Fakta Menarik Bahasa Lampung Kamu Wajib Tahu

- Bahasa Lampung memiliki aksara sendiri 'Had Lampung' dan terbagi menjadi dua dialek utama, yaitu Dialek Api (Pesisir) dan Dialek Nyo (Abung).
- Bahasa Lampung merupakan salah satu bahasa daerah tertua di Pulau Sumatra dan berasal dari rumpun Bahasa Austronesia.
- Aksara Lampung dipengaruhi oleh aksara Pallawa dan Kawi, berkembang seiring peradaban kerajaan tua, serta menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara adat.
Bandar Lampung, IDN Times - Siapa nih kalau dengar dialek Lampung langsung berasa aura ketegasannya? Lampung dikenal sebagai provinsi kaya akan budaya, salah satunya ialah kepemilikan bahasa daerah.
Bukan hanya sekadar kata-kata, bahasa Lampung ternyata punya sejarah sangat tua dan dipengaruhi oleh peradaban besar di masa lalu.
Berikut IDN Times bagikan beberapa fakta menarik bahasa Lampung wajib kamu tahu!
1. Memiliki aksara sendiri 'Had Lampung' dan terbagi menjadi dua dialek utama

Gak semua bahasa daerah di Indonesia punya aksara lho. Lampung patut bangga karena memiliki aksara tradisional sendiri disebut Had Lampung.
Aksara ini sudah digunakan sejak lama dalam penulisan tradisional masyarakat setempat. Selain itu, kamu mungkin sering dengar perbedaan akhiran "O" dan "A".
Secara garis besar, bahasa Lampung terbagi menjadi dua dialek, yaitu Dialek Api (Pesisir) dan Dialek Nyo (Abung). Keduanya punya keunikan masing-masing memperkaya interaksi warga daerah.
2. Bahasa tertua di Sumatra, berasal dari rumpun Bahasa Austronesia

Bahasa Lampung merupakan salah satu bahasa daerah tertua di Pulau Sumatra. Jejak penggunaannya bahkan sudah terdeteksi sejak masa pra-kolonial.
Kemudian secara linguistik, bahasa Lampung berasal dari rumpun bahasa Austronesia. Ini membuatnya memiliki "saudara jauh" atau kemiripan struktur dengan bahasa besar daerah lain di Indonesia seperti bahasa Jawa, Sunda, dan Melayu.
3. Aksara dipengaruhi Pallawa dan Kawi, berkembang seiring peradaban kerajaan tua

Bila melihat bentuk aksara Lampung yang estetik, itu karena ada pengaruh dari aksara kuno. Aksara Lampung memiliki kemiripan dan dipengaruhi oleh aksara Pallawa, serta aksara Kawi masuk melalui jalur perdagangan dan budaya di masa silam.
Bahasa ini gak tumbuh sendirian, bahasa Lampung tumbuh dan berkembang bersamaan dengan kerajaan-kerajaan tua yang ada di Lampung, seperti Keratuan Darah Putih dan Keratuan Pugung.
4. Bagian tak terpisahkan dari upacara adat, simbol identitas serta jati diri masyarakat

Bahasa Lampung hingga saat ini masih digunakan secara formal dalam berbagai upacara adat. Mulai dari prosesi pernikahan hingga upacara pemberian gelar adat, bahasa ini menjadi elemen sakral yang menghidupkan suasana.
Bagi masyarakat Lampung, bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi sehari-hari. Keberadaannya menjadi simbol identitas dan jati diri yang merekatkan keberagaman masyarakat di tanah Sang Bumi Ruwa Jurai.
Demikian beberapa fakta menarik seputar bahasa Lampung. Yuk kita terus lestarikan bahasa daerah agar tidak punah ditelan zaman!


















