Meski Bhayangkara FC Tekuk PSIM, Oscar Bruzon Soroti Penyelesaian Akhir

Bhayangkara Presisi Lampung FC mengalahkan PSIM Yogyakarta setelah sempat tertekan pada 15 menit awal, lalu mengambil alih lini tengah dan tempo permainan.
Oscar Bruzon menilai penyelesaian akhir Bhayangkara masih kurang efektif meski banyak menciptakan peluang; ia memuji debut kiper M Fahri yang menjaga clean sheet.
Laga sempat terhenti akibat dugaan rasisme yang masih membutuhkan konfirmasi. Kapten Wahyu Subo Seto juga mengalami cedera kepala dan digantikan TM Icshan.
Bandar Lampung, IDN Times - Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Oscar Bruzon, menyoroti efektivitas penyelesaian akhir timnya meski berhasil meraih kemenangan atas PSIM Yogyakarta dalam lanjutan Super League 2026/2027, Selasa (20/10/2026) malam.
Oscar mengakui anak asuhnya sempat kesulitan mengendalikan permainan pada 15 menit pertama pertandingan. PSIM yang menerapkan formasi 4-4-1 mampu memberikan tekanan sehingga Bhayangkara tidak leluasa mengembangkan permainan.
Namun, situasi perlahan berubah setelah Bhayangkara mampu menguasai lini tengah dan mengendalikan tempo pertandingan. Tim berjuluk The Guardians Of Saburai itu kemudian mulai menciptakan sejumlah peluang untuk mencetak gol.
"Pada 15 menit pertama, cukup sulit bagi kami mengendalikan permainan. PSIM menerapkan skema 4-4-1 dan kami tidak bisa mencetak gol. Kami sedikit tertekan oleh perlawanan mereka," ujar Oscar dalam konferensi pers seusai pertandingan.
1. Kecewa dengan penyelesaian akhir

Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam. (Instagram.com/bhayangkarafc).. Meski berhasil mengendalikan permainan dan menciptakan sejumlah peluang, Oscar belum sepenuhnya puas dengan penampilan anak asuhnya.
Pada babak kedua, Bhayangkara tetap berusaha mendominasi lini tengah dan memaksimalkan kecepatan pemain sayap, termasuk Moussa Sidibé dan Milan Ristovski, untuk membongkar pertahanan PSIM.
Sejumlah peluang berhasil diciptakan. Namun, penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah bagi Bhayangkara.
Tendangan yang membentur tiang hingga peluang yang melebar dari sasaran membuat tim tuan rumah gagal menambah gol. Oscar menilai, para pemain seharusnya bisa lebih tenang ketika berada dalam situasi yang memungkinkan mereka mencetak gol.
"Saya tidak senang dengan efektivitas tim, terutama dalam peluang mencetak gol. Ada bola yang mengenai tiang dan ada yang melebar. Seharusnya kami bisa lebih tenang dan mengontrol bola untuk mencetak gol," katanya.
2. Fahri bersyukur bisa bantu Bhayangkara raih tiga poin

Pertandingan Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Sumpah Pemuda Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) malam. (Instagram.com/bhayangkarafc).. Kiper Bhayangkara Presisi Lampung FC, M Fahri, turut mengungkapkan rasa syukurnya setelah membantu tim meraih kemenangan. Apalagi ini menjadi debutnya dan ia menilai, hasil positif tersebut tidak terlepas dari dukungan suporter Lampung dan kerja keras seluruh pemain dalam beberapa pekan terakhir.
Berkaca pada dua pertandingan sebelumnya melawa Arema FC dan Madura United, Fahri mengakui Bhayangkara sempat memiliki kesempatan meraih kemenangan. Karena itu, tiga poin diraih kali ini menjadi hasil yang patut disyukuri oleh seluruh tim.
Ia berharap, bisa terus memberikan kontribusi positif apabila kembali mendapat kesempatan bermain. Terkait target ke depan pasca laga debut, Fahri mengatakan tidak memasang target pribadi yang berlebihan. Fokus utamanya adalah membantu tim meraih hasil sesuai target yang ditetapkan manajemen.
"Target saya tidak terlalu banyak. Terutama, saya ingin mengangkat tim ketika dimainkan dan sebisa mungkin meraih hasil sesuai target manajemen. Semoga ke depannya bisa terus clean sheet," katanya.
3. Oscar puji penampilan Fahri catatkan clean sheet

Kiper Bhayangkara Presisi Lampung FC M Fahri (kiri) debut saat melawan PSIM, Selasa (20/10/2026). (Dok. MO Bhayangkara FC). Oscar juga memberikan apresiasi kepada Fahri yang dinilai mampu menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang. Menurutnya, Fahri berhasil menjalankan tugasnya dengan baik dalam menjaga pertahanan Bhayangkara sehingga tim mampu mencatatkan clean sheet atau tidak kebobolan.
Penampilan tersebut menjadi modal positif bagi Fahri untuk bersaing mendapatkan kesempatan bermain pada pertandingan berikutnya. "Dia memperkuat pertahanan dan menunjukkan kelasnya dengan performa yang sangat bagus," kata Oscar.
Oscar juga menegaskan, Bhayangkara memiliki sejumlah pemain yang siap diturunkan untuk menghadapi berbagai situasi selama kompetisi berlangsung.
4. Dugaan rasisme di lapangan

Ilustrasi rasis (unsplash.com/Markus Spiske) Situasi pertandingan sempat memanas ketika wasit Agung Setiyawan berdiskusi dengan petugas VAR pada menit ke-69. Dalam situasi tersebut, pemain Bhayangkara FC, Allano dan Moussa Sidibé, terlihat emosional hingga harus ditenangkan rekan-rekan setimnya.
Pertandingan bahkan sempat terhenti lebih dari lima menit. Ketika ditanya mengenai penyebab situasi tersebut, Oscar tidak ingin memberikan banyak komentar. Namun, ia menyinggung adanya dugaan tindakan rasisme yang terjadi di lapangan.
Karena itu, dugaan rasisme dalam pertandingan ini masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak-pihak terkait. Oscar menegaskan Bhayangkara memiliki komitmen untuk menolak segala bentuk tindakan rasisme, sebagaimana tercermin dalam kampanye di emblem jersey bertajuk Say No to Racism. "Kami tidak menoleransi apa pun yang berkaitan dengan rasisme, apalagi di lapangan," tegasnya.
5. Berharap Wahyu Subo Seto segera pulih

Pemain Bhayangkara FC Wahyu Subo Seto. (Dok. MO Bhayangkara FC). Selain mengevaluasi permainan tim, Oscar juga menyoroti kondisi Wahyu Subo Seto yang mengalami cedera kepala dalam pertandingan tersebut. Cedera itu terjadi saat Wahyu terlibat perebutan bola 50:50 dengan pemain PSIM, Ze Valente.
Saat kejadian, kaki Ze Valente mengenai kepala Wahyu. Imbas kejadian itu, sang kapten Bhayangkara FC tidak bisa melanjutkan pertandingan dan digantikan TM Icshan.
Oscar berharap kondisi Wahyu segera membaik dan sang pemain dapat kembali beraktivitas tanpa kendala. Pelatih asal Spanyol tersebut juga menegaskan bahwa cedera dan akumulasi kartu merupakan bagian dari dinamika sepak bola yang harus dihadapi setiap tim.
Bhayangkara, menurutnya, memiliki sejumlah pilihan pemain yang dapat mengisi posisi ketika ada pemain utama yang tidak bisa tampil. Ia menegaskan kehilangan pemain tidak boleh menjadi alasan bagi tim untuk menurunkan kualitas permainan.



















