Comscore Tracker

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa Inkubasi

Sekitar satu atau dua minggu pasca berakhirnya kebijakan

Bandar Lampung, IDN Times - Keputusan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau penerapan PPKM Level 4 di Kota Bandar Lampung harus diiringi dengan dukungan upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 lainnya.

Salah satu upaya pendukung tersebut ialah masalah protokol kesehatan (prokes). Sebab, hal itu bisa memberikan dampak besar dalam keberhasilan penerapan PPKM Level 4 dikemudian hari.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Lampung, Ismen Mukhtar. 

"Kalau hanya dengan pembatasan aktivitas dalam aturan PPKM Darurat saja ditakutkan hasilnya tidak memadai, jadi kalaupun kasus turun tidak signifikan. Sehinggal hal-hal lainnya semisal prokes harus bisa tetap dilaksanakan," ujar Ismen, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: PPKM Level 4, Pemkot Bandar Lampung Bakal Bertemu Pengusaha dan PKL

1. Pembatasan kegiatan harus berjalan efektif

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa InkubasiSuasana Idul Adha 2021 Kota Bandar Lampung di masa PPKM Darurat (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Ismen menilai, pelaksanakan PPKM Darurat ataupun PPKM Level 4 di Bandar Lampung harus bisa dilakukan secara cepat dan baik. Pasalnya, ini dapat dikatakan sebagai satu di antara kebijakan akhir pemerintah dalam mengatasi penanganan COVID-19.

Maka dari itu, segala bentuk pembatasan kegiatan masyarakat di dalamnya juga harus bisa berjalan dengan efektif, dengan asumsi tujuan meredam laju penyebaran virus Corona.

"Tapi jika sebalik ini bisa berakibat buruk, sebab kami menilai masyarakat sudah cukup berat menjalankan aturan ini. Sehingga bila ada kebijakan lain ke depannya harus dibarengi dengan solusi bantuan mencukupi dari pemerintah," kata dia.

2. Keberhasilan PPKM baru bisa dilihat setelah masa inkubasi

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa Inkubasienglish.kyodonews.net

Keberhasilan penerapan aturan PPKM menurut Ismen, baru dapat dilihat setelah melewati masa inkubasi. Ia mengatakan, kondisi itu bisa terjadi sekitar satu atau dua minggu pasca berakhirnya kebijakan.

"Pengalaman di beberapa tempat baik itu di luar negeri seperti Eropa ataupun Indonesia yaitu di Jakarta, kebijakan ini cukup berhasil dan membuat tren kasus menurun," imbuhnya.

Kendati demikian, saat nanti penurunan kasus terjadi, maka hal itu lah yang harus diperhatikan oleh pemerintah setempat bersama masyarakat.

"Status kedaruratan ini sebagai bentuk kita gagal mempertahankan tren penurunan kasus-kasus sebelumnya, jadi rem darurat harus ditarik," sambung dia.

Baca Juga: Gelar Vaksinasi Keliling, Polda Lampung Sediakan 29.000 Dosis Vaksin

3. Cakupan vaksin di Lampung masih rendah

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa InkubasiKlikdokter

Ismen juga mengingatkan, adanya mutasi virus varian Delta asal India di tanah air, juga besar kemungkinan masuk ke Provinsi Lampung. Itu mengingat sifat virus yang mampu menularkan dengan cepat dibandingkan varian mutasi lainnya.

"Ini (sebaran mutasi Delta) harus cepat diatasi dan ingat, upaya penanganannya juga tidak bebeda seperti 3M, 5M, dan vaksin," ucap dia

Sehingga pemerintah pusat juga harus segera mencukupi kebutuhan vaksin di masing-masing daerah, tak terkecuali bagi Provinsi Lampung. "Cakupan vaksin masih rendah, apalagi kita sebagai daerah penyangga penyekatan arus balik ke Pulau Jawa yang perlu mendapat perhatian khusus," lanjut Ismen.

4. Dinilai mampu meredam laju COVID-19

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa InkubasiSuasana Idul Adha 2021 Kota Bandar Lampung di masa PPKM Darurat (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Perpanjangan PPKM Darurat ataupun PPKM Level 4 tersebut, ikut diamini oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandar Lampung. Pasalnya, kebijakan itu mampu meredam hasil test konfirmasi COVID-19.

"Kalau kita melihat dari hasil Labkesda, memang dalam seminggu terakhir hasil positif berkurang dan hasil test tidak sebanyak sebelumnya. Mudah-mudahan ini efek PPKM," kata Ketua IDI Kota Bandar Lampung, Aditya M Biomed.

Belakangan, ia menyebut sample test COVID-19 tersebut per harinya kini hanya mencapai 200-300 alat test. "Tentu yang tahu persis ini adalah dinas-dinas ataupun tim survei, kalau kami melihat ya seperti itu," lanjut Aditya.

Baca Juga: Lengkap! Ini Peraturan Bandar Lampung Kategori PPKM Level 4 COVID-19

5. Kebijakan diharapkan memberi manfaat

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa InkubasiSuasana Kota Bandar Lampung di masa PPKM Darurat (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

dr. Aditya juga berharap, perpanjangan kebijakan kali ini mampu menghadirkan kebaikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan bisa memperbaiki keadaan pandemik COVID-19 di Lampung.

"Jelas kita sangat mendukung, sebab permasalahan sudah cukup banyak mulai dari ketersediaan oksigen, tidak terpenuhi donor plasma. Bisa kita lihat, juga tenaga kesehatan sudah banyak yang tumbang," imbuh dia.

6. Masyarakat bergejala COVID-19 diminta Isoman

Epidemiologi Lampung: PPKM Level 4 Berhasil Dilihat dari Masa InkubasiPembagian paket sembako untuk warga Bandar Lampung yang terinfeksi COVID-19 (IDN Times/Istimewa)

Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Lampung, dr Reihana menyampaikan, permintaan kepada masyarakat bergejala ringan COVID-19 untuk melakukan isolasi mandiri (Isoman) di tempat masing-masing.

Sehingga ke depan, para nakes dapat melakukan 3T yaitu Testing (pemeriksaan dini), Tracing (pelacakan), dan treatment (perawatan) secara maksimal.

"Tetapi untuk warga sudah mulai merasakan gejala berat baru melakukan perawatan di RS (rumah sakit) untuk menerima pertolongan lebih lanjut," jelasnya.

Terkait konfirmasi masuknya mutasi virus varian Delta ke Lampung, Juru Bicara COVID-19 Provinsi tersebut memilih enggan berkomentar banyak. "Kalau sudah ada konfirmasinya pasti kita sampaikan," tandas Reihana.

Baca Juga: Panik Mencari Plasma Konvalesen? Hasil Riset Tak Ada Khasiatnya! 

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya