Bhayangkara FC Imbang Lawan Arema, Pelatih: Rasanya Seperti Kalah

Bhayangkara Presisi Lampung FC bermain imbang 2-2 melawan Arema FC setelah sempat unggul 2-0; Oscar Bruzon menyebut hasil itu terasa seperti kekalahan.
Hasil ini menjaga tren tak terkalahkan Bhayangkara hingga pekan keempat, tetapi efektivitas penyelesaian peluang dan kegagalan mempertahankan keunggulan menjadi pekerjaan rumah.
Oscar mengevaluasi timing pressing dan pertahanan kolektif setelah Arema mencetak gol dari transisi serta bola mati, sambil memilih fokus pada kesalahan tim ketimbang wasit.
Bandar Lampung, IDN Times - Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon kecewa hasil imbang 2:2 melawan Arema FC. Padahal, tim besutannya sempat unggul 2:0 pada babak pertama.
"Ini hasil yang mengecewakan untuk kami, karena kami unggul 2-0 dan hasilnya imbang. Rasanya seperti kalah bagi kami," ujar pelatih dalam konferensi pers seusai pertandingan, Sabtu (10/10/2026).
Ia menambahkan, Bhayangkara FC mampu mendominasi permainan dan menciptakan sejumlah peluang. Tapi gagal mempertahankan keunggulan hingga pertandingan berakhir.
1. Sisi positif dan negatif

Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC Oscar Bruzon (kiri) saat post match conference usai pertandingan melawan Arema FC, Sabtu (10/10/2026). (Dok. MO Bhayangkara FC). Menurut Oscar, merujuk hasil pertandingan keempat Super League ini, ada sisi positif dan negatif. Sisi positifnya adalah mampu mempertahankan tren tidak terkalahkan hingga pekan keempat. Selain itu, timnya juga dinilai mampu memberikan perlawanan kepada lawan yang kuat.
Sedangkan sisi negatif, hasil akhir tetap menjadi pekerjaan rumah. Setelah unggul 2-0, mereka justru kebobolan dua gol sehingga harus puas berbagi poin dengan Arema.
Oscar menambahkan, efektivitas menjadi salah satu faktor pembeda dalam pertandingan tersebut. Timnya memiliki sejumlah peluang, tetapi tidak mampu mengoptimalkannya menjadi gol tambahan.
Sebaliknya, Arema dinilai mampu memaksimalkan kesempatan yang ada. Efektivitas tersebut membuat mereka bisa bangkit meski sempat tertinggal dua gol.
2. Pelatih evaluasi cara bertahan setelah unggul dua gol

ilustrasi sepakbola (pixabay.com/SeppH) Terkait Bhayangkara FC mengubah taktik setelah unggul 2:0 pada babak pertama lalu menjadi bertahan pada babak kedua, Oscar mengatakan, timnya tidak menerapkan pertahanan blok rendah atau low block. Melainkan blok menengah atau medium block.
Menurutnya, pendekatan tersebut berkaitan dengan cara tim merespons posisi dan pergerakan pemain Arema. Lawan dinilai menempatkan banyak pemain di area depan sehingga tim perlu menentukan waktu yang tepat untuk melakukan tekanan.
Meski demikian, pelatih mengakui timnya terlambat merespons tekanan dalam beberapa situasi. Ia menilai pemilihan waktu untuk melakukan pressing menjadi aspek yang perlu diperbaiki.
"Tim harus mampu membaca situasi pertandingan dan merespons pergerakan lawan secara lebih tepat. Evaluasi tersebut menjadi penting karena Arema mampu mengambil inisiatif dan menciptakan peluang untuk mengejar ketertinggalan," papar Oscar.
3. Gol Arema berasal dari transisi dan bola mati

ilustrasi gol (unsplash.com/Chaos Soccer Gear) Oscar juga menyoroti efektivitas penyelesaian akhir Bhayangkara FC dan proses terjadinya dua gol Arema. Menurutnya, gol pertama Arema tercipta melalui situasi transisi, sedangkan gol kedua berasal dari situasi bola mati.
Kedua situasi tersebut sebenarnya sudah menjadi perhatian tim sebelum pertandingan. Pelatih mengklaim, telah membahas cara menghentikan transisi Arema dan mengantisipasi situasi bola mati dalam persiapan pertandingan.
"Namun, rencana tersebut belum berjalan maksimal di lapangan. Konsistensi dan efektivitas pertahanan menjadi modal penting apabila tim ingin meraih lebih banyak kemenangan," tukas Oscar.
Menurutnya, memperbaiki pertahanan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemain belakang. Seluruh pemain harus terlibat ketika tim kehilangan bola maupun saat menghadapi serangan lawan.
4. Pelatih enggan komentari keputusan wasit

ilustrasi wasit sepak bola (pixabay.com/planet_fox) Disinggung kepemimpinan wasit selama pertandingan, Oscar enggan berkomentar. Ia menilai evaluasi sebaiknya difokuskan pada kesalahan yang dilakukan timnya sendiri.
Menurutnya, tim memiliki tanggung jawab untuk memaksimalkan peluang yang tercipta dan mencegah lawan mencetak gol. Ia ingin menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi internal, terutama terkait efektivitas serangan dan konsistensi pertahanan.
"Kami berharap dapat mengambil pelajaran dari hasil tersebut dan tampil lebih baik pada pertandingan selanjutnya. Upaya memperbaiki performa harus melibatkan seluruh pemain, baik ketika membangun serangan maupun saat bertahan," jelas Oscar.





















