Virus Nipah Belum Ditemukan di Lampung, Warga Diminta Tetap Waspada!

- Koordinasi lintas sektor dilakukan Dinkes Lampung dengan Polda Lampung untuk memperkuat kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus Nipah.
- Langkah mitigasi disiapkan pemerintah tidak jauh berbeda dengan penanganan Covid-19, termasuk meningkatkan monitoring di wilayah masing-masing.
- Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap potensi penularan virus Nipah yang berkaitan dengan konsumsi produk berisiko terkontaminasi.
Bandar Lampung, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung memastikan hingga kini belum ditemukan atau diidentifikasi temuan kasus penyakit virus Nipah di wilayah Lampung. Masyarakat diminta waspada dan tetap menjaga pola hidup bersih.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Lampung, dr Edwin Rusli mengatakan, berdasarkan hasil surveilans dan pemantauan kesehatan belum ada temuan virus Nipah di Lampung maupun di Indonesia secara nasional.
“Belum ada. Sampai sekarang virus Nipah belum masuk Lampung, bahkan di Indonesia juga belum ada,” ujarnya dikonfirmasi, Senin (9/2/2026).
1. Sudah koordinasi lintas sektor

Edwin menjelaskan, dinas kesehatan di bawah naungannya telah melakukan koordinasi lintas sektor. Termasuk dengan Polda Lampung guna memperkuat kewaspadaan terhadap potensi masuknya virus tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung. Prinsipnya, kesiapsiagaan tetap dilakukan meskipun belum ada temuan kasus,” jelasnya.
2. Mitigasi serupa penanganan Covid-19

Lebih lanjut Edwin menyampaikan, langkah mitigasi disiapkan pemerintah pada prinsipnya tidak jauh berbeda dengan penanganan penyakit menular sebelumnya, seperti COVID-19. Gejala virus Nipah juga disebut memiliki kemiripan dengan infeksi saluran pernapasan.
“Hampir sama seperti COVID, gejalanya mirip. Tapi ini belum masuk, jadi jangan panik, cukup waspada,” katanya.
Sebagai bentuk penguatan pengawasan, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung juga telah mengirimkan surat edaran kepada seluruh kabupaten dan kota di Lampung, untuk meningkatkan monitoring di wilayah masing-masing. “Hari ini suratnya sudah kami kirim ke seluruh kabupaten/kota, intinya agar berjaga-jaga dan meningkatkan pengawasan,” lanjut dia.
3. Imbauan hindari konsumsi berisiko

Edwin turut mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap potensi penularan virus Nipah diketahui dapat berasal dari hewan, terutama kelelawar. Salah satu perlu diwaspadai ialah konsumsi produk yang berisiko terkontaminasi.
“Virus ini berkaitan dengan aren, seperti air nira aren mentah. Itu berbahaya kalau tidak diolah dengan baik,” katanya.
Meski belum ditemukan kasus, ia menegaskan kewaspadaan tetap diperlukan agar Lampung terhindar dari ancaman penyakit menular baru. “Intinya, di Lampung belum ada. Tapi tetap jaga-jaga, pola hidup bersih dan sehat harus terus diterapkan,” imbuhnya.

















