Waspada El Nino Godzilla, BMKG Lampung: Puncak Kemarau Agustus 2026

- BMKG Lampung memprediksi fenomena El Nino 'Godzilla' akan mencapai puncaknya pada Agustus 2026, menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering di sebagian besar wilayah.
- Kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga pemerintah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca untuk menjaga kelembapan lahan gambut dan mencegah titik api.
- BMKG mengimbau masyarakat hemat air, panen air hujan, hindari pembakaran lahan, jaga kesehatan saat cuaca panas, serta rutin pantau informasi cuaca resmi dari BMKG.
Bandar Lampung, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino "Godzilla" akan menguat pada semester kedua 2026 dengan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus, termasuk di Provinsi Lampung.
Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Lampung, Rudi Harianto mengatakan, sebagian besar wilayah akan mengalami musim kemarau lebih kering dan lebih panjang dari biasanya.
"Kami memprediksi puncaknya akan terjadi pada Agustus nanti, dengan durasi yang lebih panjang dibanding normalnya," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (18/4/2026).
1. Ancaman kekeringan dan karhutla

Rudi melanjutkan, fenomena El Nino ini terjadi akibat pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Meskipun saat ini intensitasnya diprediksi berada pada level lemah hingga moderat, dampaknya terhadap pengurangan curah hujan di tingkat lokal tetap signifikan.
Oleh karena itu, kondisi lebih kering ini meningkatkan risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama di wilayah lahan gambut. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melalui kementerian terkait dan BMKG mulai melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah penyemaian awan untuk menghasilkan hujan buatan guna menjaga kelembapan lahan gambut atau rewetting, sehingga potensi titik api bisa ditekan," katanya.
2. Minta masyarakat bijak gunakan air hingga jaga kesehatan

Menghadapi situasi Agustus mendatang, Rudi melanjutkan, BMKG telah mengeluarkan empat imbauan utama bagi masyarakat, khusus di Provinsi Lampung. Mulai dari penghematan air sedari sekarang, dengan menggunakan air secara bijak dan efisien untuk keperluan sehari-hari sebelum cadangan menipis.
Kemudian memanen air hujan di sisa musim penghujan pada April-Mei, dengan cara menampung air dalam tandon atau embung sebagai cadangan saat puncak kemarau. Lalu berhenti pembukaan lahan dengan cara pembakaran, dikarenakan saat musim kering api sekecil apapun dapat merembet menjadi bencana besar.
"Kami juga meminta masyarakat dapat menjaga kesehatan, gunakan masker jika polusi debu meningkat dan pastikan asupan air putih tercukupi untuk menghindari dehidrasi akibat cuaca panas ekstrem," ucapnya.
3. Ingatkan tetap pantau perkembangan informasi cuaca

Rudi menambahkan, masyarakat agar terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, guna mengantisipasi perubahan iklim yang dinamis.
"Mari kita sama-sama terus waspada dan saling mengingatkan, serta pantau terus informasi resmi perkembangan cuaca terupdate dari BMKG," imbuhnya.


















