Comscore Tracker

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!

Kisahnya benar-benar terjadi di dunia nyata

Bandar Lampung, IDN Times - Jika kamu banyak mengikuti kasus-kasus kriminal Korea Selatan lewat akun story teller di YouTube, mungkin kamu gak akan asing dengan kasus pembunuhan berantai Hwaseong, kasus memilukan di SLB Gwangju Inhwa School, hingga kasus hilangnya anak-anak kodok.

Kasus-kasus tersebut menjadi peristiwa besar lantaran belum terpecahkan dalam waktu lama atau kasusnya terlalu memilukan sehingga kita pun tak akan habis pikir cerita semacam itu benar-benar terjadi di dunia nyata. Agar kasus-kasus tersebut tak hilang dan dilupakan begitu saja oleh masyarakat, beberapa produser Korea Selatan akhirnya mengadaptasinya menjadi sebuah film. Berikut 8 film adaptasi dari kisah nyata.

1. Silenced, kasus kekerasan seksual di SLB Gwangju Inhwa School

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!dramaswhoo.com

Film ini diadaptasi berdasarkan kisah nyata dari kasus pelecehan seksual siswa-siswa sekolah khusus tuna rungu yaitu Gwangju Inhwa School. Cerita ini awalnya dituliskan oleh Gong Ji Young dalam sebuah novel dan kemudian dibuat menjadi sebuah film.

Nahasnya, para siswa sekolah itu dilecehkan oleh staf sekolah selama lima tahun tanpa ada pertolongan dari siapapun. Pada kasus aslinya, para guru dibebaskan dengan hukuman yang ringan.

Lebih buruk lagi, empat dari enam guru tersebut dipekerjakan kembali setelah mereka lolos dari hukuman berdasarkan undang-undang pembatasan. Dua lainnya menerima hukuman penjara kurang dari satu tahun.

Menurut penuturan sutradara, Film Silenced yang telah membangkitkan kemarahan publik atas putusan pengadilan yang tak adil dan mendorong polisi untuk membuka kembali kasus ini, hanya sebagian kecil dari kisah di dalam novelnya. Begitupun kisah dalam novel itu hanya setengah saja diceritakan dari kejadian aslinya.

Sehingga dapat dibayangkan, betapa kejamnya para pelaku memerlakukan korban yang semuanya merupakan penyandang disabilitas.

Silenced (도가니) 2011 menceritakan tentang Kang In Ho, seorang guru seni baru di Benevolence Academy di kota Mujin, Provinsi Jeolla Utara. Ia sangat bersemangat dengan pekerjaan barunya, tetapi anak-anak di sekolah itu terlihat suram dan tak mau didekati.

Tapi In Ho tak menyerah dan akhirnya para siswa percaya padanya dan mau bercerita mereka telah mengalami pelecehan seksual dilakukan para guru dan staf administrasi.

2. The Attorney, dari kisah Tragedi Burim 1981

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!soompi

Tragedi Burim merupakan kisah nyata pada 1981 dan didasarkan dari pengalaman pribadi mantan Presiden Korea Selatan Roh Moo Hyun.

Saat itu Korea Selatan masih berada di bawah rezim otoriter Chun Doo Hwan. Tragedi Burim adalah tragedi penganiayaan akibat korban salah tangkap. Sebanyak 22 orang terdiri dari siswa, guru, dan para pekerja kantoran dipenjara tanpa surat perintah atas tuduhan palsu bahwa mereka adalah simpatisan Korea Utara.

Roh Moo Hyun saat itu adalah pengacara pajak dari Busan. Ia membentuk tim kuasa hukum untuk membela orang-orang yang ditangkap pemerintah tersebut.

Di Film The Attorney, akan mengambil sudut pandang seorang pengacara bernama Song Woo Suk. Awalnya ia hanya menatap iba tragedi itu namun pikirannya berubah setelah melihat aktivis bernama Park Jin Woo disiksa secara brutal. Woo Suk akhirnya menjadi pengacara untuk membela para korban kebrutalan aparat kepolisian Korea.

3. Miracle In Cell No.7, kasus salah tangkap Jeong Won Seop

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!youtube.com/ AsianCrush

Miracle in Cell No. 7 diadaptasi dari kisah salah tangkap seorang laki-laki biasa bernama Jeong Won Seop. Ia dituduh melakukan pelecehan seksual dan pembunuhan terhadap anak berusia 9 tahun pada 1972.

Korban meninggal tersebut adalah putri dari seorang perwira polisi berpangkat tinggi sehingga membuat kasus ini menjadi prioritas kepolisian agar segera menemukan pelakunya. Selama masa interogasi, Won Seop mengalami penyiksaan parah yang membuatnya tak tahan dan terpaksa mengaku ia pelakunya.

Hingga 15 tahun, diadakan sidang ulang dan terungkap kalau Won Seop dinyatakan tidak bersalah dan bebas bersyarat. Akhirnya ia benar-benar 36 tahun kemudian dan menjadi salah satu saksi bisu kelalaian kepolisian Korea Selatan.

Film ini menceritakan kisah Lee Yong Goo, seorang pria keterbelakangan mental berusia 40an yang dijadikan tersangka kasus pelecehan seksual sekaligus pembunuhan anak dari seorang perwira polisi. Karena kelainan mentalnya, Yong Goo tak bisa memberikan pernyataan pembelaan sehingga dirinya dipenjara.

Baca Juga: 9 KDrama Hadirkan Karakter Bodyguard Tangguh, Pengawal Sejati!

4. Han Gong Ju, kasus pemerkosaan oleh Geng Miryang

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!Han Gong Ju

Juga diadaptasi dari kisah nyata yaitu kasus pemerkosaan oleh geng anak SMA di Miryang pada 2014 lalu. Kelakuan bejat anak-anak remaja tersebut dilakukan selama berbulan-bulan sehingga memakan korban hingga 41 orang.

Di film ini, Han Gong Ju merupakan salah satu korban dari kasus tersebut dan pada saat itu ia masih berusia 14 tahun. Ia mendapat ancaman dari para pelaku yang merekam kejadian tersebut dan jika Gong Ju melaporkan maka video tersebut akan disebarluaskan.

Film Han Gong Ju memperlihatkan betapa ironinya seorang korban kekerasan seksual tak berdaya karena berbagai ancaman dan stigma terhadap perempuan korban pelecehan. Sehingga untuk mengungkapkan kasus itu, ia berusaha sendirian tanpa satupun keluarganya tahu kejadian malang tersebut.

5. Memories of Murder, kasus pembunuhan berantai Hwaseong

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!Salah satu cuplikan di film Memories of Murder (dok. CJ Entertainments/Memories of Murder)

Kasus pembunuhan berantai Hwaseong merupakan kasus pembunuhan paling terkenal di Korea Selatan pada 1986-1991. Kasus ini terjadi di daerah Hwaseong, Provinsi Gyeonggi. Tak seperti kasus pembunuhan berantai lainnya, korban kasus ini sangat acak, ada remaja, wanita usia 20an, sampai wanita paruh baya.

Para korban ini dilecehkan sebelum akhirnya mati dicekik. Lalu tangan korban akan diikat menggunakan pakaian korban itu sendiri.

Saat itu korban teridentifikasi adalah 10 orang. Kasus ini sangat rumit hingga polisi belum dapat menemukan pelakunya. Hingga akhirnya 33 tahun kemudian (2019) tersangka utama ditemukan, yaitu Lee Chun Jae dan merupakan seorang narapidana hukuman seumur hidup.

Memories Of Murder (2003) bercerita tentang tiga detektif hendak menangani kasus pembunuhan brutal dan misterius di sebuah desa kecil. Mereka hanya memiliki sedikit petunjuk terhadap kasus itu, yaitu pelakunya hanya membunuh di saat hujan turun, korban memakai pakaian merah, dan ada lagu khusus diputar di radio.

Selain Memories of The Murder, pada 2013 lalu juga dibuat sebuah film dari kasus pembunuhan Hwaseong berjudul Confession of Murder. Mengisahkan tentang munculnya seorang penulis yang mengaku sebagai pembunuh berantai Hwaseong. D

alam buku itu, ia mengakui seluruh kejahatannya belasan tahun lalu, bahkan menuliskan kronologi kejadian dengan begitu detail dan lengkap.

6. Children, misteri hilangnya anak-anak kodok

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!Twitter.

Pada 26 Maret 1991, lima kawanan anak hendak bermain ke Gunung Waryong untuk mencari kodok. Gunung tersebut merupakan gunung desa sehingga tidak berbahaya dan biasa dilalui oleh masyarakat setempat.

Namun setelah mereka berlima izin mencari kodok, mereka tak pernah kembali lagi dan dinyatakan hilang. Hingga pada 2002, seseorang menemukan tulang-tulang manusia di gunung tersebut. Setelah diidentifikasi tulang itu milik anak-anak yang hilang pada 1991 lalu.

Children menceritakan lima orang anak yang hilang di Gunung Waryong. Pencarian besar-besaran pun akhirnya dilakukan oleh kepolisian. Film ini akan membawamu pada sudut pandang polisi dan keluarga para korban. Bagaimana polisi dan keluarga berusaha mencari korban sekaligus pelaku pembunuhan tersebut.

7. Voice of The Murderer, teror telepon penculikan Lee Hyung Ho

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!soompi

Berdasarkan kasus penculikan Lee Hyung Ho, anak usia 9 tahun pada 29 Januari 1991, pelaku penculikan meminta uang tebusan kepada keluarga.

Tak hanya itu, pelaku juga mengancam akan membunuh Hyung Ho jika melapor polisi. Setiap hari keluarga diteror dengan panggilan telepon lebih dari 10 kali dalam sehari.

Diam-diam, kelurga korban meminta bantuan kepada polisi dan 44 hari kemudian Lee Hyung Ho ditemukan telah meninggal dunia di sebuah selokan. Ironinya, setelah otopsi dilakukan, ternyata Lee Hyung Ho telah meninggal pada hari pertama ia diculik. Apalagi pelaku penculikan dan pembunuhan Lee Hyung Ho belum ditemukan hingga sekarang.

Di Film Voice of The Murderer, penculikan ini terjadi pada anak bernama Han Sang Woo. Ceritanya pun lebih terfokus pada suara sang penculik. Dimana suara itu selalu memprovokasi dan tanpa emosi mengejek orang tua korban sehingga membuat keluarga gelisah, frustrasi dan tertekan.

8. Escape From Mogadishu, warga Korea terjebak dalam Perang Saudara di Somalia

Rekomendasi 8 Film Korea Adaptasi dari Kisah Nyata, Mencekam dan Pilu!cuplikan film Escape from Mogadishu (dok. Dexter Studios/Escape from Mogadishu)

Escape From Mogadishu adalah film 2021 namun diadaptasi dari peristiwa akhir 1980an lalu hingga awal 1990an. Pada saat itu, dua wakil kedutaan dari Korea Selatan dan Korea Utara terjebak dalam Perang Saudara di Somalia. 

Menceritakan bagaimana dua perwakilan kedutaan ini untuk bisa melarikan diri dari konflik tersebut. Dimana kerja sama tersebut dipandang sebagai kejadian emas di tengah kondisi perang dingin kedua negara tersebut.

Itulah 8 rekomendasi film dari Korea Selatan dan diadaptasi dari kisah nyata. Film ini memberikan makna film tak hanya bisa menjadi hiburan semata, tapi juga menjadi dokumentasi sejarah, serta pembelajaran manusia yang hidup setelah peristiwa itu terjadi.

Baca Juga: 10 KDrama Genre Crime Paling Disukai Penonton, Aksi Mendebarkan! 

Topic:

  • Rohmah Mustaurida
  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya