dan KuliahShutterstock

Perempuan akrab disapa Mia itu diketahui berstatus sebagai seorang istri, ibu, dan sudah memiliki pekerjaan tetap. Kendati jadwalnya begitu padat, hal tersebut tak menghambat dirinya menjadi wisudawan terbaik tingkat Universitas untuk Program Pascasarjana dengan IPK 3,98.

Ia mengaku, menjalani multiperan memang berat. Tapi menurutnya itu tak mengurangi semangatnya untuk terus berjuang.

“Peran seorang istri dan Ibu sekaligus bekerja dan bersekolah adalah peran yang tidak mudah dijalani tapi akhirnya Alhamdulillah bisa dilalui dengan bersusah payah dan perjuangan yang luar biasa serta dukungan motivasi dari keluarga,” kata Mia, Selasa (23/11/2021).

2. Kuncinya manajemen waktu

Cerita Mia Wisudawan Terbaik UM Metro, Bekerja, Urus Anak dan KuliahFacebook/Miacholvis

Mia menerangkan, kunci keberhasilannya ada pada manajemen waktu yang dilakukan begitu ketat dengan pengurangan jam tidur. Ia menceritakan bagaimana usahanya mengurangi waktu tidur malam hanya 4 atau dua jam.

Pagi sampai sore Mia menyelesaikan kerjaan kantor. Lalu sore sampai malam mengurus pekerjaan rumah. Kemudian jam 11 malam sampai jam 3 subuh digunakan untuk mengerjakan tugas kuliah. Bahkan terkadang dilanjutkan lagi setelah salat subuh.

"Tapi sukanya bisa tersampaikan keinginan menggali ilmu kembali, dapat keluarga baru teman satu kelas dan mendapat pengalaman belajar yang menyenangkan dan menambah wawasan baru,” tuturnya.

3. Tak mudah lulus di tengah pandemik

Cerita Mia Wisudawan Terbaik UM Metro, Bekerja, Urus Anak dan KuliahIlustrasi Pendidikan (IDN Times/Arief Rahmat)

Prof Suandi Hamid, selaku Wakil Ketua Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah menyampaikan sambutan melalui Zoom Meeting. Menurutnya, lulus wisuda di tengah pandemik COVID-19 bukan hal mudah.

"Karena berada di tengah pandemik yang meluluhlantakkan seluruh aspek kehidupan termasuk perekonomian yang secara tidak langsung menambah angka pengangguran," ujarnya.

Namun pihaknya yakin, lulusan UM Metro dapat mengatasi hal tersebut, sebab adanya proses pendidikan, pemberian pengetahuan, keterampilan dan juga akhlak melalui Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

"Pada dasarnya wisuda merupakan proses lahirnya intelektual, cendikiawan, dan ulil albab di negeri ini. Ijazah hanya sebagai simbolik berupa kertas bertanda tangan rektor, yang terpenting adalah knowledge, skills, dan karakter bagi kemanfaatan umat," tandasnya.

Baca Juga: Cerita Pegiat Wisata 12 Daerah Indonesia, Dulu Desa Kumuh Kini Memikat

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya