Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Viral! Warga Pringsewu Rela Rogoh Kocek Pribadi Perbaiki Jalan Rusak
Gerakan perbaikan jalan swadaya masyarakat di Kabupaten Pringsewu. (Instagram/@atu.erika).
  • Warga Pringsewu secara swadaya perbaiki jalan rusak dan berlobang
  • Pemuda Pringsewu Bersatu menggunakan dana donasi untuk memperbaiki jalan
  • Aksi ini dilakukan karena resah terhadap meningkatnya kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandar Lampung, IDN Times - Provinsi Lampung dan kisah jalan rusaknya seakan tak ada habisnya. Aksi menohok masyarakat kali ini datang dari Kabupaten Pringsewu, warga ramai-ramai memperbaiki jalanan rusak dan berlobang secara swadaya.

Aksi masyarakat tersebut diunggah oleh selebgram asal kabupaten setempat, Erika Widiastuti. Melalui akun Instagram-nya @atu.erika, kegiatan perbaikan jalan secara swadaya itu didokumentasikan dan dibagikan di media sosial.

Secara swadaya, mandiri dan tanpa bantuan dari pemerintah, kelompok menamakan diri sebagai Pemuda Pringsewu Bersatu ini bergerak memperbaiki jalanan rusak dan berlubang di sekitar Pringsewu. Terlihat, mobil pikap membawa material perbaikan jalan seperti pasir dan semen, tak sampai di situ, spanduk membentang bertuliskan "SEDANG ADA PERBAIKAN JALAN OLEH RAKYAT" turut melengkapi aksi tersebut.

1. Gerakan menamakan diri Pemuda Pringsewu Bersatu

Gerakan perbaikan jalan swadaya masyarakat di Kabupaten Pringsewu. (Instagram/@atu.erika).

Dalam keterangannya melalui unggahan video aktivitas perbaikan jalan ini ditulis.

"Atas Nama Kemanusiaan dan Kepedulian terhadap Keselamatan Nyawa Pengguna Jalan

Kami RAKYAT (Pemuda Pringsewu Bersatu) menyatakan Sikap untuk turun langsung ke jalanan melakukan Upaya SOLUTIF Memperbaiki Jalanan Rusak & Berlobang secara SWADAYA !!!

Apa yang kami lakukan semua bersumber dari DONASI & GOTONG ROYONG MASYARAKAT tidak hanya di Kabupaten Pringsewu melainkan berbagai penjuru bersatu padu memberikan EMPATInya. Yaa betul, Empati terhadap MATI nya Respon dan Kepedulian Pemerintah baik di tingkat Kabupaten, Provinsi, Maupun Pusat !!! Sebab Buruknya Infrastruktur yang ada telah nyata mengakibatkan banyak korban Kecelakaan bahkan dari data Kepolisiaan setempat menyebutkan sudah 10 Korban Meninggal Dunia selama satu bulan terakhir akibat Laka Lantas.

Ditengah gempuran Efisiensi Anggaran dari Kepemimpinan @prabowo @gibran_rakabuming, akankah Rakyat hanya Duduk Berdiam dan menunggu Korban selanjutnya berjatuhan ???

Sudah bukan saatnya mempertanyakan SIAPA YANG PALING BERTANGGUNGJAWAB atas semua ini ??? Yang jelas telah Nyata bahwa PEMERINTAH GAGAL memberikan Fasilitas Umum & Insfrastruktur terutama Jalan yang Layak untuk Masyarakat

TTD
Pemuda Pringsewu Bersatu," tulisnya dalam caption unggahan.

2. Dipicu dari keresahan maraknya insiden kecelakaan lalu lintas

Gerakan perbaikan jalan swadaya masyarakat di Kabupaten Pringsewu. (Instagram/@atu.erika).

Terkait aksi tersebut, Erika mengaku tak menyangka upaya perbaikan jalan swadaya masyarakat ini mendapatkan antusiasme dan perhatian masyarakat banyak, bahkan dari luar Kabupaten Pringsewu maupun Provinsi Lampung.

"Alhamdulillah, hampir 95 persen masyarakat mendukung gerakan ini, tapi mungkin ada buzzer yang tidak setuju atau merasa gerakan ini menyudutkan pemerintahan," katanya dimintai keterangan, Jumat (7/3/2025).

Lebih lanjut ia menegaskan, aksi ini bukan ditujukan "mencari panggung" dalam menyoal kondisi jalan rusak tersebut, melainkan berangkat dari keresahan naiknya peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi beberapa waktu terakhir.

"Dari banyaknya kejadian laka lantas, netizen atau masyarakat ini geram, mereka mempertanyakan, ini bagaimana kenapa tidak ada tindak lanjut atau respons, sehingga tercetuslah aksi perbaikan jalan swadaya ini," lanjutnya.

3. Dana hasil swadaya hingga open donasi

Gerakan perbaikan jalan swadaya masyarakat di Kabupaten Pringsewu. (Instagram/@atu.erika).

Erika menambahkan, masyarakat tergabung dalam aksi ini juga sebelumnya telah menjalin komunikasi kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu, namun desakan terkait perbaikan jalan hanya sebatas terealisasi melalui janji-janji semata.

"Ini tanggung jawab pemerintah, tapi pemerintah tidak bisa memberi rasa aman dan nyaman kepada warganya. Akhirnya, masyarakat memilih bergerak sendiri dibandingkan harus menunggu janji, jadi ya sudah swadaya saja, dananya kita open donasi," katanya.

Editorial Team

Related Article