Oscar Bruzon Soroti Kartu Merah, tapi Puji Mentalitas Bhayangkara FC

- Bhayangkara Presisi Lampung FC bermain imbang 3-3 melawan Madura United, dengan gol Sani Rizki Fauzi pada menit 90+2 menyelamatkan poin setelah tim tertinggal 3-2.
- Oscar Bruzon memuji mentalitas pemain yang tetap melawan dengan 10 orang usai Jefferson Brenes dikartu merah, serta menilai tim masih berpeluang menang melalui dua peluang yang membentur tiang.
- Bhayangkara menjaga rekor tak terkalahkan dalam lima laga dan membidik kemenangan pada dua pertandingan kandang berikutnya melawan PSIM Yogyakarta serta PSM Makassar.
Bandar Lampung, IDN Times – Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, mengapresiasi mentalitas para pemainnya setelah bermain imbang 3-3 melawan Madura United pada pekan kelima Super League 2026/2027, Jumat (16/10/2026) malam.
Bermain di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jawa Timur, Bhayangkara sempat unggul 1-0 pada babak pertama melalui Jefferson Brenes. Namun, pertandingan berubah setelah Brenes menerima kartu merah pada menit ke-59.
Meski bermain dengan 10 pemain, Bhayangkara mampu memberikan perlawanan hingga akhir pertandingan. Bahkan, gol Sani Rizki Fauzi pada menit ke 90+2 menggagalkan kemenangan Madura United yang sempat unggul 3-2.
1. Oscar Bruzon puji mentalitas pemain

Skor akhir 3:3 pertandingan antara Madura United Vs Bhayangkara Presisi Lampung FC. (Instagram.con/bhayangkarafc Merujuk evaluasi, Oscar mengatakan mulanya pertandingan berjalan sesuai dengan rencana yang telah disiapkan tim pelatih. Bhayangkara berupaya menetralisir pergerakan pemain Madura United dari lini tengah sekaligus membangun serangan melalui sisi sayap.
Oscar menilai, para pemainnya telah menjalankan strategi dengan baik, terutama dalam meredam serangan lawan dari tengah dan memanfaatkan sisi sayap untuk membangun serangan. Ia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang tetap menunjukkan semangat meski harus menghadapi situasi sulit setelah kehilangan satu pemain.
"Saya ingin memberikan apresiasi kepada para pemain saya. Kami bermain tandang dengan 10 pemain, tetapi semangat dan mentalitas anak-anak tidak gentar," ujar Oscar.
Menurutnya, Bhayangkara bahkan memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin. Sayangnya, dua peluang pada menit-menit akhir pertandingan hanya membentur tiang gawang. Oscar pun bersyukur timnya masih mampu mempertahankan rekor tidak terkalahkan meski menghadapi tekanan dari tuan rumah.
"Kita seharusnya bisa memenangkan pertandingan jika dua peluang terakhir kita tidak mengenai tiang. Selamat kepada semua pemain dan tim. Kami mencoba memberikan yang terbaik. Pada akhirnya, terima kasih Tuhan, kami tidak kalah," katanya.
2. Soroti insiden kartu merah Jefferson Brenes

ilustrasi kartu merah (pexels.com/BOOM Photography) Oscar turut menyoroti insiden yang membuat Jefferson Brenes harus meninggalkan lapangan lebih awal. Ia menilai situasi tersebut semestinya bisa ditangani secara berbeda oleh wasit.
Menurut Oscar, sebelum insiden kartu merah, terdapat kejadian yang melibatkan Hugo Gomes dan Jefferson Brenes. Ia menilai, Hugo melakukan provokasi dengan mendorong kepala Brenes hingga memicu reaksi pemain Bhayangkara tersebut.
Oscar mengatakan, dirinya bukan tipe pelatih yang gemar mengomentari keputusan wasit. Namun, ia menilai insiden tersebut berada dalam situasi yang bisa ditafsirkan berbeda.
"Saya bukan tipikal pelatih yang suka mengomentari wasit, tetapi situasi tadi menurut saya 50-50. Setelah itu, pertandingan menjadi di luar kontrol," ujarnya.
Oscar mengatakan, kedua pemain seharusnya sama-sama mendapatkan hukuman atas insiden tersebut, bisa berupa kartu kuning maupun kartu merah, bergantung pada penilaian wasit terhadap pelanggaran yang terjadi.
Setelah Brenes diusir dari lapangan, Oscar mengaku harus segera menyesuaikan strategi. Ia memasukkan sejumlah pemain yang lebih segar untuk menjaga keseimbangan tim dan meredam tekanan Madura United. Untuk itu, Bhayangkara kemudian mencoba memanfaatkan bola-bola panjang untuk keluar dari tekanan sekaligus mencari peluang menambah gol.
3. Bhayangkara tetap berusaha membalikkan keadaan

Bhayangkara Presisi Lampung FC. (IDN Times/Tangkapan Layar). Kehilangan Brenes tidak membuat Bhayangkara mengendurkan upaya menyerang. Oscar mengatakan, timnya tetap berusaha mencari gol tambahan meski harus bermain dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Bhayangkara sempat kembali unggul 2-1 melalui gol Matias Ernesto Ocampo Ornizun pada menit ke 70. Namun, Madura United mampu menyamakan kedudukan melalui Baloteli pada menit ke 77. Tuan rumah kemudian berbalik unggul 3-2 lewat gol kedua Juan Danilo Santacruz Gonzalez pada menit ke 90.
Saat kemenangan Madura United tampak di depan mata, Sani Rizki Fauzi mencetak gol penyeimbang pada menit ke 90+2 melalui tembakan dari luar kotak penalti.
Bhayangkara bahkan memiliki dua peluang emas tambahan pada masa injury time. Salah satunya melalui Moisés Wolschick yang tendangannya membentur tiang setelah sempat mengenai tangan kiper Madura United.
Begitu juga Madura United juga nyaris kembali membukukan gol melalui peluang Gali Frietas juga berakhir dengan bola yang membentur tiang gawang.
4. Nehar Sadiki nilai kartu merah tidak sepatutnya diberikan

Bek Bhayangkara Presisi Lampung FC, Nehar Sadiki (kanan). (Dok. MO Bhayangkara FC). Bek Bhayangkara Presisi Lampung FC, Nehar Sadiki, juga menyoroti keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Jefferson Brenes. Ia sependapat dengan Oscar, tim telah berusaha memberikan penampilan terbaik meski harus bermain di kandang lawan. "Menurut saya, kejadian kartu merah itu tidak sepatutnya diberikan kepada pemain Bhayangkara," kata Nehar.
Ia menambahkan, Bhayangkara masih memiliki kesempatan untuk mempertahankan keunggulan atau bahkan memenangkan pertandingan sebelum situasi berubah akibat kartu merah. Meski demikian, ia menegaskan tim tetap harus melakukan evaluasi terhadap performa mereka, khususnya ketika sudah unggul pada babak pertama.
Bagi Nehar, kemampuan mempertahankan keunggulan menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki. "Kami harus memperbaiki bagaimana ketika sudah unggul pada babak pertama, tetapi pada babak kedua tidak bisa mempertahankan kemenangan. Itu yang harus kami perbaiki ke depannya," ujarnya.
5. Bhayangkara bidik kemenangan dua laga kandang

Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC vs PSBS Biak. (IDN Times/Muhaimin) Hasil imbang melawan Madura United membuat Bhayangkara Presisi Lampung FC melanjutkan catatan tidak terkalahkan dalam lima pertandingan Super League 2026/2027. Nehar menjelaskan, hasil tersebut menjadi modal positif, terutama setelah tim menjalani dua pertandingan tandang menghadapi Arema FC dan Madura United.
Menurutnya, tim perlu mempertahankan konsistensi sekaligus memperbaiki sejumlah kekurangan agar dapat meraih hasil lebih baik pada pertandingan berikutnya. Kini, Bhayangkara kini bersiap menghadapi dua pertandingan kandang di Stadion Sumpah Pemuda dengan target meraih kemenangan saat menjamu PSIM Yogyakarta (20 Oktober 2026) dan PSM Makassar (26 Oktober 2026).
Dua laga tersebut menjadi kesempatan bagi The Guardians of Saburai untuk memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sekaligus memperbaiki posisi di klasemen Super League.


















