5 Tips Solo Traveling Aman di Jepang untuk Perempuan

- Susun itinerary dan siapkan kebutuhan penting untuk perjalanan yang efisien dan terencana.
- Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman sesuai dengan budaya Jepang untuk keselamatan dan kenyamanan.
- Pelajari frasa dasar bahasa Jepang untuk komunikasi dan waspada saat naik transportasi umum.
Rendahnya tingkat kejahatan di Jepang, membuat Negeri Sakura ini memiliki reputasi sebagai negara yang aman untuk melakukan solo traveling, tak terkecuali bagi solo traveler wanita. Meski begitu, bukan berati kamu bisa lengah dan bertindak sesuka hati.
Sebagai solo traveler apalagi, harus selalu tetap waspada dan hindari melakukan aktivitas yang bisa memberi peluang pada pelaku kejahatan. Pastikan liburanmu bukan hanya menyenangkan, tapi juga aman dan tenang, ya.
Berikut beberapa tips bisa dilakukan perempuan agar tetap aman melakukan solo traveling di Jepang.
1. Susun itinerary dan siapkan kebutuhan penting

Sebagai rekomendasi, kamu bisa mengunjungi beberapa kota di Jepang yang terkenal aman dan ramah untuk solo traveling di antaranya Tokyo, Osaka, Kyoto, Sapporo, Nara, Okinawa, hingga Kanazawa. Setiap kota tersebut memiliki daya tarik dan destinasi wisata menarik yang sayang dilewatkan.
Agar perjalanan lebih efisien dan terencana, sebaiknya susun itinerary yang jelas sebelum berangkat, seperti destinasi wisata yang akan dikunjungi, lama kunjungan, penginapan, sampai transportasi yang sesuai.
Untuk menghindari kerepotan selama liburan ke Jepang, jangan lupa juga siapkan berbagai kebutuhan penting, mulai dari uang tunai yen, E-SIM Jepang atau pocket WiFi, colokan listrik tipe A dan tipe B dengan voltase 100V sampai berbagai dokumen pribadi seperti paspor.
2. Gunakan pakaian yang sopan dan nyaman

Meskipun anak muda di Jepang dikenal dengan gaya berpakaian yang kreatif, secara umum masyarakat Jepang cenderung memilih busana yang sopan dan tertutup. Misalnya untuk wanita memakai pakaian cukup tertutup dengan bahu terlapisi, kerah relatif tinggi, panjang rok sekitar lutut, bahkan kaus kaki dan stocking.
Selain melindungi dari sinar matahari, gaya berpakaian tersebut juga menghindari perhatian berlebih terhadap bentuk tubuh wanita dan meminimalisir risiko tatapan yang mengganggu.
Memang benar pakaian bukan satu-satunya faktor yang menentukan keselamatan, tapi memilih pakaian yang sopan menjadi langkah pencegahan yang baik dan membuat solo traveler wanita lebih nyaman.
3. Pelajari frasa dasar bahasa Jepang

Dengan kecanggihan teknologi saat ini, bahasa bukan menjadi penghalang untuk berkomunikasi, karena bisa mengandalkan penerjemah online. Namun, tidak ada salahnya untuk mempelajari beberapa frasa dasar bahasa Jepang untuk membantu liburan lebih menyenangkan.
Beberapa frasa penting tersebut diantaranya “Konnichiwa” (Halo), “Sumimasen” (Permisi/Maaf), “Arigatou Gozaimasu” (Terima Kasih), “___ o Kudasai (Saya mau___ tolong), dan “ ___wa Doko Desu ka? “ (Di mana__?).
Meskipun pengucapannya belum sempurna, tapi frasa tersebut adalah dasar yang penting dan sangat membantu saat kamu solo traveling, orang Jepang juga akan menghargai usahamu.
4. Waspada saat naik transportasi umum

Transportasi umum sangat membantu perjalanan solo traveling selama di Jepang. Namun, untuk perempuan tingkat pelecehan seksual berupa perabaan tidak senonoh (groping) dan pengambilan foto dari bawah rok (upskirting) justru cenderung lebih tinggi di transportasi umum, seperti kereta.
Karena itu, selalu bersikap waspada saat berada dimanapun, termasuk dalam kereta. Jika merasa khawatir, kamu bisa naik gerbong khusus wanita atau hindari jam sibuk untuk naik kereta.
Ketika kamu mengalami hal yang tidak diinginkan tersebut, minta bantuan penumpang lain untuk mengambil foto atau video sebagai barang bukti, ucapkan “Stop!” atau “Chikan!” (pelecehan berupa perabaan) dan segera pindah ke lokasi lain. Jangan ragu untuk melaporkan setiap tindakan kejahatan yang dialami kepada polisi atau petugas stasiun.
5. Percaya pada insting

Hanya karena sebagian besar orang yang kamu temui cenderung ramah dan membantu, bukan berati kamu bisa percaya pada semua orang. Sangat penting untuk selalu berhati-hati pada lingkungan sekitar terutama saat berjalan di jalanan gelap dan jangan tinggalkan barang pribadi yang penting tanpa pegawasan.
Percayalah pada instingmu, meskipun seseorang mungking terlihat baik dan menawarkan bantuan, hindari menerima bantuan yang terasa janggal, seperti diajak ke suatu tempat, diminta informasi pribadi, atau ditanya rencana perjalanan lengkap dan akomodasi yang detail kepada orang asing.
Liburan ke Jepang sebagai solo traveler wanita memang menyenangkan karena bisa mengunjungi berbagai destinasi wisata menarik, apalagi Jepang juga tergolong negara dengan tingkat kejahatan rendah. Namun begitu, tidak ada salahnya untuk selalu berwaspada terhadap lingkungan sekitar dan orang asing agar terhindari dari hal yang tidak diinginkan.