Viral! Pria Tenteng Golok Palak Pegawai Apotek di Pesawaran

- Seorang pria bersenjata golok diduga melakukan pemerasan di Apotek Aros Farma III, Pesawaran, dan aksinya terekam video yang viral di media sosial.
- Pelaku meminta uang Rp300 ribu lalu menodong korban dengan golok setelah permintaannya ditolak, diduga karena masalah pribadi dengan pemilik apotek.
- Korban berteriak minta tolong hingga pelaku kabur; polisi menerima laporan, mengamankan rekaman video, dan masih menyelidiki identitas serta keberadaan pelaku.
Pesawaran, IDN Times - Aksi dugaan pemerasan dilakukan seorang pria bersenjata tajam jenis golok di apotek di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Peristiwa tersebut terekam kamera dan videonya viral di media sosial (Medsos).
Dalam rekaman berdurasi sekitar 23 detik, pria berkaus hitam dan mengenakan topi gelap terlihat mendatangi apotek sambil berbicara dengan nada tinggi kepada petugas jaga. Ia tampak berdiri di depan meja etalase, sesekali menunjuk dan menepukkan tangannya ke atas meja sambil terus berbicara.
"Jangan lah bang, nggak lah bang?," ucap perekam video.
"Gua belah lu. Ya makanya gua minta duit dulu 100, 100 bawa sini. Ini gua ngomong baik-baik," kata pria bertopi tersebut.
"Apa lho bang, jangan lah bang, nggak lah," sahut perekam video.
1. Pelaku diduga meminta uang kepada korban

Terkait rekaman video beredar, Kapolres Pesawaran, AKBP Alvie Granito Pandhita membenarkan adanya laporan dugaan tindak pidana pemerasan di Apotek Aros Farma III, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Menurutnya, peristiwa tindak pidana pemerasan tersebut berlangsung, Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 22.40 WIB. Saat kejadian, korban disebut sedang bertugas seorang diri menjaga apotek setempat.
"Dari laporan yang diterima, pelaku yang belum diketahui identitasnya datang ke apotek dengan membawa senjata tajam jenis golok," katanya, Rabu (3/6/2026).
2. Ancam pakai golok

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, Alvie menyebutkan, pelaku diduga memiliki persoalan pribadi dengan pemilik apotek. Namun setibanya di lokasi, pelaku justru meminta paksa uang senilai Rp300 ribu kepada korban.
Namun permintaan tersebut ditolak. Atas penolakan ini, pelaku diduga naik pitam hingga akhirnya mengeluarkan sebilah golok yang dibawanya dan kembali meminta uang kepada korban.
"Jadi awalnya dia minta 300 ribu, karena ditolak dia nodong pakai golok dan kembali minta uang sebesar 100 ribu," ungkap Alvie.
3. Pelaku kabur, korban buat laporan polisi

Merasa terancam, Alvie menambahkan, korban sontak berteriak meminta pertolongan kepada pengendara sepeda motor melintas di depan apotek. Alhasil, pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.
Atas kejadian tersebut, korban segera melaporkan peristiwa tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pesawaran. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video dari telepon genggam korban.
"Sudah olah TKP. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan, untuk mengungkap identitas dan keberadaan pelaku," tegas kapolres.



















