Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sayembara Amankan Tapir Hidup di Mesuji Berhadiah Rp50 Juta
Tangkap layar sayembara mengamankan tapir di wilayah Mesuji berhadiah Rp50 juta. (Facebook/Elfianah Khamami).
  • Pemerintah Lampung mengadakan sayembara berhadiah Rp50 juta bagi warga yang berhasil menemukan dan mengamankan tapir hidup di wilayah Mesuji sebagai upaya perlindungan satwa langka.
  • Bupati Mesuji menegaskan bahwa daerahnya bukan habitat alami tapir karena merupakan hutan produksi, sehingga hewan tersebut akan dipindahkan ke kawasan konservasi seperti Way Kambas.
  • Sayembara ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak memburu atau menyakiti tapir, melainkan melapor jika menemukan keberadaannya demi menjaga kelestarian satwa dilindungi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mesuji, IDN Times - Unggahan mengenai sayembara berhadiah Rp50 juta bagi masyarakat dapat mengamankan tapir (trenung) hidup-hidup di wilayah Register 45 dan sekitarnya di Kabupaten Mesuji ramai beredar di media sosial (Medsos).

Berdasarkan unggahan diterima IDN Times, poster bergambar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang mengajak masyarakat melindungi satwa dilindungi tersebut.

Dalam poster itu disebutkan, hadiah Rp50 juta diberikan kepada pelapor dapat menunjukkan keberadaan tapir dan memastikan satwa tersebut dalam kondisi hidup. Masyarakat juga diimbau tidak membunuh, melukai, maupun menyakiti tapir karena merupakan satwa liar yang dilindungi negara.

1. Bupati sebut arahan gubernur untuk menyelamatkan tapir

Tapir yang lepas di Mesuji. (Istimewa)

Terkait sayembara beredar, Bupati Mesuji, Elfianah membenarkan informasi tersebut. Ia mengatakan, sayembara itu merupakan arahan gubernur Lampung sebagai upaya penyelamatan tapir masih ditemukan di wilayah kabupaten setengah.

Menurutnya, apabila ada masyarakat menemukan tapir, satwa tersebut akan diamankan dalam kondisi hidup untuk kemudian dipindahkan ke kawasan yang menjadi habitatnya.

"Pak gubernur menyampaikan ke saya, kalau ada lagi tapir, beliau akan memberikan hadiah kepada orang yang bisa menangkap hidup-hidup. Nantinya mau dibawa ke Way Kambas, ke hutan lindung," ujarnya dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).

2. Dinilai bukan habitat alami tapir

Tangkap layar aktivitas warga diduga menyembelih hewan tapir sempat muncul di Kabupaten Mesuji. (IDN Times/Istimewa).

Elfianah menjelaskan, wilayah Mesuji bukan merupakan habitat yang ideal bagi tapir karena sebagian besar kawasan tersebut merupakan hutan produksi, bukan hutan lindung.

Oleh karena itu, pemerintah berencana memindahkan satwa tersebut ke kawasan konservasi agar dapat hidup lebih aman dan sesuai habitatnya.

"Karena kalau di Mesuji kan bukan hutan lindung, hutan produksi. Jadi bukan habitatnya. Makanya mau dibawa ke sana dan yang membantu mengamankan akan diberikan hadiah 50 juta," ujarnya.

3. Masyarakat diminta melapor, bukan memburu

Personel Satreskrim Polres Mesuji meringkas empat tersangka penyembelihan hewan tapir. (DOK. Polres Mesuji).

Selain menjadi bentuk apresiasi kepada masyarakat, Elfianah menegaskan sayembara tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran agar warga tidak lagi memburu atau menyakiti tapir seperti peristiwa yang sempat terjadi sebelumnya.

Ia menyebut, masyarakat cukup melaporkan lokasi keberadaan tapir apabila tidak mampu menangkap atau mengamankannya.

"Pak gubernur bagus lho mau mengeluarkan uang. Kalau tidak bisa menangkap, tunjukkan saja keberadaannya di mana. Yang penting kasih data," ucapnya.

Menurutnya, informasi mengenai perlindungan tapir kini juga semakin luas diketahui masyarakat seiring viralnya kasus sebelumnya. Pemerintah daerah terus mengingatkan warga bahwa tapir merupakan satwa dilindungi sehingga harus dijaga kelestariannya. "Intinya kita kasih tahu kepada masyarakat bahwa itu hewan langka dan dilindungi, supaya jangan sampai kejadian seperti kemarin terulang lagi," imbuh bupati.

Curated For You

Editorial Team

Related Article