Comscore Tracker

Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! 

Banyak mitos beredar, ketahui fakta asli sesuai ilmiah

Bandar Lampung, IDN Times - Belajar terkait perilaku dan kesehatan seksual masih sangat tabu di kalangan remaja Indonesia. Padahal itu sangat penting lho, apalagi banyak mitos beredar terkait hal itu yang sangat jauh dari kenyataan.

Berdasarkan data Global Early Adolescent Study (GEAS), 70 persen remaja di Bandar Lampung memahami informasi yang salah mengenai kesehatan dan perilaku seksual. Tentu itu sangat berpengaruh terhadap keputusan akan dilakukan, karena ada banyak fakta tentang perilaku seksual belum kamu ketahui.

Nah berikut ini IDN Times rangkum mitos dan fakta perlu kamu tahu tentang hal tersebut berdasarkan penjelasan Skala PKBI Lampung.

1. Berhubungan seksual sekali bisa hamil?

Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! Ilustrasi Bercinta (Sex) (IDN Times/Arief Rahmat)

Banyak mitos beredar, melakukan hubungan seksual sekali tidak akan menyebabkan kehamilan. Padahal, hubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi tetap berisiko hamil, walaupun hanya dilakukan sekali.

Menurut data GEas, hanya 42 persen dari 1414 responden remaja di Bandar Lampung mengetahui kehamilan bisa terjadi pada hubungan pertama kali.

PKBI Lampung menekankan,  ini penting untuk diketahui dan harus hati-hati, karena hal ini dapat digunakan predator seksual untuk memengaruhi korbannya agar mau melakukan hubungan seksual.

2. Tidak ada kaitan antara nanas muda dengan keguguran

Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! unsplash.com

Mitos lain yang masih dipercaya masyarakat hingga kini adalah, makan nanas muda setelah melakukan hubungan seksual akan menggugurkan janin. 

Faktanya, organ pencernaan dan organ reproduksi merupakan saluran berbeda, sehingga tidak ada pengaruhnya pada pengguguran janin, selain menyebabkan sakit perut.

Kalau kamu mengalami kehamilan tidak diinginkan, bisa hubungi konselor, dokter, atau orang dewasa lain yang kamu percaya, ya. Jangan makan nanas muda berlebihan.

Baca Juga: Tips Mengatasi Insomnia, Bisa Dilakukan Sebelum Tidur

3. Ciri-ciri fisik sudah berhubungan seksual

Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! Ilustrasi perempuan (IDN Times/Arief Rahmat)

Kamu juga perlu tahu, loncat-loncat setelah hubungan seksual tidak akan mencegah kehamilan.

Karena menegah kehamilan hanya bisa dilakukan dengan metode-metode ilmiah, misalnya menggunakan alat kontrasepsi.

Selain itu, perempuan yang pernah melakukan hubungan seksual katanya bisa dilihat dari bentuk pantat dan cara berjalan.

Padahal sudah atau belum perempuan berhubungan seksual tidak dapat dilihat dari ciri-ciri fisiknya. Selain itu kehidupan seksual orang lain tentu bukan menjadi kepentingan kita.

4. Melihat keperawanan bukan dari selaput darah

Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! pixabay.com

Kasus tidak perawannya perempuan masih menjadi konflik cukup kuat di kalangan masyarakat. Biasanya perempuan akan dianggap lebih rendah saat diketahui tidak perawan lagi. 

Faktanya, keluarnya darah saat malam pertama bukan disebabkan karena sudah robeknya selaput darah.

Sebab, darah yang keluar saat berhubungan seksual bisa disebabkan karena luka yang muncul karena gesekan antar alat kelamin saat melakukan hubungan seksual. Di mana kondisi organ intim relatif kering sehingga menyebabkan pendarahan.

Robekan yang terjadi pada selaput darah juga mengenai pembuluh darah yang ada pada selaput dara. 

5. Konsultasikan keputihan dengan dokter

Pahami Mitos dan Fakta Perilaku Kesehatan Seksual, Gak Tabu Dibahas! Ilustrasi Wanita yang Mengalami Keputihan Abnormal. freepik.com/diana.grytsku

Banyak mitos beredar, perempuan yang mengalami keputihan bisa diobati dengan membasuh vagina dengan air daun sirih.

Ternyata, keputihan hanya bisa disembuhkan dengan pergi ke dokter dan dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya lalu diobati.

Penggunaan obat atau sabun dan cairan pembersih vagina (yang mengklaim akan membersihkan dan mengharumkan vagina) dapat berbahaya bagi keseimbangan Ph Vagina.

Kamu harus tahu, kalau vagina itu bisa membersihkan dirinya sendiri, lho! kamu hanya perlu membasuhnya perlahan dengan air bersih tanpa sabun. Itu pun hanya di bagian luar saja.

Baca Juga: Kenali Penyebab Katarak, Berasal dari Beberapa Penyakit Lain

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya