Pelatih PSM Puji Bhayangkara FC, Sebut Lawan Sulit Dihadapi

- Pelatih PSM Makassar Darije Kalezic menilai Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai lawan sulit, berkat permainan kolektif, tekanan tinggi, dan catatan tak terkalahkan dalam enam laga terakhir.
- PSM menerapkan pertahanan rapat untuk membatasi ruang penyerang Bhayangkara, sambil mencoba menyerang ke belakang garis pertahanan lawan, tetapi peluang yang tercipta belum berbuah gol.
- Darije Kalezic dan Stefan Jevtoski menilai PSM tampil disiplin serta layak membawa pulang setidaknya satu poin, meski kedua tim sama-sama menciptakan ancaman sepanjang pertandingan.
Bandar Lampung, IDN Times - Pelatih PSM Makassar, Darije Kalezic, menilai pertandingan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC berlangsung sulit dan keras. Ia mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang dinilai mampu menjalankan strategi dengan baik saat menghadapi tim tuan rumah.
Menurut Darije, Bhayangkara FC merupakan tim yang tidak hanya mengandalkan kemampuan individu pemain, tetapi juga memiliki kekuatan dalam permainan kolektif. Terlebih, tim berjuluk The Guardians of Saburai tersebut menunjukkan performa kompetitif dengan catatan belum terkalahkan dalam enam pertandingan terakhir.
Darije juga mengingatkan Bhayangkara FC merupakan tim yang mampu bersaing di papan atas. Pada musim sebelumnya, mereka berhasil finis di posisi kelima.
"Kami harus bermain disiplin, bekerja keras, dan tidak memberikan mereka ruang. Kami berhasil melakukan hal tersebut," ujar Darije saat Post Match Press Conference di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam.
1. PSM terapkan strategi bertahan rapat

Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSM Makassar di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam. (Instagram.com/bhayangkarafc). Darije menjelaskan, strategi bertahan dengan garis pertahanan yang rapat memang sudah menjadi bagian dari rencana permainan PSM Makassar.
Alasannya, Bhayangkara FC merupakan lawan yang sulit dihadapi karena menerapkan tekanan tinggi. Selain itu, mereka memiliki pemain berkualitas di lini depan yang bisa memanfaatkan ruang sekecil apa pun untuk menciptakan peluang.
Darije menilai, memberikan kesempatan kepada penyerang Bhayangkara FC untuk berhadapan satu lawan satu dengan pemain bertahan akan sangat berbahaya. Itu merujuk pertandingan sebelumnya ketika Bhayangkara FC mampu memanfaatkan peluang untuk mencetak gol saat menghadapi Arema FC dan Madura United.
"Kami tahu mereka tidak membutuhkan banyak peluang untuk mencetak gol. Karena itu, rencana kami adalah bermain rapat dan membiarkan mereka datang menyerang," katanya.
2. Tetap berupaya ciptakan peluang

Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSM Makassar di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam. (Instagram.com/bhayangkarafc). Meski lebih fokus menjaga kedisiplinan pertahanan, PSM tetap berupaya menciptakan peluang melalui serangan yang diarahkan ke belakang garis pertahanan lawan. Namun, peluang tersebut belum berhasil dimaksimalkan pada pertandingan kali ini.
Darije menambahkan, anak asuhnya sudah menjalankan instruksi dengan baik. Ia pun memberikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang pertandingan.
Menurutnya, PSM memiliki peluang besar melalui penyerangnya untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan. Namun, Bhayangkara FC juga beberapa kali mampu menghadirkan ancaman.
Darije mengatakan, PSM layak membawa pulang setidaknya satu poin dari pertandingan tersebut. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para suporter yang datang memberikan dukungan langsung.
3. Stefan Jevtoski bilang PSM layak mendapatkan poin

Post Match Press Conference Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSM Makassar di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam. (Dok. MO Bhayangkara FC). Pemain PSM Makassar, Stefan Jevtoski, juga menilai timnya telah menunjukkan permainan yang baik. Ia merasa PSM memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan, terutama dari kesempatan yang tercipta sepanjang laga.
Menurut Stefan, PSM sebenarnya mampu tampil lebih baik dalam penguasaan bola pada babak pertama. Timnya juga berhasil menciptakan peluang yang berpotensi menentukan hasil pertandingan.
Meski demikian, ia mengakui kedua tim telah berjuang maksimal sehingga hasil pertandingan dinilainya sebagai hasil yang patut diterima.


















