Comscore Tracker

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan Menggiurkan

Membuat konten sesuai hobi, eh dapat uang

Bandar Lampung, IDN Times - Jualan kreativitas tentu membutuhkan perjuangan besar dengan kesabaran, ketelitian, dan kegigihan tersendiri. Butuh waktu dan hal berbeda untuk bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah dari konten yang dihasilkan.

Di Lampung juga banyak lho konten kreator digital yang karyanya berhasil memikat pengikutnya. Dari awalnya hanya sekadar hobi, kini mereka menjadikan konten sebagai ladang penghasilan. Menariknya konten mereka bikin sangat berdampak bagi para pengikutnya. Jadi tak sekadar bikin konten untuk menghasilkan uang saja.

Berikut IDN Times rangkum cerita selengkapnya.

1. Tidak tahu YouTube bisa hasilkan uang

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan MenggiurkanInstagram Ibaf_fabi

Salah satu konten kreator asal Lampung bermodalkan iseng adalah Ibaf Fabi. Millenial asal Kota Metro ini awalnya hanya iseng membagikan video lipsinc di media sosial Facebook.

"Dulu saya masih kelas 2 SMA penasaran gimana cara membuat video. Dulu kan saya anak pesantren jadi gak boleh bawa HP gitu. Jadi waktu ke warnet liat video lipsinc kok saya jadi tertarik juga gimana ya cara bikin video gitu,” ujarnya saat dihubungi, Rabu, (24/11/2021).

Setelah keluar dari pesantren, Ibaf mulai belajar merekam kegiatannya sendiri. Awalnya dia hanya mengunggah ke Facebook. Namun lama-lama beralih ke YouTube.

“Bisa saya unggah ke Facebook aja dulu udah seneng. Dulu malah nggak tau kalau YouTube itu bisa ngasilin duit,” cerita Ibaf.

2. Buat konten social experiment gugah empati orang

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan MenggiurkanIbaf Fabi nyamar sebagai gembel masuk restoran fast food(IDN Times/Istimewa)

Semakin lama konten Ibaf semakin kreatif. Bahkan dia lebih banyak membuat konten sosial yang menggugah rasa empati orang lain. Seperti bertukar profesi pekerjaan dengan kuli ikan asin, pura-pura menjadi gelandangan dan masuk ke salah satu jaringan restoran fast food

Salah satu konten membuat nama Ibaf Fabi semakin terkenal adalah konten social experiment gembel masuk restoran fast food vs gembel masuk warteg. Video empat tahun lalu itu kini sudah 14 juta kali di tonton.

Dalam video tersebut Ibaf menyamar sebagai seorang gembel dan minta makan di restoran fast food lalu membandingan ke warteg. Konten itu mendapat notice keren banget dari Ria Ricis. Hingga menghantarkannya mendapat program di tv nasional.

Dua tahun lalu, video Ibaf juga kolaborasi dengan Polres Lampung Utara berjudul nekat kabur ditilang polisi, parkour vs police ditonton 11 juta kali. Video itu menceritakan Ibaf yang ditilang polisi dan mencoba kabur dengan gaya parkour lalu akhirnya dia tertangkap dan diminta mengampanyekan berlalu lintas yang tertib pada millenial yang hadir di acara festival digelar Polres Lampung Utara.

Baca Juga: Pandemik COVID-19 Perceraian di Lampung Malah Meningkat

3. Bikin konten sesuai hobi biar menarik

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan MenggiurkanInstagram Ibaf_fabi

Pemilik 2,49 juta subscriber itu kini banyak membuat konten jelajah negeri, sebagai wujud keinginannya yang suka traveling mengunjungi berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara. Pada konten-konten ke pelosok negeri itu Ibaf mengenalkan budaya di sebuah daerah-daerah terpencil yang masih menjunjung tinggi adat istiadat

Tak hanya menarik dari segi visual, kemampuan bercerita Ibaf juga sangat baik. Alhasil, penonton bisa menikmati bahkan mengambil hikmah dari konten-konten yang dibuat Ibaf.

Dari awalnya hanya mengenakan perlengkapan handphone dan belajar secara mandiri, kini Ibaf sudah memiliki tim dan perlengkapan memadai saat membuat konten. Bahkan banyak pemilik medrk teknologi terkenal yang mendukung kontennya.

"Dulu mau buat video harus pinjem kamera temen dulu atau sewa. Alhamdulilah sekarang udah punya alat tempur sendiri," tuturnya. 

Menurutnya, untuk membuat konten menarik cukup menjalaninya sesuai hobi. Sehingga konten yang dihasilkan akan lebih berkualitas.

"Karena konten berkualitas itulah yang akan menggaet para penonton sekaligus sponsor," kata pemilik 131 ribu followers Instagram itu.

4. Ingin sampaikan pesan di setiap konten

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan Menggiurkaninstagram Ibaf_fabi

Menurut Ibaf, konten yang dibuat selama ini tak jauh-jauh dari pengalaman pribadi. Seperti konten Hari Ibu yang kerap ia buat. Ada pesan mendalam yang ingin disampaikan kepada para penonton setianya. Dia tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama seperti yang pernah dia alami.

“Saya banyak bikin video tentang Hari Ibu karena saya pernah ngalamin itu. Ibu saya meninggal sebelum saya bisa ngasih apa-apa buat ibu. Dulu kan saya anaknya bandel gitu jadi sekarang saya ingin orang lain bisa membahagiakan ibunya terlebih dahulu karena umur nggak pernah ada yang tau,” jelasnya.

5. Hasil YouTube untuk bayar utang orang tua

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan MenggiurkanInstagram Ibaf_fabi

Ketidaktahuan Ibaf Fabi di dunia konten kreator justru membawanya pada jurang kesuksesan. Penghasilan pertama dari YouTube dan sponsor yang digunakan untuk membayar utang kedua orangtuanya di bank.

Meski pada saat itu pihak bank sudah menganggap lunas namun tetap harus dibayar.

“Utang di bank waktu itu sekitar 30 juta. Ya walaupun udah dianggap lunas tapi dalam agama saya namanya utang harus dibayar. Waktu itu ibu sudah gak ada tapi jadi tinggal bapak. Ya dia bangga lah,”ujarnya.

Menurut Ibaf perkembangan dunia YouTube saat ini sudah sangat pesat. Sudah banyak konten kreator baru yang bermunculan. Namun, dia menyayangkan perkembangan yang sangat pesat tersebut tak diimbangi dengan kualitas konten yang bagus.

“YouTube membuka jalan untuk kreator temen-temen. Cuma yang saya liat sekarang beda. Kalau dulu buat konten emang bener-bener dari hati, apa yang dia suka gitu. Kalau sekarang yang dikejar kalau gak terkenal ya duit. Ya emang gak salah si cuma kan caranya salah. Contohnya bikin video yang aneh-aneh, prank di kamar bareng pacar itu kan aneh,” terangnya.

6. Berawal dari hobi motret kuliner

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan MenggiurkanRatu Balqis Anasa dan Chyntia Feruca, selebgram siger foodies (Instagram siger foodies)

Selain Ibaf, Lampung juga memiliki konten kreator hits yang fokus pada dunia kuliner. Berawal dari hobi semasa kuliah semester 4, Ratu Balqis Anasa awalnya mendirikan komunitas yang beranggotakan para penghobis fotografi terutama memotret makanan.

Setelah dua bulan terbentuk, komunitas diberi nama Siger Foodies itu mendapat tawaran dari salah satu resto di Bandar Lampung. Sejak itulah mereka memiliki inisiatif untuk membuat akun siger foodies menjadi sesuatu yang menghasilkan rupiah.

“Dulu belum ada akun kuliner kaya gini. Awalnya kami cuma hunting-hunting foto aja. Setelah mendapat pekerjaan pertama itu baru terbukalah pikiran kita. Oh ternyata bisa loh akun ini kita buat jadi sesuatu,” ujar alumni Fakultas Kedokteran Unila tersebut.

Enam tahun bergulir dan menjadi akun kuliner yang cukup populer di Lampung, kini sudah memiliki 156 ribu pengikut instagram. Bahkan saat awal pandemik hingga saat ini, Ratu mengatakan, pendapatannya tak menurun drastis. Itu karena semakin banyak orang yang memulai bisnis online.

“Sehari itu biasanya 5 endorse tapi kan gak tiap hari juga. Tapi selama satu bulan full di awal pandemik kita bantu online shop yang baru merintis buat endorse gratis. Semua waktu itu kita bantu promosiin gratis buat bantu temen-temen yang baru mulai jualan,” kata Ratu. 

7. Menikmati hasil ngonten untuk keliling dunia

Cerita Kreator Digital Lampung, dari Hobi Jadi Cuan MenggiurkanInstagram.com/siger_foodies

Ratu tak sendiri dalam menjalani perannya sebagai selebgram kuliner Lampung. Ada Chyntia Feruca yang awalnya adalah teman sosial media Ratu. Namun, melihat feed Instagram Kak Cin sapaan akrab Chyntia ini, Ratu berinisiatif mengajak kenalan dan kolabs bareng di Siger Foodies.

“Kak cin ini orang Bandar Lampung asli dan aku orang Metro, jadi waktu itu aku sering liat postingan dia kok menarik. Jadi aku coba DM dan kenalan terus ngajak twin gitu eh dia mau,” terang Ratu.

Duo selebgram ini pun tak butuh waktu lama untuk beradaptasi dan mengenal satu sama lain. Terlebih mereka sama-sama alumni Unversitas Lampung. Chyntia merupakan alumni Ilmu Komunikasi di FISIP Unila.

Kini keduanya sudah memiliki tim yang membantu proses pengambilan gambar, editing dan admin mengurus para endorsement kuliner. Bahkan hasil endors mereka juga sudah mengantarkan dua selebgram hits ini keliling dunia. Seperti ke Turki, Jepang, Hong Kong, Thailand, Singapore, Malysia, serta berbagai daerah di Indonesia.

"Kita juga ngumpulin hasil endors itu buat beli perlengkapan kayak kamera yang menunjang konten-konten kita," ujar Balqis sapaan akrabnya.

Saat dihubungi IDN Times Siger Foodies mengatakan tarif endorse yang ditetapkan bergantung pada kategori publikasi. Itu mulai dari Rp500 ribu sampai Rp950 ribu.

Baca Juga: Cerita Pegiat Wisata 12 Daerah Indonesia, Dulu Desa Kumuh Kini Memikat

Topic:

  • Martin Tobing

Berita Terkini Lainnya