Urai Antrean Truk, ASDP Bakauheni Terapkan TBB hingga Buffer Zone

- ASDP Bakauheni menyesuaikan layanan dengan percepatan bongkar muat, pengaturan kuota tiket, dan skema waktu H-12 hingga H+48 untuk meratakan distribusi kendaraan.
- Pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat dioptimalkan dengan kapal berkapasitas besar dan sistem buffer zone guna mengatur ritme kendaraan menuju pelabuhan.
- Melalui dukungan pelabuhan Wika Beton dan koordinasi intensif, antrean truk berhasil terurai dalam lima jam sementara operasional pelabuhan tetap terkendali.
Lampung Selatan, IDN Times - ASDP Cabang Bakauheni angkat bicara ihwal lonjakan volume kendaraan khususnya truk logistik mengakibatkan antrean panjang hingga luar kawasan Pelabuhan Bakauheni.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba mengatakan, pihaknya bersama regulator dan stakeholder terkait melakukan penyesuaian layanan secara adaptif untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Sejumlah langkah telah kami lakukan, mulai dari percepatan proses bongkar muat di dermaga, pengaturan kuota tiket, hingga penyesuaian parameter waktu tiket melalui skema H-12 hingga H+48. Ini bertujuan agar distribusi kedatangan pengguna jasa lebih merata,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa (31/3/2026).
1. Optimalkan pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat

Partogi melanjutkan, ASDP juga mengoptimalkan pola operasi Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di empat dermaga. Strategi itu dipadukan dengan pengoperasian kapal berkapasitas besar hingga penambahan jumlah trip guna meningkatkan kapasitas angkut kendaraan, khususnya truk logistik.
Di sisi darat, pengendalian arus kendaraan dilakukan melalui delaying system di sejumlah titik buffer zone seperti KM20, KM49, dan KM87.
"Langkah ini cukup efektif untuk mengatur ritme pergerakan kendaraan menuju pelabuhan, agar tidak terjadi penumpukan di area pelabuhan," katanya.
2. Klaim urai antrean kendaraan bertahap dalam waktu sekitar lima jam

ASDP disebut turut memaksimalkan peran pelabuhan penunjang di Wika Beton dengan mengoperasikan empat unit kapal aktif. Itu guna membantu mendistribusikan arus kendaraan hendak mengakses Pelabuhan Bakauheni.
Menurutnya, rangkaian strategi tersebut sejauh ini terbukti mampu mengurai antrean kendaraan secara bertahap dalam waktu sekitar lima jam.
“Seluruh upaya penguatan layanan ini kami jalankan secara konsisten, terutama untuk menjaga kelancaran arus kendaraan logistik pasca berakhirnya masa pembatasan,” jelasnya.
3. Opwrasional Pelabuhan Bakauheni diklaim tetap terkendali

Partogi menambahkan, kondisi operasional di Pelabuhan Bakauheni saat ini terpantau tetap terkendali dan terus dimonitor secara intensif melalui koordinasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan.
"Kami akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian pola operasi secara berkelanjutan guna memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa," imbuh dia.















