Pertanyakan Kartu Merah Brenes, Dirtek Bhayangkara: Gunanya VAR Apa?

Bhayangkara Presisi Lampung FC mempertanyakan kartu merah langsung untuk Jefferson Brenes pada menit ke-60 saat menghadapi Madura United di Super League 2026/2027.
Direktur Teknik Miftahudin Mukson menilai VAR semestinya menilai rangkaian insiden secara objektif, termasuk bila terdapat pelanggaran dari kedua pemain.
Bhayangkara bermain dengan 10 pemain sekitar 30 menit, tetapi mengamankan hasil imbang 3-3 lewat gol Sani Rizki Fauzi pada menit 90+2.
Bandar Lampung, IDN Times - Bhayangkara Presisi Lampung FC.mempertanyakan keputusan wasit melayangkan kartu merah langsung kepada sang gelandang Jefferson Brenes saat menghadapi Madura United dalam laga pekan kelima Super League 2026/2027.
Jefferson diganjar kartu merah oleh sang pengadil Muhammad Tri Santoso pada menit ke-60. Alhasil, tim berjuluk The Guardians of Saburai tersebut harus bermain dengan 10 pemain hingga berakhirnya laga dengan skor 3-3 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (16/10/2026) malam.
"Dalam kasus ini, perangkat pertandingan seharusnya perlu melihat insiden secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu kejadian," ujar Direktur Teknik (Dirtek) Bhayangkara FC, Miftahudin Mukson dimintai keterangan, Sabtu (17/10/2026).
1. Pertanyakan objektivitas wasit

Potret skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Madura United di Stadion Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (16/10/2026) malam. (Instagram/@bhayangkarafc) Miftahudin menyoroti penggunaan Video Assistant Referee (VAR) dalam pengambilan keputusan tersebut. Menurutnya, teknologi VAR semestinya dapat membantu perangkat pertandingan menilai rangkaian kejadian sebelum menjatuhkan hukuman kepada pemain.
Sehingga penggunaan VAR dapat difungsikan oleh wasit dalam memastikan keputusan yang diambil sudah objektif dan memberikan rasa keadilan terhadap kedua tim.
"Yang paling harus diperhatikan, sebelum memutuskan segala sesuatu, mereka harus melihat secara umum. Gunanya VAR apa?" ucapnya.
Menurut Miftahudin, apabila dalam sebuah insiden terdapat pelanggaran dilakukan kedua pemain, maka tindakan masing-masing seharusnya dinilai secara proporsional. "Harusnya kalau mau bunyikan kuning dua-duanya, kalau merah ya merah dua-duanya. Jangan hanya sebelah, berat sebelah," lanjut dia.
2. Jadi bahan evaluasi Bhayangkara FC

Potret skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Madura United di Stadion Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (16/10/2026) malam. (Instagram/@bhayangkarafc) Miftahudin mengatakan, insiden tersebut tetap menjadi bahan evaluasi internal tim bermarkas di Stadion Sumpah Pemuda tersebut. Ia menilai pemain harus mampu menjaga emosi ketika menghadapi situasi memancing reaksi di lapangan.
Selain itu, ia juga menegaskan pihaknya tidak bermaksud membenarkan keributan terjadi dalam pertandingan. Namun, faktor pemicu sebelum insiden juga dinilai perlu menjadi perhatian perangkat pertandingan.
"Kami tidak bermaksud membenarkan keributan, tetapi perlu juga menilai faktor pemicu insiden. Itu juga perlu menjadi bagian dari evaluasi perangkat pertandingan," tegas dia.
3. Bhayangkara tahan imbang Madura United 3-3

Potret skuad Bhayangkara Presisi Lampung FC melawan Madura United di Stadion Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Jumat (16/10/2026) malam. (Instagram/@bhayangkarafc) Terlepas dari kartu merah tersebut, Bhayangkara Presisi Lampung FC berhasil membawa pulang satu poin setelah bermain imbang 3-3 melawan Madura United. Jefferson Brenes lebih dulu membawa Bhayangkara unggul pada menit ke-26. Madura United kemudian menyamakan kedudukan melalui Juan Santacruz pada menit ke-52.
Setelah Jefferson diusir keluar lapangan, Bhayangkara kembali mencetak gol melalui Matias Ocampo pada menit ke-71. Madura United kemudian berbalik unggul setelah Balotelli mencetak gol pada menit ke-78, disusul Santacruz pada menit ke-90.
Bhayangkara akhirnya terhindar dari kekalahan setelah Sani Rizki Fauzi mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+2. Hasil tersebut membuat Bhayangkara tetap membawa pulang satu poin dari markas Madura United, meski harus bermain dengan 10 pemain pada sekitar 30 menit terakhir pertandingan.



















